Connect with us
Kuasa hukum keluarga korban, Sudirman Situmeang

Tragis! Bripda Muda Tewas Diduga Dianiaya di Mess Polda Kepri, Keluarga Tunggu Hasil Autopsi

More Videos

9info.co.id | BATAM – Kematian tragis seorang anggota polisi muda di lingkungan Polda Kepulauan Riau (Kepri) menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya bagi keluarga. Korban, Bripda Natanael Simanungkalit (20), diduga meninggal dunia akibat penganiayaan oleh seniornya di Mess Bintara Remaja Polda Kepri pada Senin malam, 13 April 2026.
‎
‎Kuasa hukum keluarga korban, Sudirman Situmeang, mengungkapkan bahwa pihak keluarga pertama kali menerima kabar duka pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, informasi yang disampaikan dinilai sangat minim dan tidak menjelaskan secara rinci penyebab kematian korban.
‎
‎“Kami hanya dikabari ada insiden oleh seniornya. Tidak ada penjelasan yang jelas, tiba-tiba sudah seperti itu,” ujarnya.
‎
‎Ia menyampaikan bahwa keluarga saat ini masih menahan diri untuk memberikan pernyataan lebih jauh dan memilih menunggu hasil autopsi resmi.
‎
‎“Untuk saat ini kami belum mau berkomentar banyak. Kita tunggu saja hasil autopsi,” tambahnya.
‎
‎Diketahui, korban merupakan anggota Bintara Samapta angkatan 2025 yang baru lulus pendidikan pada Desember 2025 dan mulai bertugas pada Januari 2026. Di mata keluarga, Natanael dikenal sebagai sosok pendiam, tidak banyak bicara, dan tidak pernah terlibat masalah.
‎
‎Saat ini, jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani proses autopsi.
‎
Pengamanan ketat terlihat di ruang instalasi forensik, dengan sejumlah personel kepolisian berjaga di lokasi.
‎
‎Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricilia Ohei, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif.
‎
‎“Beberapa personel sudah diamankan dan saat ini dalam proses pemeriksaan. Untuk detail kejadian masih didalami,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
‎
‎Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, juga telah menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum di internal kepolisian.
‎
‎“Kapolda telah memerintahkan Kabid Propam dan Direskrimum untuk memproses kasus ini secara tuntas,” lanjutnya.
‎
‎Hingga kini, penyebab pasti kematian Bripda Natanael masih menunggu hasil autopsi. Keluarga berharap proses penanganan perkara ini dilakukan secara transparan serta seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku. (Tim).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version