Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakenas) XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Sumbar
9info.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakenas) XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2022 di Hotel Truntum Padang, Senin (8/8/2022).
Dalam Rakernas kali ini, APEKSI mengusung tema, “Kota Kita Bangkit: Yang Maju Yang Bersinergi”.
Rakernas yang berlangsung selama empat hari ini dibuka langsung Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Rakernas dihadiri 98 Wali Kota seluruh Indonesia.
Diharapkan, dalam rakernas ini muncul terobosan bersama serta rekomendasi dan terjalin sinergi dalam membangkitkan daerah. Terakhir, menyusun rencana kerja APEKSI tahun 2023 serta penetapan kota selanjutnya sebagai tuan rumah pelaksana Rakernas APEKSI XVI 2023.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengapresiasi Rakernas APEKSI XV 2022. Ia berharap, melalui silaturahmi ini, akan terjalin kerja sama antara Batam dan daerah lain demi kemajuan bersama.
“Kami sangat bersyukur bisa bertemu dan bersilaturrahim dengan seluruh anggota APEKSI hari ini. Hal ini akan memperkuat sinergi dengan berbagai kota di Indonesia,” ujar Rudi.
Ia berharap, Rakernas XV APEKSI ini dapat menghasilkan sejumlah keputusan, salah satunya strategi kebijakan pemulihan ekonomi guna memajukan dan mengembangkan kotanya masing-masing, termasuk dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakatnya.
Kemudian, Rudi sangat mengapresiasi atas tema yang diangkat menyangkut masalah untuk membangun dan membangkitkan kembali ekonomi rakyat yang cukup lama akibat pandemi Covid-19.
“Semoga kepala daerah bisa saling bersinergi dan semakin lebih berkreasi dan berinovasi untuk memajukan daerah sekaligus menyejahterakan masyarakatnya serta berupaya mempercepat pemulihan ekonomi,” katanya.
Rudi juga menyampaikan apa yang sudah dibangun di Batam. Mulai dari bandara, jalan dan sebagainya. Hal itu untuk mempercantik Batam.
“Dengan pembangunan ini, Batam dapat bangkit dan ekonomi pulih”, katanya.
Hadir mendampingi Wako, Asisten Pemerintahan dan Kesra Yusfa Hendri, Kaban PTSP Firmansyah, Kabag Kesra Mahlil, Kabag Tata Pemerintahan Indra Praja, Kebag Kerjasama Diah, dan Kabag Umum Agus Bendri.
Adapun, rangkaian kegiatan Rakernas Apeksi 2022 ini di antaranya Indonesia City Expo, pawai budaya, lomba marandang, membuat teh talua, persemian Tugu Apeksi, ladies program, menanam pohon durian, bersih-bersih pantai, hingga seminar nasional rekomendasi strategis.
Mendag, Zukifli Hasan, mengingatkan terkait kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau. Salah satunya, terkait harga minyak goreng hingga cabai.
“Walaupun sudah stabil, Presiden memerintahkan kementerian termasuk wali kota, untuk mengantisipasi harga pangan dunia sering konflik Rusia dan Ukraina,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah kota untuk meningkatkan kinerja perdagangan dengan pemantauan harga bahan pokok, serta mendukung kelancaran distribusi, dan mendorong perdagangan antar pulau.
“Kemudian, peningkatan peran pasar induk dan pasar rakyat, peningkatan koordinasi pusat dan daerah,” ujarnya.
Selanjutnya, pemerintah kota juga diminta mendukung transformasi digital UMKM dan pedagang pasar untuk mencapai target 1000 pasar rakyat dan satu juta pedagang/UMKM terdigitalisasi serta mendorong peningkatan perdagangan produk lokal dalam platform perdagangan digital. (lsm)
Amsakar Instruksikan Percepatan Serapan Anggaran Pemko dan BP Batam
9info.co.id | BATAM – Wali Kota Batam ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya percepatan serapan anggaran, serta penyelesaian sejumlah persoalan prioritas masyarakat. Arahan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (2/11/2026).
Memasuki November atau bulan ke-11 tahun anggaran 2026, Amsakar meminta seluruh jajaran Pemko Batam dan BP Batam mempercepat realisasi program serta penyerapan anggaran. Ia mengingatkan agar kegiatan yang telah direncanakan tidak menumpuk menjelang penutupan tahun anggaran.
Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), deputi, dan direktur diminta memantau langsung pelaksanaan program di masing-masing unit kerja. Perhatian serupa juga diberikan kepada perangkat daerah penghasil pendapatan agar mengoptimalkan penerimaan, khususnya dari sektor pajak daerah.
“Kegiatan yang tidak terlaksana dinilai sebagai bentuk pemborosan. Mengingat APBD Perubahan telah disahkan, penyesuaian anggaran sudah tidak memungkinkan lagi. Jika ada kendala pada program kerja, segera laporkan kepada pihak pengawasan atau Inspektorat. Saya akan menjadwalkan pertemuan khusus dengan dinas-dinas penghasil untuk mengecek realisasinya secara langsung,” tegasnya.
Selain persoalan anggaran, Amsakar menyoroti kedisiplinan dan integritas ASN serta pegawai di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam.
Ia meminta pimpinan OPD, deputi, dan direktur tidak membiarkan pelanggaran disiplin di lingkungan kerja masing-masing. Pengawasan terhadap kehadiran dan kepatuhan pegawai terhadap jam kerja harus dilakukan secara konsisten.
Amsakar juga mengingatkan agar persoalan kedisiplinan ditangani secara berjenjang oleh setiap pimpinan unit kerja. Dengan demikian, pelanggaran dapat segera ditindaklanjuti dan tidak dibiarkan berlarut-larut.
Dalam arahannya, Amsakar turut menanggapi berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial. Ia menegaskan, ada tiga persoalan utama yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama Pemko Batam dan BP Batam, yakni pelayanan air bersih, penanganan banjir, serta pengelolaan sampah.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat dan berkesinambungan, mulai dari jajaran pelaksana di lapangan hingga tingkat pimpinan. Sinergi antarkedua institusi juga diperlukan agar setiap persoalan dapat ditangani secara efektif.
Ia turut menekankan pentingnya penyampaian informasi publik yang terarah dan jelas sehingga masyarakat memperoleh informasi yang tepat serta tidak menimbulkan polemik.
Khusus kepada camat dan lurah sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, Amsakar meminta agar mereka selalu tanggap terhadap persoalan warga. Setiap keluhan harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata, bukan sekadar diteruskan tanpa penyelesaian.
“Kalau komunikasi seperti ini sudah terbangun dengan baik, saya yakin permasalahan akan lebih mudah diselesaikan,” ujar Amsakar.
Dalam apel tersebut, Amsakar juga menyerahkan surat keputusan (SK) pensiun secara simbolis kepada sejumlah pegawai Pemko Batam yang memasuki masa purna tugas.
Atas pengabdian para pegawai tersebut, Amsakar menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Ia berharap hubungan silaturahmi tetap terjalin meskipun mereka tidak lagi bertugas sebagai aparatur pemerintahan.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Batam, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengabdian serta dedikasi Bapak dan Ibu selama aktif bertugas. Meski telah purna tugas, jangan pernah merasa sebagai orang luar. Bapak dan Ibu sekalian akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Pemko Batam dan BP Batam. Semoga seluruh ikhtiar yang dicurahkan tidak hanya berkontribusi bagi kemajuan kota, tetapi juga bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” ujar Amsakar. (Hum).