Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, turut serta dalam kegiatan Expo Pengawasan Intern 2024 di di Ballroom Kratakau, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (28/5/2024).

Kegiatan ini dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Expo ini mengusung trma Independensi Pengawasan untuk Akselerasi Pembangunan.

Inspektur Daerah Kota Batam, Hendriana Gustini, mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai media bagi Kementrian, Lembaga, Pemda dan BUMN atau BUMD untuk menampilkan hasil kontribusi pembangunan nasional dan peran serta APIP dalam 5 tahun terakhir, sebagai sarana belajar dan berbagi pengetahuan antar peserta expo.

“Ini juga sebagai sarana sosialisasi dan membangun citra kegiatan pengawasan Intern BPKP dan kementrian/lembaga/Pemda dan BUMN serta BUMD sebagai apresiasi BPKP kepada Mitra dalam membangun semangat kolaborasi dan kerja sama,” ujarnya.

Kegiatan expo ini dibuka langsung oleh Kepala BPKP RI, Muhammad Yusuf Ateh. Event tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumya dan tahun 2024 ini diikuti oleh 99 peserta dari Kementrian/Lembaga, Pemda, BUMN, dan BUMD.

“Pada stand Kota Batam yang ditampilkan adalah hasil-hasil dari pengasawan inspektorat Kota Batam, terdiri dari Hasil Evaluasi SPIP Terintegasi 2023, Hasil Evaluasi atas Penilaian Mandiri Kapasitas, Capaian MCP (Monitoring Centre of Prevention) wilayah Kepri khususnya Kota Batam, pencapaian kegiatan monitoring dan sosialisasi serta Pencapaian Kota Batam Memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada pemeriksaan Laporan Keuangan BPK sebanyak 12 kali berturut2 pada tahun 2013-2024,” katanya.

Selain itu, Batam juga mempromosikan pembangunan dan perkembangan infrastrukur serta pariwisata Kota Batam yang digagas oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yanh juga sebagai Kepala BP Batam.

“Ke depan, dengan adanya kegiatan expo ini, diharapkan peran APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) di daerah dapat lebih berperan penting dalam pengawasan terkait kegiatan-kegiatan di OPD di pemerintahan daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengaku pihaknya berharap dengan pameran tersebut semakin memperluas promosi terkait Kota Batam, khususnya sektor pariwisata.

“Promosi terus kami gencarkan untuk mewujudkan target kunjungan wisman pad tahun ini sebanyak 2 juta kunjungan,” tutupnya.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

9info.co.id | BATAM – Tragedi meninggalnya dua anak akibat tenggelam di kawasan dekat Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, memicu desakan keras kepada BP Batam untuk segera mengevaluasi alokasi lahan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

‎Tokoh masyarakat Sei Beduk, Asian Sinaga, meminta BP Batam turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap keberadaan kolam dan area bukit di sekitar perumahan yang selama ini kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.

‎Menurut Asian Sinaga, kondisi kolam yang cukup dalam sangat berisiko dan dikhawatirkan kembali memakan korban jiwa apabila tidak segera ditimbun atau diamankan. Senin (25/05/2026).

‎“Lokasi itu sangat berbahaya karena sering dijadikan tempat bermain anak-anak. Kami meminta BP Batam mengevaluasi alokasi lahan tersebut apabila memang tidak dimanfaatkan,” ujar Asian Sinaga.

‎Asian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SDN 08 Kelurahan Duriangkang menegaskan, tragedi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terlebih salah satu korban diketahui merupakan siswa di sekolah tersebut.

‎“Jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Kami berharap pemilik lahan segera menimbun kolam tersebut demi keselamatan warga,” tegasnya.

‎Persoalan itu bahkan telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Batam yang turut dihadiri pihak BP Batam, Camat Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, perwakilan warga, serta pengurus RT dan RW Perumahan Oleana Park.

‎Sementara itu, pihak pengembang Oleana Park melalui perwakilannya, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, telah turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada Jumat (15/05/2026).

‎Reevan menjelaskan, kolam tempat terjadinya musibah bukan merupakan lahan milik perusahaan maupun berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

‎“Lokasi kolam tersebut bukan lahan kami dan tidak berada dalam kawasan PL perusahaan kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya Anggota DPRD Kota Batam Jimmy Siburian, untuk memfasilitasi pemilik lahan agar lokasi kolam tersebut dapat segera ditimbun,” ujar Reevan.

‎Ia menambahkan, pihak pengembang juga akan meminta izin kepada pemilik lahan terkait rencana penimbunan kolam tersebut.

‎“Terkait kolam tersebut akan kami koordinasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan,” tambahnya.

‎Selain meninjau lokasi kejadian, pihak pengembang juga mendatangi rumah keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian serta belasungkawa.

‎“Kami hadir sebagai pengembang Perumahan Oleana Park dan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Reevan.

‎Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, juga berharap seluruh pihak segera mengambil langkah nyata demi keselamatan warga, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎“Kami meminta agar kolam tersebut segera ditimbun. Kami juga mengapresiasi niat baik dan empati pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujarnya.

‎Peristiwa tragis yang merenggut nyawa dua anak itu kini menjadi perhatian masyarakat Sei Beduk. Warga berharap pemerintah dan pemilik lahan segera mengambil tindakan cepat agar kolam berbahaya tersebut tidak kembali menjadi “jebakan maut” bagi anak-anak di kawasan Tanjung Piayu. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain