Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kementerian Perhubungan RI menyelenggarakan acara Quick Win 100 Hari Kampanye Keselamatan Pelayaran di Pena Hall, Senin (16/12/2024). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran sebagai budaya bertransportasi. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi diwakili Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Batam terhadap kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam, mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kementerian Perhubungan RI yang sudah menyelenggarakan acara ini di Kota Batam, Provinsi Kepri. Kita akui bahwa perlu komitmen bersama untuk mensukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan telah memberikan perlindungan kepada para nelayan di Kota Batam. Pemerintah Kota Batam telah mendaftarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kecelakaan kerja bagi para nelayan kecil di Kota Batam. Di tahun 2024 ini, Pemko Batam mengalokasikan 3.444 nelayan kecil di seluruh Batam untuk mendapatkan jaminan BPJS tersebut.

“BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan sangat besar manfaatnya, sehingga nelayan bisa tenang saat melaut. Program ini murni kebijakan Wali Kota Batam, untuk memberikan perlindungan kepada seluruh nelayan kecil dan juga sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan Nelayan se-Kota Batam,” ungkapnya.

Diacara Quick Win 100 Hari Kampanye Keselamatan Pelayaran, Kementerian Perhubungan RI juga menyerahkan bantuan berupa surat Keterangan Keterampilan berlayar (SKK) 30 / 60 mil, E-Pass Kecil dan Life Jacket kepada nelayan. Atas bantuan yang diberikan, Jefridin menyampaikan ucapan terimakasih mengingat bantuan ini sangat bermanfaat dalam mendukung keselamatan selama melaut.

“Tentunya bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi para nelayan, terutama dalam menjaga keselamatan mereka saat melaut. Mudah-mudahan sinergi dan kolaborasi ini senantiasa terjalin, terutama meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran seperti yang disampaikan oleh Bapak Wamen,” ungkapnya.

Sebagai bentuk partisipasi Pemerintah Daerah dalam mendukung Quick Win 100 Hari Kampanye Keselamatan Pelayaran, Kementerian Perhubungan menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kota Batam. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Perhubungan RI kepada Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M. Pd. mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Wakil Menteri Perhubungan RI, Komjen. (Pol). (Purn) Drs. Santana, M.Si. mengajak nelayan agar memperhatikan keselamatan saat melaut. Ia meminta nelayan mengetahui dan paham akan rambu-rambu saat melaut, ini penting untuk menjaga keselamatan saat melaut. Ia juga berpesan agar nelayan berhati-hati saat bekerja dan menggunakan Life Jacket yang diberikan.

“Pemerintah tidak hanya focus terhadap keselamatan berlayar penumpang dan barang saja, tapi juga keselamatan pekerja dibidang perikanan. Rekan-rekan nelayan juga harus fokus, bagaimana nelayan bisa bekerja dengan aman dan nyaman. Nelayan juga harus mengerti aturan berlayar dan rambu-rambu. Jika tidak bisa sekaligus, lakukan secara bertahap. Untuk itu Saya harap dukungan dari seluruh stake holder,” pesannya.(MC)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

9info.co.id | BATAM – Proses perbaikan kebocoran pipa transmisi di kawasan Simpang Plamo menuju Kepri Mall akhirnya selesai dilakukan pada Jumat (12/6/2026) dini hari.

Pasokan air bersih bagi warga yang terdampak gangguan tersebut kini mulai dialirkan kembali secara bertahap.

Badan Usaha SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam bersama Tim Teknis PT. Air Batam Hilir di lapangan berhasil menyelesaikan seluruh proses pengelasan akhir pipa pada hari Jumat, 12 Juni 2026, pukul 03.30 WIB.

Sebelumnya, proses pemulihan sempat mengalami keterlambatan dari estimasi awal akibat sejumlah kendala teknis yang membutuhkan penanganan ekstra di lokasi.

“Kami memahami betul bahwa keterlambatan ini berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Ariastuty, Jumat (12/6/2026).

Ia mengatakan, di lapangan, tim harus bekerja dengan presisi tinggi karena menghadapi dua kendala utama.

Hambatan pertama, menurut Ariastuty, adalah adanya kendala teknis saat proses penyambungan pipa.

Demi memastikan ketahanan jangka panjang dan mencegah kebocoran berulang, petugas terpaksa melakukan perombakan serta penyesuaian ulang pada komponen penyambung agar terpasang secara sempurna.

Selain itu, tantangan kedua berkaitan dengan kondisi internal pipa yang masih dialiri sisa air aktif. Kondisi pipa yang basah membuat proses pengelasan akhir menjadi sangat sulit.

“Kami tidak bisa memaksakan pengelasan dalam situasi tersebut karena sangat berbahaya bagi keselamatan pekerja dan bisa mengurangi kualitas sambungan pipa itu sendiri,” tambahnya.

Setelah memastikan seluruh sambungan memenuhi standar teknis, proses normalisasi jaringan langsung berjalan.

Saat ini, pendistribusian air minum sudah mulai dilakukan kembali ke rumah pelanggan secara bertahap.

PT. Air Batam Hilir mengingatkan bahwa pemulihan tekanan air di wilayah dataran tinggi atau yang berada di ujung jalur pipa akan memakan waktu sedikit lebih lama.

Baik BP Batam dan PT. Air Batam Hilir menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan serta terganggunya pendistribusian air selama proses perbaikan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat selama tim berupaya maksimal memulihkan infrastruktur ini,” pungkas Ariastuty. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain