Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kabar gembira bagi warga Kota Batam! Pemerintah Kota Batam kini resmi meluncurkan program layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga yang memiliki KTP Batam, meski belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan atau mengalami kendala dalam kepesertaannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyampaikan bahwa seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, diinstruksikan untuk melayani warga ber-KTP Batam yang bersedia dirawat di kelas III, tanpa harus mempersoalkan status kepesertaan BPJS mereka.

“Yang kita maksud ber-KTP Batam itu adalah warga yang belum memiliki BPJS, atau yang sudah memiliki tapi tidak mampu melanjutkan iurannya. Mereka tetap harus dilayani,” ujar dr. Didi, Senin (21/7/2025).

Program ini juga membuka peluang bagi peserta BPJS Mandiri yang ingin beralih ke layanan gratis milik Pemerintah Kota Batam.

“Yang penting dia bersedia dirawat di kelas 3. Kalau sudah begitu, kita langsung terima,” tambahnya.

Untuk mendapatkan layanan ini, warga hanya perlu menunjukkan KTP Batam dan surat keterangan domisili dari RT/RW. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pemilik KTP benar-benar masih berdomisili di Batam.

“Syaratnya gampang. Kalau punya KTP Batam, tinggal minta surat domisili dari RT/RW setempat,” jelas Didi.

Lebih lanjut, dr. Didi menegaskan bahwa setiap rumah sakit di Batam wajib melayani pasien yang menunjukkan KTP Batam, meskipun belum memiliki kartu kepesertaan BPJS.

“Jika ada pasien datang dan belum punya kartu, rumah sakit tetap harus melayaninya. Tidak ada alasan menolak,” tegasnya.

Setelah mendapat pelayanan, pasien akan diberikan waktu maksimal 3×24 jam untuk proses aktivasi kepesertaan. Namun, proses ini biasanya selesai dalam waktu kurang dari satu hari.

“Begitu dibuka, langsung aktif. Petugas kita siaga 24 jam untuk mengurus aktivasi tersebut,” tambahnya.

Namun, Didi menegaskan bahwa peserta program ini tidak bisa pindah kelas perawatan. Mereka harus bersedia dirawat di kelas III selama masa perawatan berlangsung.

“Kalau program ini, tidak boleh pindah kelas. Berbeda dengan BPJS biasa yang bisa naik kelas dengan bayar selisih. Ini tidak,” katanya.

Program ini difokuskan untuk menjangkau masyarakat yang sama sekali belum memiliki BPJS atau yang kepesertaannya tidak aktif akibat kendala ekonomi.

Pemko Batam juga akan menindak tegas rumah sakit yang terbukti menolak pasien program ini.

“Kalau ada keluhan dari masyarakat dan terbukti rumah sakitnya menolak atau lalai, kami tidak segan beri sanksi. Mulai dari teguran administratif hingga pencabutan izin,” tegas Didi.

Ia juga membuka kemungkinan program ini dikembangkan lebih lanjut, termasuk untuk menangani kasus non-gawat darurat yang masuk melalui IGD.

“Ke depannya, kita akan evaluasi dan kembangkan. Termasuk kasus-kasus yang sebetulnya tidak emergensi tapi dibawa ke IGD,” pungkasnya.

Program ini menjadi langkah konkret Pemko Batam dalam mewujudkan jaminan layanan kesehatan yang inklusif, mudah diakses, dan berpihak kepada warga yang kurang mampu. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

Yayasan Yonkenedia Dukung Pelestarian Budaya, 33 Tim Tortor Siap Berlaga di Festival Batak Batam 2026

9info.co.id | BATAM – Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain