Connect with us

9info.co.id | JAKARTA –  Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL-MBG) menegaskan komitmennya untuk ikut memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyusunan Program Kerja 6 Pilar REL-MBG.

‎Program tersebut dirancang sebagai fondasi organisasi dalam membangun ekosistem MBG yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola, pengawasan, kesejahteraan pekerja, literasi publik hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

‎REL-MBG memandang keberhasilan program MBG membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku usaha, petani, nelayan, koperasi, UMKM serta para relawan di berbagai daerah.

‎Melalui struktur organisasi yang dibangun secara berjenjang dari tingkat nasional hingga daerah, REL-MBG berkomitmen menjadi bagian dari gerakan masyarakat yang mendukung pelaksanaan program secara profesional, transparan dan berkelanjutan.

Enam Pilar REL-MBG

‎Program kerja tersebut terdiri atas enam pilar utama yang saling berkaitan.

Pertama, Sinergi dan Kolaborasi Kelembagaan.

‎REL-MBG mendorong terbangunnya kemitraan dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas lokal dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat pelaksanaan MBG.

‎Kedua, Pendampingan Tata Kelola SPPG.


‎Pilar ini diarahkan untuk memberikan edukasi dan pendampingan terkait kelayakan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kebersihan, keamanan pangan atau food safety, serta standardisasi manajemen dapur.

Ketiga, Pengawasan Melekat atau Built-in Control.

‎REL-MBG menempatkan relawan dan pekerja SPPG sebagai bagian dari pengawasan internal untuk membantu mengidentifikasi risiko, menjaga mutu serta memastikan kualitas pelayanan tetap berjalan dengan baik.

Keempat, Afirmasi Profesi dan Kesejahteraan.

‎Pilar ini menitikberatkan pada upaya memperjuangkan kepastian status kerja, perlindungan martabat, serta aspek kesejahteraan dan inklusi bagi pekerja operasional dapur SPPG.

Kelima, Advokasi Publik dan Literasi Narasi.

‎REL-MBG berkomitmen ikut meluruskan disinformasi mengenai MBG, membangun kepemilikan publik serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan dampak sosial-ekonomi program.

Keenam, Penguatan Rantai Pasok dan Ekonomi Kerakyatan.

‎Pilar ini diarahkan agar petani, peternak, nelayan, koperasi dan UMKM daerah dapat terlibat secara maksimal sebagai pemasok bahan baku sehingga manfaat ekonomi MBG dapat berputar di masyarakat.

Bukan Sekadar Seremonial

‎Ketua DPW REL-MBG Provinsi Kepulauan Riau, Isye Lombagia, S.Pd., menjadi bagian dari jajaran kepengurusan yang dikukuhkan dalam rangkaian kegiatan organisasi tersebut.

‎Dalam momentum pengukuhan dan Silaturahmi Nasional (SILATNAS) REL-MBG, Ketua Umum REL-MBG Roy Marjuk menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukanlah akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal dari perjuangan bersama.

‎“Pengukuhan telah selesai, tetapi perjuangan kita baru dimulai,” demikian pesan yang disampaikan Roy Marjuk dalam sambutannya.

‎Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, Dewan Penasihat, partisipan, relawan, panitia dan keluarga besar REL-MBG yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

‎Menurutnya, keberadaan REL-MBG diharapkan tidak hanya menjadi sebuah organisasi, tetapi berkembang sebagai gerakan masyarakat yang mengedepankan semangat persatuan dan gotong royong.

‎“Kita buktikan bahwa REL-MBG bukan hanya sebuah nama dan organisasi, tetapi sebuah keluarga besar dan gerakan masyarakat yang hadir untuk bergotong royong, membantu sesama, mendukung program-program yang membawa manfaat bagi rakyat, serta ikut menjaga dan membangun bangsa dan negara yang kita cintai,” tegasnya.

‎Roy disaksikan Ketua Dewan Pembina Dr.M.Qodari, S.Psi, juga mengajak seluruh jajaran untuk merapatkan barisan, memperkuat persaudaraan dan menghilangkan berbagai perbedaan yang dapat menghambat kebersamaan.

Kepri Siap Dukung Gerakan Nasional

 
‎Dengan dikukuhkannya kepengurusan daerah, termasuk DPW REL-MBG Provinsi Kepulauan Riau, organisasi tersebut diharapkan mampu menerjemahkan enam pilar program kerja ke tingkat daerah.

‎Bagi REL-MBG, penguatan MBG bukan semata-mata persoalan distribusi makanan, tetapi juga bagaimana program tersebut memberikan dampak lebih luas terhadap kesehatan generasi muda, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perputaran ekonomi masyarakat.

‎Enam pilar tersebut kemudian dirangkum dalam semangat gotong royong, pengawasan, kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

‎“Dari REL-MBG, kita kuatkan gotong royong. Dari gotong royong, kita kuatkan persatuan. Dan dengan persatuan, kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, adil, makmur dan sejahtera,” ujar Roy.

‎REL-MBG pun menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama masyarakat dalam mendukung program-program yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa, termasuk penguatan ekosistem Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

‎REL-MBG: Bersatu, Gotong Royong, untuk Indonesia. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dukung Penguatan Literasi Untuk Membangun Karakter dan Kebhinekaan bagi Generasi Masa Depan

BP Batam Dukung Penguatan Literasi Untuk Membangun Karakter dan Kebhinekaan bagi Generasi Masa Depan

9info.co.id | BATAM – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menerima kunjungan Ketua Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepulauan Riau sekaligus TBM Sayang Anak, Dr. Ronal G. Sirait, bersama tujuh orang pengurus, di BP Batam, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sinergi dalam mendukung penguatan budaya literasi di Kota Batam melalui penyelenggaraan Seminar Literasi Nusantara dan Pelatihan Menulis Literasi Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada 8 Agustus dan 15 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ariastuty Sirait menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepri dalam membangun budaya literasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan kecakapan hidup, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diperkuat karakter, kepedulian sosial, serta rasa saling menghargai dalam keberagaman. BP Batam mendukung setiap upaya yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas masyarakat Batam,” ujar Ariastuty.

Menurutnya, pembangunan Batam sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Karena itu, BP Batam menyambut baik kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi masyarakat yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, literasi, dan pembentukan karakter generasi muda.

Melalui tema “Literasi untuk Penguatan Karakter dan Kebhinekaan”, TBM Sayang Anak menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif bagi anak-anak, remaja, keluarga, hingga masyarakat luas untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

BP Batam berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran komunitas literasi sebagai agen perubahan sosial sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Batam yang cerdas, berkarakter, toleran, dan siap menjadi bagian dari pembangunan daerah yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (NA)

 

Continue Reading

Berita Lain