Connect with us

9Info.co.id | Batam – Sebanyak 47 karyawan RS Charis Medika Batam protes ke manajemen.

Karyawan RS Charis Medika ini pun menuntut pembayaran penuh untuk Tunjangan Hari Natal (THN) dan Tunjangan Hari Raya (THR) serta pembayaran upah mereka selama empat bulan terakhir yang masih dibayarkan hanya 50 persen.

Para karyawan yang tergabung dalam berbagai divisi di rumah sakit yang berada di wilayah Batuaji ini pun mengeluhkan keterlambatan pembayaran yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Mereka mengklaim bahwa hal ini telah memberikan beban finansial yang besar bagi mereka dan keluarga mereka.

Surat Pemberitahuan dari Manajemen kepada Karyawan RS Charis Medika

Surat Pemberitahuan dari Manajemen kepada Karyawan RS Charis Medika

Herbet Siburian, salah seorang pegawai RS Charis Medika yang ikut dalam aksi protes tersebut menjelaskan, “permasalahan ini memberikan beban finansial yang besar bagi pegawai dan keluarga mereka,” keluhnya.

” Untuk mencari solusi permasalahan ini, Herbet menyebut, Selain telah pernah dimediasi langsung oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri. Pada tanggal (10/03/2023), pihak management RS Charis Medika mengundang Perwakilan dari Karyawan untuk pemberitahuan dan berjanji akan membayarkan sisa upah Bulan Februari pada bulan Juni 2023, dan upah periode Maret dibayarkan di bulan Juli 2023. Hasil Diskusi ini ditandatangani oleh Direktur RS Charis Medika ,” tuturnya.

Namun hingga saat ini , Jumat (4/08/2023) Pembayaran kekurangan upah yang dimaksud, termasuk THN yang masih dibayarkan 50 persen, serta pembayaran THR yang sama sekali belum diberikan belum juga dipenuhi pihak RS Charis Medika,” sebutnya.

47 Karyawan RS Charis Medika Protes

47 Karyawan RS Charis Medika Protes

Herbet menambahkan, lebih mirisnya lagi, kekurangan pembayaran upah mereka sejak Februari hingga Mei 2023, belum juga mendapatkan kepastian dari manajemen RS Charis Medika.

Bentuk protes karyawan ini pun terlihat di dampingi langsung dari Kantor Hukum Dian P.G.Simamora, SH dan Partner, diantaranya , Hermanto Manurung,SH.CPM, Jonariko Simamora,SH.MH.CPM, Panahatan Nainggolan,SH.CPM.

Saat ini, perwakilan dari karyawan tetap berupaya menjalin dialog dengan pihak manajemen rumah sakit Charis Medika untuk mencari solusi terbaik.

Namun para pekerja ini pun menyebut jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi, para karyawan bersiap untuk melakukan upaya protes yang lebih besar dalam upaya mendapatkan hak-hak mereka yang layak.

Manajemen RS Charis Medika Batam belum memberikan pernyataan resmi dan memberikan komentar mengenai tuntutan para karyawan ini.

Peristiwa ini pun terus menjadi sorotan publik, sementara masyarakat dan pihak berkepentingan berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan adil dan segera, mengingat pentingnya peran tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain