Connect with us

Audensi Dan Silaturahmi Kapolda Kepri Bersama Forum Pemuda Lintas Agama

More Videos

9info.co.id– Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si menerima kunjungan dan Silaturahmi Forum Pemuda Lintas Agama Provinsi kepri, bertempat diruang kerja Kapolda Kepri, Hadir dalam kegiatan tersebut Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Provinsi Kepri Rahmad Budi Harto, SE., MM beserta pengurus Forum Pemuda Lintas Agama Provinsi Kepri yaitu Dr. Vandarones Purba, ST., MH., Candy Mudyta, SE, Rikson P Tampubolon , SE., M.Si Rabu (27/4/2022).

Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Provinsi Kepri Rahmad Budi Harto, SE., MM dalam kesempatan tersebut mengatakan ″Terima kasih kepada bapak Kapolda Kepri sudah menerima kunjungan kami di Polda Kepri, kunjungan kami ke Polda Kepri adalah untuk saling menjalin silaturahmi dan mengenalkan diri bersama dengan Forum Pemuda Lintas Agama Provinsi Kepri″.

Pada kesempatan Audiensi dan Silaturahmi tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si mengatakan ″Terima kasih atas kunjungan rekan-rekan semua, pertemuan hari ini tentunya dapat lebih menjaga kerukunan kita bersama dalam keragaman beragama di Provinsi Kepri″.

″Dengan adanya Forum Pemuda Lintas Agama ini tentunya dapat menjalin hubungan yang baik antara umat beragama, saya harapkan yang muda-muda ini dapat membuat terobosan baru dalam menjaga umat dan dengan terjalinnya hubungan komunikasi yang baik antar umat beragama dapat menyelesaikan segala permasalahan yang ada″. Ungkap Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si.

“Indentitas dalam berorganisasi sangat baik, identitas sebagai pemuda juga bagus, identitas Agama sangat penting dalam kehidupan kita, tapi agama tidak boleh menjadi identitas khusus didalam organisasi yang menyebar luas menimbulkan sesuatu yang berbahaya, karena setiap agama memiliki doktrin nya masing masing”. Jelas Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si.

“Negara kita memiliki Lambang Negara yang sangat bagus dimana Bhineka Tunggal Ika yang mempunyai makna berbeda-beda tetapi tetap satu, dapat diartikan bahwa kita semua sama tidak ada yang ekslusif”. Ucap Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si.
(Humas Polda Kepri)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

9info.co.id | BATAM – Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version