Connect with us
BP BATAM KALOBORASI

BP Batam Kolaborasi dengan Lions Club Indonesia Lestarikan DTA Waduk Sei Ladi

More Videos

9Info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) dengan Lions Club Indonesia berkolaborasi menghijaukan kawasan Waduk Sei Ladi yang ditandai dengan peresmian tugu Lions We Serve pada Rabu (24/4/2024) di Gerbang Masuk Waduk Sei Ladi.

Kegiatan yang dibuka oleh Direktur BU SPAM, Denny Tondano ini digelar dalam rangka mendukung kelestarian ekosistem di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Sei Ladi.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Lions Club Indonesia atas atensinya dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan Waduk Sei Ladi ini,” ujar Denny.

“Harapannya kegiatan seperti ini akan semakin intens dilakukan sebagai upaya kita dalam mendukung kelestarian ekosistem daerah tangkapan air di seluruh waduk yang ada di Batam,” kata Denny.

Menanggapi hal itu, Gubernur Lions Club Indonesia, Peter C. Djajadi menuturkan niatnya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan pelestarian lingkungan, khususnya kelestarian waduk di Batam.

“Semoga kami bisa terus mengabdi dan berkontribusi lebih untuk kelestarian waduk di Batam mengingat waduk adalah sumber air bersih yang utama di kota ini,” terang Peter.

Setelah peresmian tugu Lions We Serve selesai, kegiatan yang turut didukung oleh PT. Air Batam Hulu dan Yayasan Tajuk Pohon Nusantara ini dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar DTA Waduk Sei Ladi oleh para peserta dan beberapa siswa/i sekolah yang hadir.

Turut hadir dalam kegiatan ini General Manager SPAM Hulu, Tumirah serta beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BU SPAM.

Sementara itu, di kesempatan berbeda Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengajak seluruh masyarakat Batam agar bersama-sama menjaga waduk yang merupakan sumber air baku utama di Batam.

“Sebagai sumber air baku utama di Batam, mari kita rawat, kita jaga, dan kita cintai seluruh waduk yang ada di Batam,” pungkas orang nomor satu di Batam ini. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version