Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Event Colour of India Festival 2024/Holi Festival 2024 digadang bakal menjadi magnet kunjungan wisatawan ke Batam. Event dengan berbagai kegiatan ini digelar 5 Mei 2024 di Dataran Engku Putri, Batam Center.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, event ini akan menjadi ajang menggeliatkan sektor pariwisata Batam.

“Mari ramaikan Colour of India Festival 2024/Holi Festival 2024,” ajak Ardi.

Adapun, Colour of India Festival 2024/Holi Festival 2024 akan digelar mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.

Sejumlah acara yakni mulai dari Yoga, Flower Offering Ceremony & Start of Indian Cultural Show, Traditional Melayu welcoming dance (Tari Sekapur Sirih), Traditional Indian welcoming dance (Odissi), Inauguration of Holi festival by VIPs’ (Batam Mayor), Live Kirtan (Music Festival) Performances hingga Colour Throwing Event.

“Untuk peserta kurang lebih 900 orang baik dari komunitas hingga wisatawan mancanegara (wisman) yang bakal hadir,” katanya.

Sebagai rincian, peserta diikuti dari Komunitas ISKCON Batam, Ekspatriat India Batam, Peserta Festival Yoga, Pembuat Kue, Universitas Mitra, Peserta Lokal Batam,Tim AKARI, Wisatawan di Batam, hingga WNA.

“Persiapan sudah matang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak,” ujar Ardi.

Ia menilai, event tersebut sangat baik dalam meningkatkan dan menggeliatkan sektor pariwisata di saat Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, fokus mengembangkan pariwisata.

“Pak wali sudah membangun Batam, dan kita yang bertugas mengisinya termasuk dengan event-event seperti ini,” katanya.(RK).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain