Connect with us

9info.co.id | BATAM – Rokok ilegal merek UFO semakin hari kian mudah ditemukan di berbagai sudut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) termasuk di Kota yang. Dari warung pinggir jalan hingga kios kecil di pemukiman padat, rokok tanpa pita cukai ini perlahan tapi pasti mulai menguasai pasar lokal, menggusur dominasi rokok legal yang harganya kian menjulang.

Fenomena ini tak lepas dari strategi harga murah yang ditawarkan rokok UFO. Bentuk kemasannya tergolong menarik dan modern. Dengan desain simpel dan mencolok, UFO Mild seolah memposisikan diri sebagai produk “gaul” dan bisa diterima kalangan muda dan bahkan bisa dibeli ketengan dengan cepat menyasar kalangan rentan yaitu para pelajar dan kaula muda.

Keberadaan rokok ilegal ini jelas merugikan negara. Berdasarkan kalkulasi kasar, dari setiap bungkus rokok ilegal yang beredar, negara kehilangan potensi penerimaan cukai. Jika dalam sebulan ribuan bungkus UFO Mild beredar di Kepri saja, maka kerugian negara bisa mencapai miliaran rupiah per tahun.

Namun, di balik kerugian negara itu, keuntungan luar biasa justru dinikmati oleh para produsen dan distributor rokok ilegal. Tanpa beban pajak, tanpa regulasi produksi, dan tanpa biaya legalitas, keuntungan dari penjualan rokok UFO bisa mencapai dua kali lipat dari modal produksi.

Tak hanya produsen, para pengecer pun turut diuntungkan. Mereka mendapatkan margin keuntungan besar dari penjualan UFO Mild, apalagi permintaan pasar kian meningkat. Dari pelabuhan tikus hingga jalur distribusi darat, rokok UFO diduga masuk melalui jaringan penyelundupan yang telah lama eksis di kawasan pesisir Kepri.

Sayangnya, fenomena ini seolah luput dari pengawasan aparat. Hingga kini belum ada tindakan tegas yang terlihat dari pihak Bea Cukai Kepri. Keberadaan rokok UFO yang beredar secara terbuka di warung-warung justru menimbulkan pertanyaan besar ke mana peran pengawasan institusi penegak hukum?

Tak sedikit masyarakat mulai menyindir Bea Cukai yang dinilai lebih sibuk mengejar pelanggaran kecil, sementara rokok ilegal beredar terang-terangan tanpa hambatan.

“Kalau anak sekolah bisa beli rokok UFO di warung dekat rumah, masa petugas Bea Cukai tidak tahu?” ucap seorang warga

Kekhawatiran lain datang dari kalangan pendidikan. Indah Rukmana Sari, menurutnya Rokok UFO yang murah dan mudah didapat bisa menjadi gerbang awal bagi anak-anak dan pelajar untuk terjerumus dalam kecanduan nikotin.

“Harga yang ramah kantong membuat rokok ini jadi pilihan utama bagi remaja yang baru mencoba-coba merokok, strategi menghancurkan anak bangsa dengan memainkan design kemasan rokok yang tampak gaul,” Katanya.

Ia menyebutkan, kemudahan akses rokok ilegal seperti UFO merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Tanpa ada pembatasan dan pengawasan ketat, generasi produktif bangsa akan perlahan-lahan mengalami penurunan kualitas akibat kecanduan rokok sejak dini.

Pemerintah daerah pun belum terlihat sigap. Seharusnya, pemda bisa menggandeng aparat keamanan dan Bea Cukai untuk melakukan penindakan dan pengawasan lebih ketat di lapangan. Apalagi Kepri merupakan wilayah perbatasan yang rawan dijadikan pintu masuk barang ilegal dari luar negeri.

Meningkatnya peredaran rokok UFO Mild juga menunjukkan lemahnya sistem distribusi dan penindakan barang kena cukai di wilayah ini. Jalur laut dan pelabuhan kecil yang tersebar luas di Kepri menjadi celah empuk bagi para pelaku usaha rokok ilegal untuk terus beroperasi dan memperluas pasar.

Konsumen rokok ilegal ini tidak hanya berasal dari kelas bawah. Banyak buruh, pekerja lepas, bahkan sopir ojek online yang memilih UFO karena murah. Hal ini mencerminkan realita bahwa kondisi ekonomi masyarakat semakin mendorong mereka untuk memilih barang murah meski ilegal.

Jika tren ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin UFO Mild akan mendominasi pasar lokal di Kepri terutama di Batam. Negara akan kehilangan triliunan dari cukai, sementara pengusaha rokok UFO Mild ilegal terus meraup untung tanpa menyumbang apa pun ke kas negara.

Pemerintah pusat dan daerah harus segera bertindak. Penertiban rokok ilegal UFO Mild, tak bisa ditunda. Jika tidak, maka yang jadi korban bukan hanya keuangan negara, tetapi juga masa depan anak-anak Kepri yang tergiur rokok murah ketengan, tanpa sadar tengah menapaki jalan panjang kecanduan. (Tim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Volume Peti Kemas Direct Call Tembus 58 Ribu TEUs, TPK Batu Ampar Kian Kokoh sebagai Gerbang Logistik Internasional

PETI KEMAS

9info.co.id | BATAM – Kinerja layanan direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Berdasarkan data operasional Batu Ampar Container Terminal, jumlah direct call internasional pada Januari-Mei 2026 mencapai 106 call meningkat 212% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatatkan 34 call.

Dari sisi volume peti kemas tercatat sebanyak 58.237 TEUs atau meningkat 125% dari 25.904 TEUs peti kemas direct call di periode Januari-Mei 2025.

Peningkatan jumlah kunjungan kapal dan volume peti kemas pelayaran langsung atau direct call tersebut menjadi indikator semakin kuatnya daya saing pelabuhan Batam dalam mendukung arus perdagangan internasional dan konektivitas logistik kawasan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menilai perkembangan tersebut menjadi bukti semakin kuatnya posisi Batam dalam jaringan logistik regional, khususnya di jalur perdagangan internasional kawasan Selat Malaka.

“Jaringan direct call internasional TPK Batu Ampar saat ini telah menjangkau sedikitnya tujuh negara utama di Asia. Konektivitas ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kelancaran rantai pasok dan memperkuat peran Batam sebagai pusat logistik, perdagangan, dan industri yang terintegrasi dengan pasar global,” jelas Denny yang turut didampingi Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni di Batam Centre, Selasa (2/6).

Ia berkomitmen bahwa pihaknya akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan bersama mitra pengelola, termasuk pengembangan fasilitas terminal, digitalisasi layanan, serta kolaborasi dengan pelayaran internasional guna membuka peluang rute-rute baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional.

“Ke depan, BP Batam bersama mitra pengelola akan terus memperkuat konektivitas internasional melalui peningkatan kapasitas terminal, optimalisasi layanan, dan perluasan kerja sama dengan pelayaran global. Dengan pertumbuhan direct call dari sisi kunjungan kapal dan volume peti kemas, Terminal Peti Kemas Batu Ampar semakin menunjukkan perannya sebagai gerbang logistik internasional yang strategis dan pusat distribusi perdagangan di kawasan Selat Malaka,” tegas Denny.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni, menambahkan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelayaran internasional terhadap layanan dan fasilitas di TPK Batu Ampar.

“Peningkatan frekuensi layanan dan volume peti kemas direct call menjadi indikator bahwa berbagai upaya peningkatan layanan, efisiensi operasional, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan yang dilakukan BP Batam telah berjalan pada arah yang tepat,” ujar Benny.

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan frekuensi layanan dari pelayaran eksisting serta hadirnya layanan baru.

Jika pada periode Januari-Mei 2025 direct call internasional hanya dilayani oleh SITC dan Evergreen, maka pada periode Januari-Mei 2026 jaringan layanan tersebut semakin diperkuat dengan bergabungnya Samudera dan COSCO Shipping.

Disebutkan, layanan direct call internasional dilayani oleh SITC sebanyak 55 call dengan volume 32.266 TEUs, Evergreen sebanyak 30 call dengan volume 14.792 TEUs, Samudera sebanyak 11 call dengan volume 7.103 TEUs, serta COSCO Shipping sebanyak 10 call dengan volume 4.077 TEUs.

Menurut Benny, kehadiran layanan baru tersebut memperluas pilihan konektivitas bagi pelaku usaha dan memberikan efisiensi yang lebih baik dalam distribusi barang ekspor maupun impor.

“Semakin banyaknya pelayaran yang membuka layanan direct call ke Terminal Peti Kemas Batu Ampar memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha karena dapat mempersingkat waktu pengiriman, meningkatkan kepastian jadwal, serta menekan biaya logistik. Hal ini tentu akan mendukung daya saing industri dan investasi di Kota Batam sebagai komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam,” tambahnya.

Dari sisi konektivitas, layanan direct call internasional TPK Batu Ampar saat ini telah terhubung langsung dengan berbagai pelabuhan utama di Asia, antara lain Shanghai, Ningbo, Shekou, Nansha, Yangpu, dan Qinzhou di Tiongkok; Haiphong dan Ho Chi Minh City di Vietnam; Port Klang, Kuantan, Kota Kinabalu, dan Kuching di Malaysia; Singapura; Laem Chabang di Thailand; Sihanoukville di Kamboja; serta Yangon di Myanmar. (F/AP)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain