Connect with us

9info.co.id– Ditengah Pandemi covid-19, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Kepulauan Riau bersama Polda Kepri menggelar bakti sosial (Baksos) di Panti Asuhan.

Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Kepri, Irmawati Puji Lestari mengatakan, terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini, atas support dan kerjasama dengan pihak Polda Kepri.


“Pelaksanaan bakti sosial pembagian paket sembako oleh IPM tidak terlepas dari support dan kerjasama dari pihak Polda Kepri”, jelasnya.

“Untuk tahun ini, kegiatan bakti sosial dilaksanakan di wilayah kecamatan Batu aji dan Sagulung, diantaranya, Panti asuhan/LKSA Hizbul Wathan di Villa Paradise Batu aji, Panti asuhan Muhammadiyah Al-Anshory Sei Langkai Sagulung, dan Panti asuhan An-Nuur dibawah naungan Yayasan Bina Bangsa Batam, di Kavling Dapur 12 Sagulung. Adapun jumlah paket bantuan sembako yang kita berikan kepada 3 panti asuhan tersebut, sekitar 100 paket”,terangnya.

Hal senada disampaikan Rian Arif dari pengurus Lazismu Kota Batam, dia mengapresiasi kegiatan baksos pemberian sembako ke panti asuhan oleh IPM Kepri.
“IPM kedepan bisa memberikan kontribusi positif untuk membangun Kepri yang berkemajuan, sebab tidak dapat dipungkiri, untuk melihat masa depan Provinsi Kepri 10 hingga 20 tahun kedepan berada dipuncak para pelajar dan pemuda saat ini, untuk itu, perlu di pertahankan bentuk kepedulian seperti ini”, jelasnya.

Kegiatan Bakti Sosial oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Kepri ini pun, tampak disupport oleh Kapolda Kepri melalui kehadiran kasubdit V Ditintelkam Polda Kepri, Kompol Edi Buce dan Beberapa Personil dari Polda Kepri.

Kasubdit Dit Intel Polda Kepri, Kompol Edi Buce pun tetap mengapresiasi kegiatan Yang dilakukan oleh IPM, dan Pada saat Pemaksaan bakti sosial, Dia pun berpesan kepada seluruh pengurus yayasan panti asuhan , untuk tetap menjaga dan menerapkan protkes dalam setiap kegiatan, sebab saat ini, Kepri Khususnya kota Batam, Kasus baru Covid -19, cluster baru Omicron, sudah terdeteksi dan puluhan warga Batam sudah menjalani perawatan akibat kasus Omicron tersebut.

“Tetap waspada dan patuhi protkes sesuai arahan dan instruksi pemerintah, sehingga persoalan kasus Covid Varian Baru Omicron bisa kita atasi”, tegas Kompol Edi Buce. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Komunitas Batak di Batam Rindukan Sopo Godang dan Rumah Duka, IKABSU Kepri Ajak Tokoh Duduk Bersama

IKABSU

9info.co.id | BATAM – Komunitas Batak di Kota Batam merindukan hadirnya Sopo Godang atau gedung serbaguna yang dapat digunakan sebagai tempat pelaksanaan pesta adat sekaligus rumah duka bagi warga asal Sumatera Utara di Batam.

‎Kerinduan tersebut disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Provinsi Kepulauan Riau, Jhonson Fidoli Sibuea. Ia menilai keberadaan sarana dan prasarana khusus bagi masyarakat Batak sudah menjadi kebutuhan mendesak, mengingat banyak warga Sumatera Utara di Batam yang kesulitan mendapatkan tempat saat menggelar kegiatan adat maupun acara kedukaan.

‎“kami merindukan adanya kesepahaman dan komitmen bersama untuk memikirkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat Batak di Batam,” ujar Jhonson.

‎Menurutnya, pihak IKABSU memperoleh informasi bahwa komunitas Batak sebelumnya pernah mendapatkan alokasi lahan melalui salah satu organisasi masyarakat, yakni Isenabasa, dari BP Batam.

‎Lahan tersebut disebut berada di sekitar kawasan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Dinas Kesehatan Batam atau wilayah Perumahan Puri Legenda dengan luas sekitar 2,5 hektare.

‎Jhonson menilai lokasi itu sangat strategis apabila dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat Sumatera Utara, termasuk pembangunan gedung serbaguna dan rumah duka representatif bagi komunitas Batak di Batam.

‎“Masyarakat Sumut sangat rindu adanya fasilitas gedung serbaguna dan rumah duka. Selama ini warga cukup sulit mendapatkan tempat apabila ada pesta adat maupun saat berduka,” katanya.

‎Dalam perjalanannya, lanjut dia, pihaknya juga mendapat informasi terkait keberadaan lahan organisasi asal Sumatera Utara yang dikenal dengan lima puak.

Karena itu, ia berharap seluruh tokoh dan komunitas Batak di Batam dapat duduk bersama dan menyamakan persepsi demi mewujudkan pembangunan fasilitas bersama tersebut.

‎“Kami ingin tokoh dan komunitas Batak yang ada di Batam bisa duduk bersama dan menyamakan persepsi agar fasilitas ini dapat terwujud dan dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

‎Jhonson juga mempertanyakan perkembangan dan status lahan yang disebut telah lama dialokasikan tersebut. Pasalnya, menurut informasi yang diterima, sebelumnya sudah pernah ada rencana pembangunan Sopo Godang di lokasi itu, namun hingga kini belum terealisasi dan status lahannya belum jelas.

‎“Warga membutuhkan fasilitas untuk membantu kegiatan pesta adat maupun saat berduka. Kami berharap para orang tua dan tokoh masyarakat dapat duduk bersama membahas kelanjutan lokasi lahan tersebut,” tutupnya.

‎Hingga saat ini, awak media belum memperoleh konfirmasi dari pihak BP Batam selaku pihak yang disebut mengalokasikan lahan maupun dari organisasi masyarakat Isenabasa yang diduga sebagai penerima alokasi lahan tersebut. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain