Connect with us

9info.co.id | BATAM – Di tengah ketatnya persaingan industri, dua hal kini menjadi kunci keberhasilan para pelaku usaha yaitu kecepatan produksi dan kualitas produk. Namun di balik keduanya, ada satu fondasi penting yang tak bisa diabaikan, khususnya pasokan listrik yang andal, stabil, dan tanpa gangguan.

Menyadari peran krusial kelistrikan dalam ekosistem bisnis, PLN Batam menghadirkan Layanan Khusus Platinum sebagai solusi terdepan untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan industri dengan standar tertinggi. Layanan ini dirancang khusus agar pelanggan industri mendapatkan jaminan kontinuitas energi, minim gangguan, serta keunggulan teknis yang belum pernah ada sebelumnya.

Layanan Platinum PLN Batam bukan hanya sekadar distribusi listrik biasa. Ini adalah bentuk kemitraan strategis PLN Batam kepada pelanggan prioritas dengan berbagai fitur unggulan. Melalui layanan ini PLN Batam menyediakan layanan listrik premium dengan jaminan keandalan tinggi bagi pelanggan industri. Pasokan listrik berasal dari dua gardu induk melalui sistem otomatis yang menjamin kontinuitas layanan tanpa gangguan, bahkan saat terjadi krisis pasokan. Pelanggan juga dibebaskan dari sistem pemadaman bergilir (load curtailment) dan tidak terpengaruh sistem pemutus otomatis frekuensi rendah (UFR).

Layanan Platinum ditujukan bagi pelanggan dengan daya minimum 240 kVA dan mendukung operasi paralel dengan pembangkit mandiri non-intermiten. Komitmen terhadap kualitas tercermin dalam perjanjian layanan (SLA) tanpa toleransi padam—menjamin nol pemadaman dalam satu bulan.

Mewakili suara dari dunia usaha, Syahrial Bakhtiar perwakilan dari PT McDermott Indonesia, salah satu pelanggan industri pertama yang beralih ke skema layanan Platinum PLN Batam mengatakan maanfaat yang dirasakan perusahaannya.

“Industri masa kini tak bisa lagi bertoleransi pada listrik yang fluktuatif. Kebutuhan kami sangat spesifik, dan layanan ini menjawab semuanya,” ujar Syahrial.

“Kami merasa lebih nyaman dalam menjalankan kegiatan usaha dari sisi kelistrikan dan kami sangat menyambut baik inovasi ini,” tambahnya lagi.

Tahun ini, PLN Batam mencatat antusiasme tinggi dari berbagai kawasan industri Kota Batam. Semakin banyak perusahaan beralih ke layanan Platinum, menandakan tingkat kepercayaan tinggi terhadap kualitas dan keandalan listrik yang disediakan PLN Batam.

Selain menjamin kelangsungan produksi, layanan ini juga mendukung perencanaan ekspansi tanpa kekhawatiran gangguan pasokan listrik.

“Layanan khusus bukan hanya soal teknis. Ini adalah bentuk komitmen PLN Batam untuk hadir sebagai mitra strategis dalam pertumbuhan industri,” ujar Kwin Fo, Dirut PT PLN Batam.

PLN Batam terus melakukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur kelistrikan untuk menjangkau lebih banyak kawasan industri serta memenuhi SLA yang ditetapkan secara konsisten.

Dengan sinergi antara PLN Batam dan pelaku industri, energi andal kini bukan lagi sekadar harapan, melainkan telah menjadi realitas yang menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Batam.

“Kami percaya bahwa dengan infrastruktur kelistrikan yang solid dan kemitraan erat dengan industri, Kota Batam akan melaju lebih cepat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Kawasan Industri,” pungkas Kwin Fo.(FQ)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain