Connect with us

9Info.co.id | BATAM  – Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., bersama HDCI kota Batam  H. Taba Iskandar, S.H., M.H., M.Si., didampingi Wakapolda Kepri, Kapolresta Barelang dan PJU Polda Kepri laksanakan Safari Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Pembagian Takjil Keliling Dan Buka Bersama di kota Batam. Kamis (21/3/2024).

Pada kegiatan Safari Ramadhan. Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., bersama HDCI kota Batam, rute yang di lalui yaitu Start dimulai dari Kepri Mall – Pollux Habibie – Simpang Masjid Raya – Kantor BP Batam – Mitra 10 – Seruni – Simpang Glael – Sei Panas – Terowongan – Pelita – Masjid Ibnu Sina – Nagoya Hill – Nagoya Plaza – JL Raden Patah. Sesampainya di Simpang Indomobil Batam, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., beserta rombongan melaksanakan kegiatan pembagian Takjil buka puasa kepada masyarakat kota Batam dengan jumlah takjil yang dibagikan sebanyak 1000 pcs.

Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H

Kapolda Kepri – Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H

Usai kegiatan pembagian takjil buka puasa disimpang Indomobil, kegiatan dilanjutkan bergerak melewati simpang Indosat – Fly Over – Simpang KDA – Lampu Merah KBC – Botania 2 – Simpang Cikitsu – Dota Mana – Bundaran Bandara Hang Nadim – Batu Besar – Munuju Nongsa Point Marina Batam.

Tidak hanya berbagi takjil, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., beserta rombongan HDCI kota Batam juga memberikan Santunan kepada Panti Asuhan Islamic Centre Nahdhatul Wathan dan memberikan Sumbangan untuk Pembangunan Masjid Al Karimul Jannah Batu Besar.

Disamping mengadakan Safari Ramadhan, Polda Kepri juga meningkatkan pengamanan Cipta kondisi melalui Operasi rutin maupun KRYD guna menciptakan Kamtibmas yang kondusif sejuk dan nyaman dibulan Ramadhan ini. Kapolda Kepri menghimbau agar seluruh masyarakat untuk aktif berperan serta dalam menjaga keamanan lingkungan, dengan memberikan informasi kepada pihak Kepolisian apabila menemui gangguan Kamtibmas.

“Terakhir, dalam kesempatan yang sama, Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si, menambahkan untuk masyarakat yang ingin mengadukan atau melihat kejahatan serta memerlukan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center polisi 110 atau unduh aplikasi Polri Super Apps di Googleplay/APP Store,”- Tutup Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si. (DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

9info.co.id | BATAM – Tragedi meninggalnya dua anak akibat tenggelam di kawasan dekat Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, memicu desakan keras kepada BP Batam untuk segera mengevaluasi alokasi lahan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

‎Tokoh masyarakat Sei Beduk, Asian Sinaga, meminta BP Batam turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap keberadaan kolam dan area bukit di sekitar perumahan yang selama ini kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.

‎Menurut Asian Sinaga, kondisi kolam yang cukup dalam sangat berisiko dan dikhawatirkan kembali memakan korban jiwa apabila tidak segera ditimbun atau diamankan. Senin (25/05/2026).

‎“Lokasi itu sangat berbahaya karena sering dijadikan tempat bermain anak-anak. Kami meminta BP Batam mengevaluasi alokasi lahan tersebut apabila memang tidak dimanfaatkan,” ujar Asian Sinaga.

‎Asian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SDN 08 Kelurahan Duriangkang menegaskan, tragedi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terlebih salah satu korban diketahui merupakan siswa di sekolah tersebut.

‎“Jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Kami berharap pemilik lahan segera menimbun kolam tersebut demi keselamatan warga,” tegasnya.

‎Persoalan itu bahkan telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Batam yang turut dihadiri pihak BP Batam, Camat Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, perwakilan warga, serta pengurus RT dan RW Perumahan Oleana Park.

‎Sementara itu, pihak pengembang Oleana Park melalui perwakilannya, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, telah turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada Jumat (15/05/2026).

‎Reevan menjelaskan, kolam tempat terjadinya musibah bukan merupakan lahan milik perusahaan maupun berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

‎“Lokasi kolam tersebut bukan lahan kami dan tidak berada dalam kawasan PL perusahaan kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya Anggota DPRD Kota Batam Jimmy Siburian, untuk memfasilitasi pemilik lahan agar lokasi kolam tersebut dapat segera ditimbun,” ujar Reevan.

‎Ia menambahkan, pihak pengembang juga akan meminta izin kepada pemilik lahan terkait rencana penimbunan kolam tersebut.

‎“Terkait kolam tersebut akan kami koordinasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan,” tambahnya.

‎Selain meninjau lokasi kejadian, pihak pengembang juga mendatangi rumah keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian serta belasungkawa.

‎“Kami hadir sebagai pengembang Perumahan Oleana Park dan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Reevan.

‎Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, juga berharap seluruh pihak segera mengambil langkah nyata demi keselamatan warga, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎“Kami meminta agar kolam tersebut segera ditimbun. Kami juga mengapresiasi niat baik dan empati pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujarnya.

‎Peristiwa tragis yang merenggut nyawa dua anak itu kini menjadi perhatian masyarakat Sei Beduk. Warga berharap pemerintah dan pemilik lahan segera mengambil tindakan cepat agar kolam berbahaya tersebut tidak kembali menjadi “jebakan maut” bagi anak-anak di kawasan Tanjung Piayu. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain