Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Singapura, Senin, (29/9/2025).

Sepanjang kunjungannya di sana, Amsakar turut didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Mengawali kunjungan, Amsakar Achmad disambut hangat oleh Konsulat Jenderal Singapura untuk Batam, Gavin Ang.

Bersama Gavin, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra dibalut dengan kegiatan informal meliputi diskusi dan jamuan siang.

Sore hari, sebelum bertolak kembali ke Batam, Amsakar Achmad bertemu Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan di Gedung Kementrian Luar Negeri (MFA) Singapura.

Pertemuan berlangsung hangat dan akrab. Pertemuan itu sebagai bentuk hubungan erat antara Batam dan Singapura yang telah lama terjalin.

“Batam merupakan tetangga terdekat kami dari Indonesia, kami telah menjalin kemitraan yang kuat sejak lama,” ujar Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan usai pertemuan.

Vivian Balakrishnan menyatakan pemerintah Singapura mendukung penuh kolaborasi antara Batam, Indonesia dan Singapura sebagai bagian dari akselerasi ekonomi kedua wilayah.

“Kami mendorong ide dan gagasan inovatif yang akan dikembangkan untuk masa depan yang cerah dan lebih baik bagi kedua wilayah” serunya.

Sementara, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengaku terkesan atas sambutan hangat Singapura kepada pihaknya. Amsakar menyebut eratnya hubungan Batam dan Singapura dapat mendorong peluang investasi dan ekonomi baru.

“Kita sangat berbahagia di terima oleh Pak Menteri langsung dan kita bercerita banyak hal, mulai dari Sejarah latar belakang kebersamaan sampai dengan pengembangan yang tengah dilakukan,” ungkap Amsakar.

Dihadapan Vivian, Amsakar juga menyampaikan Singapura adalah sahabat Batam, dan Batam siap menyambut baik setiap peluang kolaborasi demi memperkuat ekonomi kedua wilayah.

“Atas doa dan dukungan Pak Menteri, kita ingin menjadikan Batam lebih hebat dan lebih cepat lagi kedepannya,” ujar Amsakar.

Terakhir, ia menyatakan komitmen BP Batam untuk mendukung proses investasi Singapura di Kota Batam. Mengingat, Batam tengah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung dunia usaha dan memacu iklim investasi yang inklusif.

“Pak Presiden sudah memberikan berbagai regulasi untuk membuat Batam ini menjadi lebih cepat lagi kedepannya,” pungkas Amsakar mengakhiri.

Diketahui, investasi Singapura di Batam pada Semester I 2025 menjadi paling terbesar dengan nilai investasi Rp 7,9 triliun. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain