9info.co.id- Pelaksanaan Pesta Bona taon Parsadaan pomparan Toga Sinaga dohot boru (PPTSB) se kota Batam berlangsung meriah. Kegiatan yang di gelar di Gedung serbaguna HKBP Batu Aji lama ini pun tampak dihadiri langsung oleh pengurus DPP PPTSB yakni wakil ketua I , DR.Timbul Sinaga, Bupati Simalungun sekaligus mantan ketua PPTSB DPW Kepri, Radiapoh H.Sinaga, SH,MH. Serta pengurus DPC PPTSB se Kepulauan Riau, Minggu ( 27/03/22).
Ketua Panitia Pesta Bona taon PPTSB se Kota Batam, Bisker Sinaga menyempaikan apresiasi atas antusias keluarga besar PPTSB yang hadir dalam pesta Bona taon ini.
“Terlaksananya Pesta bona taon PPTSB Kota Batam tahun 2022 ini, berkat Kerjasama dan solidnya rasa pemahaman keluarga besar Toga sinaga untuk menjalin kebersamaan untuk meningkatkan jalinan silaturahmi,”terang Bisker.
Foto Bersama Panitia Pesta
“Melihat Jumlah anggota keluarga besar Toga sinaga se Kota Batam telah mencapai sekitar 6000 jiwa, maka saat ini kepengurusan PPTSB Kota batam telah terbagi menjadi dua cabang, yakni DPC PPTSB Batam barat yang dipimpin oleh Anggota DPRD Provinsi Kepri, Sahmadin Sinaga, SE.MM., dan DPC PPTSB Batam Timur dinahkodai oleh Mawe Sinaga, ST,” tambahnya.
Atas kepercayaan dua DPC PPTSB Batam ini lah Panitia melaksanakan pesta Bona taon PPTSB se Kota Batam, sekaligus pelaksanaan Pelantikan PPTSB DPW Kepri yang saat ini telah di amanahkan kepada Ir.Ediaman Sinaga, jelas Bisker.
“Selaku Ketua Panitia, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga untyk seluruh keluarga besar Toga Sinaga, DPP PPTSB yang dihadiri oleh wakil ketua I , DR.Timbul Sinaga, Bupati Simalungun, Radipaoh H.Sinaga,SH.MH.,Ketua PPTSB DPC Batam Barat Sahmadin sinaga, SE.MM, Dan Ketua PPTSB Batam Timur Mawe Sinaga, ST.”terang Bisker.
“Selamat dan sukses atas terselenggaranya acara pesta bona taon, sekaligus pelantikan pengurus PPTSB DPW Kepri. Semoga dengan jalinan silaturahmi ini, Keluarga besar Toga Sinaga Semakin eksis dan solid serta mampu berkontribusi untuk pembangunan Kota Batam,” tutupnya. (mat)
MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat
9info.co.id | BATAM – Peran relawan dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat perhatian.
Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).
Undangan tersebut menjadi sorotan karena REL-MBG merupakan salah satu elemen masyarakat yang bergerak mengawal implementasi program MBG di tingkat daerah.
Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepri, pada Rabu (12/8/2026) lalu.
Kunjungan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk melihat secara langsung pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat peran jaringan relawan di daerah.
Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).
Bukan Sekadar Seremonial
REL-MBG menegaskan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaan MBG. Organisasi ini diarahkan menjadi mitra strategis non-struktural yang ikut mendorong pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Di tingkat daerah, pengawalan dapat dilakukan melalui pemantauan aktivitas SPPG, perhatian terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan, kecukupan gizi, hingga kelancaran distribusi makanan kepada penerima manfaat.
REL-MBG juga mendorong agar pelaksanaan MBG memberikan efek ekonomi bagi masyarakat setempat dengan melibatkan petani, pedagang, pelaku UMKM, serta pemasok lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan.
Bagi Kepri, tantangan tersebut menjadi semakin penting mengingat karakter wilayah kepulauan yang memiliki kondisi geografis dan akses distribusi berbeda dibandingkan daerah lainnya.
Ketua DPW REL-MBG Kepri, Isye Lombogia, menegaskan jajaran yang dipimpinnya siap memperkuat konsolidasi dan menjalankan amanah organisasi dari tingkat pusat.
“Kepri akan solid menjalankan amanah dari pusat. Kami siap mengawal dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Isye.
Undangan ke Istana Jadi Momentum Penguatan Organisasi
Isye menilai undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Istana bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membangun koordinasi antara jaringan relawan di daerah dengan gerakan nasional mendukung program MBG.
Menurutnya, keberhasilan MBG membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran utama dalam penyelenggaraan program, sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui partisipasi, pengawasan, serta penyampaian aspirasi dari lapangan.
“Kami tidak ingin MBG hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus memberikan manfaat yang nyata, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam
Kepri Siap Perkuat Pengawasan dari Lapangan
REL-MBG Kepri menyatakan akan terus membangun koordinasi dengan SPPG, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan.
Pengawasan sosial dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi, terutama berkaitan dengan kualitas makanan, keamanan pangan, distribusi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
Momentum konsolidasi setelah kunjungan Muhammad Qodari ke Batam pun menjadi titik penting bagi REL-MBG Kepri untuk memperkuat jaringan organisasi di wilayah tersebut.
Isye menegaskan, Kepri siap berdiri di garis depan dalam mengawal pelaksanaan MBG, bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai bagian dari gerakan gotong royong masyarakat untuk memastikan program strategis tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya. (Mat).