Connect with us

9info.co.id | BATAM– Anggota DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga, yang akrab disapa Ibu Wulan dari Partai Hanura, menggelar reses dalam masa persidangan II Tahun 2025 di Komplek GreenTown RT 03, RW 10, Bengkong. Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat, tokoh masyarakat, serta Ketua RT, yang menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan untuk kemajuan lingkungan.

Dalam sambutannya, Ketua RT, Japar, mengapresiasi kerja keras Ibu Wulan dalam memperjuangkan perbaikan lampu jalan di 17 titik. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan dan komitmen Ibu Wulan dalam memperjuangkan kepentingan warga.

“Kami melihat langsung bagaimana Ibu Wulan gigih memperjuangkan aspirasi kami. Harapan kami ke depan, warga tidak perlu ragu untuk menyampaikan keluhan dan usulan,” ujar Japar.

Selain perbaikan lampu jalan, warga juga menyampaikan sejumlah permasalahan yang masih membutuhkan perhatian. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengelolaan sampah, yang dinilai perlu dibenahi agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Warga mengeluhkan kurangnya armada pengangkut sampah, sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) belum beroperasi secara maksimal.

Menanggapi hal ini, Ibu Wulan memastikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak tinggal diam dan telah meminta penambahan armada pengangkut sampah. Pemerintah Kota Batam telah menyetujui pengadaan armada baru, yang rencananya akan mulai beroperasi pada bulan Maret mendatang.

“Saya sudah berkoordinasi dengan DLH dan armada baru akan segera beroperasi. Jika ada sampah yang tidak terangkat, warga bisa langsung menghubungi saya, dan saya akan segera menindaklanjutinya,” ujar Ibu Wulan.

Tak hanya itu, Sembiring, seorang pendeta yang turut hadir dalam reses, menyampaikan keluhan terkait keamanan lingkungan. Ia menyoroti kondisi portal yang belum maksimal setelah pelebaran jalan, yang menyebabkan lingkungan menjadi rawan, terutama setelah insiden pencurian kabel pada Desember lalu. Selain itu, ia juga mengangkat permasalahan akses layanan BPJS yang masih dirasa menyulitkan sebagian warga.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ibu Wulan berjanji akan menindaklanjuti dan memperjuangkan usulan-usulan warga. Ia menegaskan bahwa semua masukan akan menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

“Saya hadir di sini untuk mendengarkan langsung keluhan bapak dan ibu sekalian. Semua permasalahan yang disampaikan akan kami perjuangkan agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkas Ibu Wulan.

Reses ini menjadi kesempatan penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lingkungan mereka, sekaligus memberikan apresiasi kepada Ibu Wulan atas upayanya dalam memperjuangkan perbaikan infrastruktur dan layanan publik di Kota Batam.(DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

BP Batam Dorong Data Center Bangun Infrastruktur SWRO, Pasokan Air Masyarakat Terjaga Melalui Waduk

9info.co.id | BATAM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mendorong pembangunan instalasi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut untuk menunjang kebutuhan dasar di kawasan industri data centre khususnya Kabil dan KEK Nongsa.

Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen pemenuhan kebutuhan air dalam investasi data centre di Batam yang harus sejalan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Artinya, pemenuhan kebutuhan air bagi data center akan dipenuhi dengan pembangunan SWRO secara mandiri, tanpa menganggu suplai air waduk bagi masyarakat Kota Batam.

Dari 10 rencana pengembangan Data Centre ke depan, tercatat satu telah beroperasi dan menyambut baik harapan pemerintah untuk pembangunan SWRO secara mandiri. Diikuti dengan Data Centre lainnya yang juga akan mengembangkan skema tersebut.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, setiap investasi data centre wajib membangun instalasi SWRO untuk kebutuhan operasionalnya.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya BP Batam memastikan pertumbuhan industri tidak berjalan sendiri, tetapi turut memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan air bagi industri tidak boleh sepenuhnya menambah beban terhadap sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Batam.

“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO,” katanya di Batam Centre, Rabu (23/9).

Batam disebutkan, dalam dua hingga tiga tahun mendatang diproyeksi akan memiliki peningkatan kapasitas produksi air melalui SWRO sebanyak +- 750 liter/detik pada tahap awal dan terus meningkat pada tahap berikutnya mencapai +- 1.000 liter/detik melalui pembangunan SWRO di dua Kawasan tersebut, yaitu KEK Nongsa dan Kawasan industri Kabil.

“Ini betul-betul komplementer, saling melengkapi antara kebijakan kita dengan kepentingan pelaku usaha, tanpa menganggu kapasitas produksi waduk untuk masyarakat ke depan.” ujarnya.

Peluang untuk Kebutuhan Masyarakat

Keberadaan instalasi SWRO nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan industri. Investasi ini membuka peluang menjaga ketahanan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.

Apabila kapasitas air hasil pengolahan nantinya melebihi kebutuhan operasional data center, kelebihan kapasitas tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Namun, pemanfaatannya tetap akan memperhatikan beberapa aspek, antara lain kapasitas produksi, kualitas air hasil pengolahan dan kesiapan jaringan distribusi.

Amsakar berharap, pendekatan tersebut dapat menjadi upaya strategis dalam mencari sumber air baru seiring meningkatnya kebutuhan Batam sebagai kawasan investasi dan perkotaan.

“Jadi bukan hanya industrinya yang kita pikirkan. Kita juga melihat bagaimana investasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas. Kalau kapasitasnya memungkinkan dan infrastrukturnya siap, tentu ada peluang untuk dimanfaatkan bagi masyarakat,” serunya.

Keberadaan data centre merupakan salah satu sektor strategis untuk mempekuat struktur ekonomi Batam di masa depan. Kehadirannya diharapkan memicu pertumbuhan sektor konstruksi, tenaga kerja profesional dan sektor pendukung lainnya yang dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi lokal.(AG).

Continue Reading

Berita Lain