Connect with us

9info.co.id | BATAM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap para pendeta dan tokoh agama Kristiani dapat menjaga keguyuban antar-umat pasca Pilkada yang telah usai. Hal ini disampaikan Rudi saat bersilaturahmi dan menyerahkan insentif bagi pendeta se-Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (13/12/2024).

“Pilkada sudah selesai, jaga kerukunan, kembali bersatu untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, serta pembangunan di Kota Batam,” ujar Rudi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kota Batam, yang menurutnya membutuhkan inspirasi dan dukungan dari semua pihak. “Pembangunan Batam ini butuh inspirasi kita semua. Kecepatan yang dibangun sudah melebihi kemampuan pegawai,” tambah Rudi.

Rudi mengingatkan bahwa pembangunan yang telah berjalan harus dijaga bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Batam. “Warga Batam butuh hidup yang layak, kita jaga, kita kontrol apa yang baik dan sudah dijalankan. Jika ada yang tidak baik, silakan sampaikan ke pemerintahan ke depan,” pesan Rudi.

Dalam kesempatan yang sama, Rudi menyerahkan secara simbolis insentif kepada 375 pendeta yang hadir. Insentif tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Batam kepada tokoh agama, sebagai penghargaan atas peran mereka dalam menjaga keharmonisan dan membimbing umat. “Insentif ini sebagai bentuk perhatian kami kepada para tokoh agama. Mari kita jaga kekompakan demi kemajuan Batam,” ujar Rudi.

Dengan penyerahan insentif ini, Rudi berharap para pendeta dan tokoh agama lainnya terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Batam. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

9info.co.id | BATAM – PT PLN Batam memahami berbagai masukan dan aspirasi pelanggan terkait pemberian kompensasi atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di wilayah Batam dan Bintan pada 12 Oktober 2026 lalu. Perusahaan menyadari bahwa gangguan tersebut telah berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, serta berbagai sektor pelayanan publik.

Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Vidya Kartika, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian perusahaan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan sistem kelistrikan.

“Terkait pemberian kompensasi, PLN Batam menjelaskan bahwa mekanisme dan perhitungannya mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN Batam, serta Keputusan Direksi PT PLN Batam Nomor 0023.K/DIR/2017,” ujar Vidya.

Vidya menambahkan, dalam ketentuan tersebut, pemberian kompensasi didasarkan pada pencapaian indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang telah ditetapkan. Besaran kompensasi dihitung berdasarkan ketentuan dan parameter yang berlaku dengan mempertimbangkan kategori layanan pelanggan.

Bagi pelanggan reguler pascabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan sesuai formula yang ditetapkan. Sementara bagi pelanggan prabayar, kompensasi diberikan melalui penambahan energi listrik dalam bentuk token dengan nilai yang setara sesuai ketentuan. Adapun pelanggan layanan khusus atau business-to-business (B2B) mengikuti mekanisme kompensasi berdasarkan jenis layanan dan perjanjian yang berlaku.

Proses perhitungan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi data dan indikator mutu pelayanan melalui sistem administrasi pelayanan perusahaan. Dengan mekanisme tersebut, pemberian kompensasi dilaksanakan secara terukur, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, PLN Batam memahami bahwa kepercayaan pelanggan tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kewajiban kompensasi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas dan keandalan pasokan listrik. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, penguatan infrastruktur, serta penyempurnaan langkah-langkah pengamanan dan mitigasi risiko gangguan.

PLN Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, serta menjadikan setiap masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

“Terkait kompensasi ini, kami juga sangat terbuka dan pelanggan dapat melihat langsung besarannya di aplikasi bright by PLN Batam, situs resmi kami, atau mendatangi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Baloi, Nagoya, Tiban, dan Batu Aji,” tutup Vidya. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain