Connect with us

9info.co.id | BATAM – Di tengah tingginya angka pengangguran di Kota Batam, langkah PT New Way Powerindo kembali menuai sorotan publik. Setelah sebelumnya viral karena diduga mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk pekerjaan kasar, kini perusahaan yang bergerak di bidang industri panel surya tersebut diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 17 operator dan 4 staf lokal sebelum masa kontrak mereka berakhir.

Informasi ini diungkapkan salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, langkah PHK tersebut diduga sengaja dilakukan untuk menghindari kebocoran informasi terkait aktivitas internal perusahaan.

“Biar tidak ada lagi mata-mata atau informen di dalam perusahaan,” ungkap sumber tersebut, Senin (25/8/2025).

Sebelumnya, PT New Way Powerindo menjadi perbincangan hangat usai diberitakan mempekerjakan 12 TKA untuk pekerjaan pemasangan plafon. Padahal, banyak warga Batam yang masih menganggur dan membutuhkan pekerjaan.

Menanggapi isu TKA tersebut, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) Kelas I A Batam, Kharisma Rukmana, menjelaskan bahwa 12 WNA tersebut datang ke Indonesia dengan visa C20.

“Mereka didatangkan untuk memasang mesin di PT New Way Powerindo dan mengantongi izin visa C20, sehingga tidak perlu RPTKA,” jelas Kharisma.

Ia menambahkan, setiap TKA tersebut juga memiliki pendamping dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang disiapkan perusahaan guna proses pembinaan.

Sebagai catatan, visa C20 berlaku bagi WNA yang datang untuk kegiatan pemasangan atau perbaikan mesin terkait pembelian mesin dari luar negeri. Visa ini hanya berlaku sekali masuk dengan izin tinggal awal maksimal 60 hari dan dapat diperpanjang.

Meski demikian, kebijakan perusahaan ini tetap memicu kritik. Banyak pihak menilai langkah PT New Way Powerindo tidak peka terhadap kondisi sosial-ekonomi setempat, terutama ketika masyarakat Batam masih bergelut dengan masalah pengangguran dan maraknya PHK di berbagai sektor.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT New Way Powerindo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan PHK 21 pekerja lokal tersebut.(Tim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

9info.co.id | BATAM – PT PLN Batam memahami berbagai masukan dan aspirasi pelanggan terkait pemberian kompensasi atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di wilayah Batam dan Bintan pada 12 Oktober 2026 lalu. Perusahaan menyadari bahwa gangguan tersebut telah berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, serta berbagai sektor pelayanan publik.

Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Vidya Kartika, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian perusahaan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan sistem kelistrikan.

“Terkait pemberian kompensasi, PLN Batam menjelaskan bahwa mekanisme dan perhitungannya mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN Batam, serta Keputusan Direksi PT PLN Batam Nomor 0023.K/DIR/2017,” ujar Vidya.

Vidya menambahkan, dalam ketentuan tersebut, pemberian kompensasi didasarkan pada pencapaian indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang telah ditetapkan. Besaran kompensasi dihitung berdasarkan ketentuan dan parameter yang berlaku dengan mempertimbangkan kategori layanan pelanggan.

Bagi pelanggan reguler pascabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan sesuai formula yang ditetapkan. Sementara bagi pelanggan prabayar, kompensasi diberikan melalui penambahan energi listrik dalam bentuk token dengan nilai yang setara sesuai ketentuan. Adapun pelanggan layanan khusus atau business-to-business (B2B) mengikuti mekanisme kompensasi berdasarkan jenis layanan dan perjanjian yang berlaku.

Proses perhitungan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi data dan indikator mutu pelayanan melalui sistem administrasi pelayanan perusahaan. Dengan mekanisme tersebut, pemberian kompensasi dilaksanakan secara terukur, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, PLN Batam memahami bahwa kepercayaan pelanggan tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kewajiban kompensasi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas dan keandalan pasokan listrik. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, penguatan infrastruktur, serta penyempurnaan langkah-langkah pengamanan dan mitigasi risiko gangguan.

PLN Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, serta menjadikan setiap masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

“Terkait kompensasi ini, kami juga sangat terbuka dan pelanggan dapat melihat langsung besarannya di aplikasi bright by PLN Batam, situs resmi kami, atau mendatangi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Baloi, Nagoya, Tiban, dan Batu Aji,” tutup Vidya. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain