Connect with us

9Info.co.id | BATAM  – Universitas Batam (Uniba) menggelar Pelatihan Sertifikasi Auditor Audit Mutu Internal Tahun 2024. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Batam, Prof.Dr.Ir.Samsul Rizal, M.Eng, IPU, ASEAN, Eng.

Pelatihan di laksanakan selama 2 hari, Kamis (19/9/2024) dan Jumat (20/9/2024) di ruangan Rumengan Hall dengan menghadirkan 3 narasumber dari Universitas Islam Semarang (Unisila) yakni, Dr.Agustina Fitrianingrum, Dr.Mochamad Abdul Basir, M.Pd, Dr. Ns.Suyanto, S.Kep.,M.Kep, Dr. Ir. John Friadi, S.Kom, M. Si.

Adapun pesertanya sebanyak 18 dosen. Di antaranya 15 berasal dari Uniba dan 3 orang berasal dari Universitas Ibnu Sina. Sebelumnya, Uniba hanya memiliki 3 orang auditor. Dengan adanya kegiatan ini, Uniba akan meluluskan 15 auditor internal.

Rektor Universitas Batam, Prof.Dr.Ir.Samsul Rizal, M.Eng, IPU, ASEAN, Eng mengatakan ketiga narasumber ini berasal dari 3 Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Di antaranya LAM Pendidikan, LAM Kesehatan dan LAM Ekonomi.

“Peserta harus banyak bertanya kepada narasumber apabila tidak tahu perihal audit dan jangan segan-segan,” ujar Prof.Samsul.

Dalam pelatihan ini, para peserta akan diberikan pemahaman perihal audit. Untuk memperbaiki mutu setiap semester. Peserta akan mendapatkan sertifikasi sebagai auditor dan mereka akan melakukan audit setiap 6 bulan sekali di setiap prodi.

“Dari hasil temuannya akan diperbaiki apakah kurikulumnya, RPSnya. Dan kita harus sesuaikan kurikulum kita dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita harus sesuaikan anak didik kita dengan visi dan misi di Kepri,” katanya.

Selain itupihaknya ingin menyesuaikan kurikulum. Penyesuaian kurikulum ini akan berlaku disetiap jurusan. Kurikulum ini disebut dengan kurikulum merdeka.

“Misalnya di teknik, sebelum kuliah mereka misalnya sudah bekerja. Kita buka RPL, mereka yang pengalaman pada satu bidang yang memumpuni. Kita lihat, dan kita mengakui di mata kuliahnya, jadi tak harus 4 tahun harus S1. begitu juga jurusan lainnya,” ujarnya.

Wakil Kepala LPPM Uniba, Dr. Ir. Yuanita FD Sidabutar ST. M. Si mengatakan Uniba menyelenggarakan pelatihan sertifikasi audit untuk internal. Pasalnya universitas membutuhkan auditor internal di setiap Program Studi (Prodi).

“Setiap prodi itu membutuhkan persiapan akreditasi. Untuk menuju unggul kami membutuhkan auditor di program studi,” kata Dr. Ir.Yuanita.

Diakuinya 3 orang auditor sebelumnya sangat minim untuk menyeleksi semua prodi. Kegiatan ini sebagai wadah menambah auditor dan legilasi.

“Secara internal, kita harus ada auditnya untuk memperbaiki mutu dan menuju unggul,” tuturnya.

Ditempat yang sama,seorang narasumber Dr.Agustina Fitrianingrum dalam kata sambutannya mengaku ia sangat berbahagia berada di Uniba atas undangannya. Ia berharap kolaborasi penjaminan mutu ini berjalan dengan baik.

“Saya yakin tahapan budaya mutu sudah diterapkan di Uniba,” ujarnya. (AG)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

9info.co.id | BATAM – Tragedi meninggalnya dua anak akibat tenggelam di kawasan dekat Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, memicu desakan keras kepada BP Batam untuk segera mengevaluasi alokasi lahan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

‎Tokoh masyarakat Sei Beduk, Asian Sinaga, meminta BP Batam turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap keberadaan kolam dan area bukit di sekitar perumahan yang selama ini kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.

‎Menurut Asian Sinaga, kondisi kolam yang cukup dalam sangat berisiko dan dikhawatirkan kembali memakan korban jiwa apabila tidak segera ditimbun atau diamankan. Senin (25/05/2026).

‎“Lokasi itu sangat berbahaya karena sering dijadikan tempat bermain anak-anak. Kami meminta BP Batam mengevaluasi alokasi lahan tersebut apabila memang tidak dimanfaatkan,” ujar Asian Sinaga.

‎Asian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SDN 08 Kelurahan Duriangkang menegaskan, tragedi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terlebih salah satu korban diketahui merupakan siswa di sekolah tersebut.

‎“Jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Kami berharap pemilik lahan segera menimbun kolam tersebut demi keselamatan warga,” tegasnya.

‎Persoalan itu bahkan telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Batam yang turut dihadiri pihak BP Batam, Camat Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, perwakilan warga, serta pengurus RT dan RW Perumahan Oleana Park.

‎Sementara itu, pihak pengembang Oleana Park melalui perwakilannya, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, telah turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada Jumat (15/05/2026).

‎Reevan menjelaskan, kolam tempat terjadinya musibah bukan merupakan lahan milik perusahaan maupun berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

‎“Lokasi kolam tersebut bukan lahan kami dan tidak berada dalam kawasan PL perusahaan kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya Anggota DPRD Kota Batam Jimmy Siburian, untuk memfasilitasi pemilik lahan agar lokasi kolam tersebut dapat segera ditimbun,” ujar Reevan.

‎Ia menambahkan, pihak pengembang juga akan meminta izin kepada pemilik lahan terkait rencana penimbunan kolam tersebut.

‎“Terkait kolam tersebut akan kami koordinasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan,” tambahnya.

‎Selain meninjau lokasi kejadian, pihak pengembang juga mendatangi rumah keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian serta belasungkawa.

‎“Kami hadir sebagai pengembang Perumahan Oleana Park dan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Reevan.

‎Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, juga berharap seluruh pihak segera mengambil langkah nyata demi keselamatan warga, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎“Kami meminta agar kolam tersebut segera ditimbun. Kami juga mengapresiasi niat baik dan empati pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujarnya.

‎Peristiwa tragis yang merenggut nyawa dua anak itu kini menjadi perhatian masyarakat Sei Beduk. Warga berharap pemerintah dan pemilik lahan segera mengambil tindakan cepat agar kolam berbahaya tersebut tidak kembali menjadi “jebakan maut” bagi anak-anak di kawasan Tanjung Piayu. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain