Connect with us

9info.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi Safari Ramadhan di Kelurahan Tanjungpiayu, Seibeduk, Ahad (18/4). Ia berbuka puasa bersama masyarakat serta Salat Maghrib di Masjid Al Hidayah Kampung Sukadamai, kemudian Salat Isya, Tarawih sekaligus Witir di Masjid Az-Zaitun, Kavling Pancur.

“Alhamdulilah kita masih melaksanakan Safari Ramadhan, kali ini di Masjid Al-Hidayah dan Masjid Az-Zaitun,” kata Rudi.

Sembari bersafari, Rudi yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepri ini mengajak semua pihak untuk memakmurkan masjid. Tentu saja kearah sana, masjid hendaknya dipersiapkan sebaik mungkin agar jamaah dan yang mengunjungi merasa nyaman.

“Saya yakin kita ibadah pasti ingin cari suasana yang terbaik. Tempat ibadah yang baik, ibadah juga akan lebih baik,” imbuhnya.

Jawabannya adalah, lanjut Rudi, hendaknya memakmurkan masjid hadir dari kesadaran kolektif, termasuk masyarakat (umat muslim). Baru kemudian, jika memungkinkan akan digenapi dengan ‘campur tangan’ pemerintah, dalam bentuk bantuan.

“Jadi saya kira, sempurna dan tidaknya (masjid), tergantung kita semua bapak ibu sekalian,” imbuhnya.

Ia berharap kepada masyarakat, khususnya jamaah yang hadir ikut menyempurnakan masjid yang sudah dibangun. Menurutnya, semakin sempurna masjid akan membuat jamaah semakin fokus dan khusyuk beribadah.

“Saya titip kepada kita semua, mari wujudkan Batam menjadi kota modern dan madani masyarakatnya,” pungkasnya.(Pur)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Ombudsman Kepri Soroti Layanan Administrasi Hingga Masalah Tambang Ilegal di Kecamatan Nongsa

Ombudsman Kepri Soroti Layanan Administrasi Hingga Masalah Tambang Ilegal di Kecamatan Nongsa

9info.co.id | BATAM – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kunjungan lapangan dan berdiskusi langsung di Kantor Kecamatan Nongsa, Kota Batam (20/05/2026).

Pertemuan ini bertujuan untuk memantau langsung kualitas pelayanan publik di tingkat bawah, sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dan aparat pemerintah setempat.

Dalam diskusi bersama perwakilan Kecamatan Nongsa, Kelurahan, serta Bagian Organisasi Pemko Batam, Ombudsman menyoroti tiga isu utama yakni persuratan, tambanh ilegal dan kenyamanan ruang pelayanan.

Ombudsman Kepri menaruh perhatian khusus pada banyaknya keluhan terkait desakan pembuatan Surat Keterangan oleh masyarakat maupun instansi lain—seperti untuk urusan sertifikat tanah (BPN), perbankan, hingga perpindahan barang.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, mengingatkan agar pihak Kelurahan dan Kecamatan tidak dipaksa mengeluarkan surat atau dokumen yang sebenarnya bukan menjadi wewenang.

“Hal ini penting untuk menghindari risiko hukum atau masalah keuangan di masa depan,” pungkasnya.

Ombudsman juga mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Batam yang saat ini sedang memperbaiki Peraturan Wali Kota (Perwako) agar standar pelayanan di seluruh Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Batam menjadi lebih jelas dan seragam.

Isu lingkungan juga menjadi bahasan serius. Pihak kelurahan melaporkan bahwa aktivitas penambangan pasir ilegal masih sering “kucing-kucingan” dan beroperasi pada malam hari (mulai jam 10 malam hingga subuh), seperti di area Kampung Terih/Simpang Peti.

Aktivitas ini sangat membahayakan masyarakat karena ceceran pasir membuat jalan raya menjadi licin, ditambah banyaknya truk lori yang melaju kencang hingga memicu kecelakaan.

Mengingat penindakan tambang ilegal (terutama di hutan lindung) bukan wewenang Kecamatan atau Kelurahan, Ombudsman menyarankan agar Pemko Batam segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Sementara itu, pihak Kecamatan dan Kelurahan bertugas memantau dan memberikan informasi awal.

Ombudsman juga meminta pemerintah memikirkan solusi yang bijak sebelum menutup tambang tersebut, seperti mencarikan lapangan kerja alternatif bagi warga lokal yang terdampak, serta memastikan pasokan pasir legal aman agar harga bahan bangunan di pasar tidak melonjak.

Terakhir, Ombudsman Kepri mengingatkan pentingnya kenyamanan fisik kantor pelayanan.

“Kantor camat dan lurah adalah wajah terdepan pemerintah, sehingga fasilitasnya harus membuat masyarakat nyaman,” ujar Lagat.

Melalui kunjungan ini, Ombudsman Kepri berkomitmen untuk terus mengawal perbaikan layanan publik di Kecamatan Nongsa demi memberikan kepastian hukum, kenyamanan, dan keadilan bagi seluruh warga Kota Batam. (Tim).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain