Connect with us

9info.co.id โ€“ Wali Kota Batam yang juga sebagai Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa di Hanggar Batam Aero Teknik (BAT) Lion Air Group.

Menko Perekonomian, Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menperin beserta rombongan tiba di Bandara Udara Hangnadim sekitar Pukul 10.33 Wib.

Dalam penyambutan itu, Rudi terlihat berbincang-bincang langsung dengan Menko Perekonomian Airlangga, Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menperi membahas perkembangan investasi dan juga terkait penanganan Covid-19 serta pencapaian vaksinasi di Kota Batam.

Terdapat beberapa agenda penting yang akan dilakukan hari ini di Batam, Rabu (27/4/2022).

Adapun, pembahasan itu diantaranya adalah peninjauan hanggar baru KEK Batam Aero Teknik di BAT Hangnadim Batam, peninjauan progres pembangunan akhir Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim Batam yang direncanakan diresmikan pada bulan Mei 2022.

Dilanjutkan peninjauan Nongsa Digital Park di Kinema Studio dan Data Center Indonesia di PT. GDS Hongkong.

Selain di Nongsa, Menko Airlangga, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso dan Menperin Agus juga dijadwalkan meninjau pelabuhan peti kemas Batuampar untuk melihat kondisi dan lokasi penempatan container crane yang nantinya akan digunakan untuk melayani bongkar muat barang.

Setelah dari pelabuhan container dilanjutkan peninjauan pelabuhan penumpang di Terminal Ferry Harbour Bay Batuampar terkait penerapan protokol kesehatan guna pencegahan dan penanganan Covid-19 bagi penumpang yang melakukan perjalanan luar negri baik keberangkatan dan saat kepulangan.

Hadir dalam kegiatan penjemputan tersebut Gubernur Kepri, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi Kepri dan Kota Batam, Wakil BP Batam, Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Direktur Bubu Hang Nadim, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis, Kepala Pusat Pengembangan KPBPB dan KEK dan Direktur Batam Aero Teknik.(pur)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memaksimalkan pengelolaan air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino dan puncak musim kemarau 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi.

Berdasarkan informasi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada periode Juli hingga September 2026, dengan puncak tertinggi diperkirakan terjadi pada Agustus. Sementara itu, berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026, sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) pun menaruh perhatian serius terhadap potensi ini, mengingat waduk merupakan sumber utama air baku untuk mendukung kebutuhan air di Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan kondisi iklim ini harus dilakukan sejak dini.

โ€œAir merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Untuk itu, BP Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air bersih dan mengoptimalkan pengelolaan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, terutama ketika kita menghadapi periode kemarau,โ€ ujar Denny, Selasa (11/8/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi, lanjut Denny, BP Batam menyiapkan empat langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan air baku.

Pertama, BP Batam bersama PT ABH terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air baku secara real-time. Data pemantauan level dan kondisi air tersebut menjadi salah satu dasar bagi pengelola dalam menentukan langkah operasional, termasuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan air baku, kapasitas produksi, dan kebutuhan masyarakat.

Kedua, BP Batam terus mengoptimalkan sistem interkoneksi jaringan antar waduk untuk mendukung distribusi air baku bagi wilayah yang terdampak penurunan debit air baku.

Ketiga, selain aspek teknis, BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA). Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kepedulian terhadap kawasan resapan, penghijauan, serta pencegahan aktivitas yang berpotensi mengurangi fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air.

Terakhir, BP Batam juga terus mendorong pengembangan infrastruktur penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Selain optimalisasi infrastruktur eksisting, BP Batam juga menyiapkan berbagai opsi pengembangan sumber air, termasuk pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai salah satu alternatif pengolahan air laut untuk memperkuat ketahanan air pada masa mendatang.

โ€œMenjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini,โ€ pesannya.

Di sisi lain, BP Batam mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak.

Menurut Denny, upaya pemerintah dan pengelola infrastruktur air akan semakin efektif apabila diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam menghemat penggunaan air di tingkat rumah tangga.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  1. Menggunakan air sesuai kebutuhan dan mematikan keran ketika tidak digunakan;
  2. Memeriksa instalasi air secara berkala untuk memastikan tidak terjadi kebocoran;
  3. Mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder selama periode kemarau atau cuaca kering;
  4. Menjaga lingkungan dan kawasan tangkapan air, termasuk tidak membuang puntung rokok atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan vegetasi.

โ€œKami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air Batam. Tidak harus dengan langkah yang besar. Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran di rumah, dan mematikan keran ketika tidak digunakan merupakan langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti apabila dilakukan bersama-sama,โ€ pungkasnya. (DN)

 

Continue Reading

Berita Lain