Connect with us

9info.co.id | BATAM – Setelah viral di media, Muhammad Ayub Pulungan, seorang oknum petugas Ditpam BP Batam, membantah tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan yang disampaikan oleh Sukmawati melalui laporan Pengaduan Masyarakat (Dumas) di Polsek Batuaji. Ayub menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam tindakan dugaan penipuan yang dituduhkan kepadanya.

Menurut Ayub, peristiwa ini bermula saat dirinya dimintain bantuan oleh perangkat RW perumahan MKGR Sajaruddin bersama Sukmawati untuk mengurus legalitas lokasi tanah dan UWT yang dihibahkan oleh Helmi Loren kepada Sukmawati di wilayah MKGR Batuaji.

Ia menjelaskan bahwa uang yang diterima dari Sukmawati, sebesar 35 juta secara bertahap. dan peruntukanya pun yakni sebesar Rp 5 juta untuk pengurusan untuk mengetahui titik koordinat lokasi oleh pihak konsultan, selanjutnya Rp 10 juta untuk kepengurusan gambar lokasi, serta fee atau sagu hati kepada perangkat RT/RW dan tim pada saat itu sebesar 5 juta Rupiah.

Ayub juga menyatakan bahwa ia telah melakukan upaya pengurusan dokumen dan UWT yang dimaksud dengan cara mengirimkan surat permohonan ke kantor Lahan BP Batam. Namun, permohonan tersebut ditolak karena status lahan yang masih dalam Proses Penyelesaian dengan pihak MKGR.

Meskipun demikian, Sukmawati dan pihak terkait sepakat agar oknum petugas Ditpam BP Batam tersebut untuk tetap melanjutkan pengurusan dokumen dan UWT sembari pembangunan fisik bangunan bisa direalisasikan.

Ayub menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan penipuan seperti yang dituduhkan oleh Sukmawati. “Semuanya dilakukan dengan transparan, dilakukan pengurusannya secara sepakat tanpa ada unsur paksaan.Ayub menyebutkan bahwa Sukmawati sendiri pun sudah meraup keuntungan dari lokasi yang belum memiliki legalitas resmi tersebut, salah satunya telah mendirikan bangunan dan menyewakan bangunan tersebut untuk kepentingan pribadinya.” Sebutnya.

“Saya tidak pernah menipu orang bang, Semua uang yang saya terima dari Sukmawati secara transparan dan beliau juga mengetahui persis ke mana aja penggunaannya. Sukmawati juga tahu alamat rumah saya, kok saya di tuding menipu pula,” terang Ayub saat dikonfirmasi wartawan.

Menurut Ayub status pengajuan hingga penolakan di BP Batam sudah dua kali kita lakukan , dan itu terbukti dengan dua kali menerima surat balasan dari pihak BP Batam, yakni pada 16 Mei 2023 dan 15 Maret 2024.

Ayub menjelasakan alasan penolakan permohonan yang dimaksud karena masalah lahan yang dimohonkan masih menunggu proses penyelesaian alokasi lahan MKGR oleh Direktorat Pengelolaan Pertanahan BP Batam.

“Dimana unsur penipuan yang saya lakukan terhadap Ema, dan sampai saat ini permohonan untuk kelengkapan dokumen yang dimaksud masih tetap saya pantau dan selalu sampaikan perkembangan informasi dari BP Batam kepada Pelapor.” Imbuhnya. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dukung Pembangunan SMKN 13 Batam, Perkuat SDM Vokasi untuk Industri Masa Depan

BP Batam Dukung Pembangunan SMKN 13 Batam, Perkuat SDM Vokasi untuk Industri Masa Depan

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen BP Batam dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan lahan bagi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 13 Batam.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah di Jalan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, unsur DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait, Forkopimda, OPD, perangkat RT/RW, serta masyarakat Tanjung Buntung.

Pembangunan SMKN 13 Batam merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas sekaligus memperkuat pendidikan vokasi guna mencetak sumber daya manusia yang siap memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Amsakar mengatakan, BP Batam memberikan dukungan penuh melalui penyediaan lahan sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan pendidikan.

“Ini merupakan ikhtiar penting bagi peradaban, kemajuan Kepulauan Riau, dan kemajuan Batam. Pendidikan adalah jalan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Amsakar.

Menurutnya, daya saing suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dipersiapkan sejak dini. Karena itu, penguatan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Pendidikan harus kita dukung. Jika berbicara tentang daya saing, semuanya bergantung pada bagaimana kita mendesain pendidikan hari ini untuk menjawab kebutuhan masa depan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program, di antaranya pemberian seragam sekolah gratis, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, beasiswa bagi pelajar di wilayah hinterland, hingga kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Amsakar optimistis kehadiran SMKN 13 Batam akan menjadi bagian dari desain besar pembangunan sumber daya manusia Batam yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju dan berdaya saing.

“Negara yang memiliki kemajuan teknologi dan sumber daya manusia unggul akan menjadi negara yang kuat. Karena itu, pemerataan pendidikan harus terus diwujudkan sebagaimana menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ansar, Batam sebagai kawasan industri membutuhkan semakin banyak tenaga kerja terampil yang dihasilkan melalui pendidikan vokasi. Pembangunan SMKN 13 Batam dinilai akan semakin memperkuat ekosistem penyediaan tenaga kerja siap pakai bagi dunia usaha dan industri.

Ia juga mengapresiasi dukungan BP Batam dalam mempercepat penyediaan lahan pendidikan.

“Terima kasih kepada Pak Kepala BP Batam dan Ibu Wakil atas keseimbangan pembangunan antara kebutuhan investasi dan kebutuhan pendidikan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan BP Batam yang begitu responsif dalam mempercepat penyediaan lahan bagi pendidikan,” tutupnya.

Melalui pembangunan SMKN 13 Batam, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan vokasi di Batam semakin kuat sehingga mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

SMKN 13 Batam dirancang membuka enam rombongan belajar dengan kapasitas awal sekitar 350 siswa. Ke depan, sekolah ini akan mengembangkan sejumlah program keahlian yang selaras dengan kebutuhan industri, antara lain Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Elektronika Industri, serta Teknik Pengelasan. (NA)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain