Connect with us

9info.co.id | SIMALUNGUN – Kegiatan Posyandu yang seharusnya menjadi layanan kesehatan gratis bagi balita dan ibu hamil di Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun, justru menuai protes dari masyarakat. Pasalnya, dalam pelaksanaannya pada 13 Maret 2025, terdapat dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh petugas terhadap peserta posyandu.

Sejumlah warga mengaku diminta membayar uang sebesar Rp10.000 hingga Rp20.000 setiap kali mengikuti Posyandu. “Setiap jadwal posyandu kami diminta membayar, ada yang Rp10.000, bahkan ada yang sampai Rp20.000,” ujar salah satu ibu peserta posyandu kepada awak media.

Saat dikonfirmasi, Bidan Desa (Bindes) setempat, Br. Pasaribu, mengaku bahwa pungutan tersebut digunakan untuk membeli obat yang diberikan kepada peserta Posyandu. “Obat yang diberikan kepada peserta itu dibeli dari luar, pakai uang saya sendiri,” ujar Bindes Br. Pasaribu.

Sementara itu, Kepala Desa (Pangulu) Nagori Bosar Galugur, P. Manurung, menanggapi hal ini dengan menyatakan bahwa pihak desa tidak menyediakan obat. “Obat tidak disediakan, Bindes yang beli itu. Kalau ada yang beli, dikasih. Jadi itu bukan kutipan,” jelasnya.

Dugaan pungli dalam layanan kesehatan masyarakat ini menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi dan tata kelola Posyandu di daerah tersebut. Diharapkan pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan ini agar kegiatan Posyandu tetap berjalan sesuai dengan tujuan utamanya, yakni memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat tanpa beban biaya yang tidak semestinya.(TP)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Apresiasi Kerja Keras PLN Batam, BP Batam Turun Langsung Dampingi Dunia Usaha

Apresiasi Kerja Keras PLN Batam, BP Batam Turun Langsung Dampingi Dunia Usaha

9info.co.id | BATAM – Pemadaman listrik yang meluas di Batam pada Senin (12/10) menjadi ujian bersama bagi masyarakat dan dunia usaha. BP Batam menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN Batam beserta seluruh petugas yang telah bekerja keras mempercepat penanganan dan pemulihan pasokan listrik.

BP Batam melalui Kedeputian Bidang Investasi di bawah kepemimpinan Fary Djemy Francis, Selasa pagi, langsung menerjunkan tim untuk mengunjungi sejumlah kawasan industri, investor, pelaku UMKM, serta fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit.

Kunjungan ini bertujuan mendengarkan langsung kendala yang dihadapi pelaku usaha, menyampaikan perkembangan informasi, dan memastikan komunikasi serta pendampingan tetap berjalan.

“Kami mengapresiasi kerja keras PLN Batam dalam mempercepat pemulihan. Dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. BP Batam ingin hadir, mendengar, dan memastikan para investor serta pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian,” ujar Fary Djemy Francis.

Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari dunia usaha.

Johanes Kennedy Aritonang, Chairman Panbil Group, mengapresiasi respons cepat PLN Batam serta kepedulian BP Batam yang turun langsung mendengarkan dan mendampingi pelaku usaha di tengah situasi sulit.

Senada dengan itu, Ali Ulai, Ketua DPC IPERINDO Kepulauan Riau, menyampaikan penghargaan atas kesigapan PLN Batam dan kehadiran BP Batam yang memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah, penyedia infrastruktur, dan dunia industri.

Sementara itu, dalam kunjungan ke PT Philips Industries Batam, tim BP Batam diterima langsung oleh Mr. Sia Lee Heng, dari jajaran manajemen perusahaan. Pihak Philips menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian BP Batam kepada pelaku usaha, khususnya dalam menghadapi situasi seperti ini.

Secara paralel, BP Batam melalui Direktorat Lalu Lintas Barang juga membuka layanan helpdesk daring bagi pelaku usaha yang membutuhkan konsultasi dan pendampingan teknis perizinan.

Bagi BP Batam, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya terus memperkuat keandalan infrastruktur, kualitas pelayanan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Kepercayaan investor tidak hanya dibangun ketika semua berjalan baik, tetapi juga melalui cara kita hadir dan saling mendukung saat menghadapi kesulitan. Setiap tantangan harus menjadi kesempatan untuk belajar, berbenah, dan menjadikan Batam semakin baik,” tutup Fary.

Batam kuat karena kebersamaan. Investasi tumbuh karena kepercayaan. (Mat).

Continue Reading

Berita Lain