9info.co.id – Minimnya Anggaran yang tersedia di Dinas Bina Marga Pemprov Kepri menjadi salah satu alasan terbengkalainya perbaikan jalan provinsi, Salah satunya Jalan S Parman di Kecamatan Sei beduk Kota Batam.
Hal ini disampaikan salah satu Kepala bidang Bina Marga Dinas PU Provinsi Kepulauan Riau, Arman.
Saat dikonfirmasi melalui Telepon selularnya, Senin (25/04/22). Kepala Bidang Bina Marga dinas Pekerjaan Umum, penataan ruang dan pertanahan prov.kepri ini menyebut, ” ketidak tersediaan alokasi anggaran untuk perbaikan jalan S Parman tersebut menjadi salah satu alasan tidak dilakukanya perbaikan jalan yang rusak tersebut, ” bebernya.
” Minimnya alokasi anggaran yang tersedia di Dinas Bina Marga Pemprov Kepri, menjadi alasan tidak dilakukanya pengaspalan kembali jalan rusak tersebut,” terang Arman.
” Walaupun demikian, sebagai upaya dan menjawab keluhan masyarakat, dalam waktu dekat, dinas terkait akan segera melakukan upaya penanganan sementara, sehingga akses jalan tersebut bisa di lalui masyarakat pengguna jalan, dan mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan jalan rusak tersebut,” terangnya.
Menurut Arman, pemerintah provinsi Kepri bukanya tidak mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat di kecamatan Sei beduk kota Batam ini, Namun dengan keminiman anggaran yang tersedia, pembangunan yang dianggap sebagai skala prioritas pun, jadi kerap terabaikan. ” Kami meminta masyarakat sabar, bahkan dalam catatan kami, perbaikan jalan ini, salah satu program skala prioritas jikalau anggaran Pemprov Kepri telah tersedia,”
“Kita akan segera tindak lanjuti keluhan warga Sei beduk ini, salah satunya melakukan penanganan sementara,” tegasnya. (Pur)
Ibadah Hari Kartini di Rutan Perempuan Baloi Batam, Hadirkan Harapan bagi Warga Binaan Advokat Rina Sinaga Beri Penguatan Spiritual
9info.co.id | BATAM – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Komunitas Pelayanan Batu Penjuru Kota Batam menggelar kegiatan sosial dan keagamaan dengan mengunjungi Rutan Perempuan Baloi Batam, Batam, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan ibadah Kristen bersama para warga binaan yang beragama Kristen. Suasana penuh haru dan khidmat terlihat saat para peserta mengikuti rangkaian ibadah yang bertujuan memberikan penguatan iman serta motivasi hidup.
Perwakilan komunitas, Rina Elvira Monalisa Sinaga, SH., MH., C.Med., menyampaikan bahwa momentum Hari Kartini dimanfaatkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama perempuan, khususnya mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
“Di momen Hari Kartini ini, kami ingin hadir membawa kasih dan penguatan. Perempuan, dalam kondisi apa pun, tetap memiliki nilai, harapan, dan masa depan. Kami percaya bahwa melalui sentuhan rohani, mereka dapat menemukan kembali kekuatan untuk bangkit dan memperbaiki diri,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ibadah ini tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral agar para warga binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Sebagai seorang advokat, saya melihat bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah. Hukuman bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap kehadiran kami hari ini dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri dan tetap dicintai,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Pelayanan Batu Penjuru berharap para warga binaan dapat memperoleh kekuatan batin, ketenangan, serta semangat baru dalam menghadapi masa pembinaan, sekaligus menumbuhkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. (Mat)