Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Ardiwinata Kadisbudpar kota Batam bertarung untuk lolos ke babak 16 besar cabor Badminton dalam rangka HUT KORPRI yang ke-53, Senin (07/10/2024) di Gor TM , Batam Centre, Kota Batam.

Pertandingan yang dimulai pada malam.hari mempertemukan tim Badminton Disbudpar Kota Batam dengan Tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam.

Formasi yg digunakan ganda putra, ganda putri, dan ganda putra U85.

Ardi langsung turun sebagai pemain diperkuar manager merangkap Pemain Tama juga Zamri berpasangan dengan Angga, ganda putri Husni Hayati dan Desi, serta pemain andalan Disbudpar Zulkarnain.

Sampai berita ini diturunkan pertandingan berlangsung sengit mempertemukan pasangan Raja Azmansyah dan Raja Ahmadi melawan Ardiwinata dan Zulkarnain terjadi kejar mengejar angka antara kedua tim U85 ini, Pasangan Ardi dan Zul lebih dulu memimpin di babak awal pertandingan sampai angka 15 sama,

Keseruan pertandingan antar kedua Tim ini juga sangat meriah dan saling serang antar suporter dari Tim supporter Bapenda juga membawa peralatan musik Drum sehingga suasana pertandingan semakin meriah serasa berada di Istora Senayan Jakarta tempat berlangsung nya Kejuaraan Super Series Badminton Indonesia Open.

Manager Tim Badminton Disbudpar Tama mengatakan, “tahun ini disbudpar membawa tim terbaik target kami lolos dulu di fase group karena bertemu dengan tim – tim kuat dan diunggulkan seperti tim yang sedang kami hadapi dipertandingan awal ini Bapenda A. Yang juga turut bermain langsung Raja Azmansyah Ka. Bapenda juga menurunkan Tim terbaik” ujarnya.

Pertandingan ini mengunakan sistem setengah Kompetisi yang akan memperebutkan posisi juara dan Runner up difase penyisihan Group untuk maju ke babak 16 besar,

Disbudpar berada di Group E bersama dengan Kecamatan Batam Kota, Bapenda A, Kecamatan Nongsa, dan Dinkes.(DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dikawal DPRD dan Pemerintah, Kolam Maut Perenggut Nyawa Dua Bocah di Oleana Park Resmi Ditimbun

9info.co.id | BATAM  – Pasca meninggalnya dua orang bocah yang tenggelam saat bermain di sebuah kolam di samping Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, berbagai upaya dilakukan untuk mencari solusi demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.

‎Permasalahan tersebut bahkan menjadi perhatian serius dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Kota Batam. Dari hasil pembahasan dan koordinasi lintas sektor, penimbunan kolam yang selama ini dikenal warga sebagai “kolam maut” akhirnya direalisasikan.

‎Inisiatif penimbunan kolam tersebut dipelopori oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut bersama Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kepolisian Sektor Sei Beduk, RT/RW, terkhusus Pengembang Perumahan Oleana Park PT Rexvinn.

‎Menurut Jimmi, langkah penimbunan merupakan solusi paling efektif untuk menghilangkan potensi bahaya yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎”Penimbunan kolam ini merupakan solusi terbaik demi keselamatan warga. Kita bersinergi dengan pemerintah kecamatan, kepolisian, dan seluruh pihak terkait untuk mencari jalan keluar agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Jimmi.

‎Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga Perumahan Oleana Park, Juntak, mengaku lega setelah kolam yang selama ini menjadi kekhawatiran warga akhirnya ditimbun.

‎”Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, serta khususnya Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus memantau dan mengawal hingga terlaksananya penimbunan kolam maut ini,” kata Juntak.

‎Menurutnya, keberadaan kolam tersebut selama ini menimbulkan rasa khawatir bagi warga karena lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Kekhawatiran itu semakin besar setelah tragedi yang merenggut nyawa dua anak yang tenggelam saat bermain di lokasi tersebut.

‎”Kami sebelumnya sangat khawatir dengan keberadaan kolam ini. Dengan ditimbunnya lokasi tersebut, rasa cemas warga tentu berkurang dan lingkungan menjadi lebih aman,” tambahnya.

‎Hal senada disampaikan warga lainnya, Manurung. Ia menilai penimbunan kolam telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Perumahan Oleana Park.

‎”Kami warga yang berdomisili di Perumahan Oleana Park sudah merasa lebih lega setelah kolam maut ini ditimbun. Ini merupakan langkah yang sangat baik demi keselamatan bersama,” ujarnya.

‎Tidak hanya menyambut baik penimbunan tersebut, warga juga mulai memanfaatkan lahan yang telah diratakan untuk kegiatan positif. Sejumlah warga menanam berbagai tanaman muda sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya penghijauan di kawasan tersebut.

‎”Bahkan di lokasi yang sudah ditimbun ini, kami mulai menanam beberapa tanaman muda. Selain memperindah lingkungan, lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan sementara waktu sebelum digunakan oleh pemiliknya sesuai peruntukan,” jelas Manurung.

‎Warga berharap pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya di kawasan permukiman, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

‎Penimbunan kolam yang sebelumnya menjadi sorotan publik ini dinilai sebagai bukti nyata sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi warga Kota Batam. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain