Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat bersama Fakultas Kedokteran Universitas Batam, melaksanakan pelatihan penguji dan pelatihan pasien standar di Fakultas Kedokteran Universitas Batam. Acara ini digelar selama dua hari, Sabtu (5/10) hingga Minggu (6/10).

Ketua panitia dr.Elvita Nora Susana menyebutkan, bahwa Uniba FK yang difasilitasi LPPM mengadakan 2 agenda pelatihan di hari pertama, Sabtu (5/10) pelatihan Penguji dan Pelatihan PPS dengan narasumber Dr.dr. Maria Selvester Thadeus, M.Biomed, Sp.KKLP, Subsp. FOMC dan dr Rachmad Sarwo Bekti, M.Med, PhD.

“Kegiatan ini dihadiri 34 peserta, yaitu 29 peserta Universitas Batam dan 5 peserta eksternal yang terdiri dari 1 peserta dari Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang dan 4 peserta dari Institut Kesehatan Helvetia Medan Sumatera Utara,” jelasnya.

Sementara, di hari kedua, Minggu (6/10) pelatihan penulisan soal vignette dengan narasumber dr. Rachmad Sarwo Bekti, PhD, kegiatan ini dihadiri 55 peserta FK UNIBA.

dr Elvita memaparkan penguji OSCE adalah dokter yang minimal S2 di bidang Kesehatan dan dokter spesialis. Seelanjutnya, dokter S2 di bidang Kesehatan dan dokter spesialis yang dapat menguji OSCE adalah yang sudah mempunyai sertifikat penguji OSCE yang dikeluarkan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI).

Sertifikat tersebut didapat apabila dinyatakan lulus pada pelatihan penguji OSCE yang difasiltasi AIPKI.Pelatihan penguji osce dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2024. Pelatihan penguji OSCE dilatih oleh instruktur langsung dari AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia) dan Manfaat dilaksanakannya Pelatihan Penguji OSCE.

“Pelatihan penguji OSCE diikuti 19 orang dokter S2 kesehatan dan dokter spesialis yang merupakan dosen FK UNIBA. Dan 5 peserta external yang berasal dari FK UMRAH dan FK Institusi Kesehatan Helvetia Medan,” jelasnya.

Pelatihan Pelatih Pasien Standar (PPS), pada pelaksanaan OSCE Nasional dibutuhkan pasien standar. Pasien standar adalah orang yang telah dilatih untuk berpura-pura sebagai pasien dengan kondisi medis tertentu dalam scenario OSCE, sehingga peserta ujian dapat diuji kemampuannya. Lalu, pasien standar dilatih oleh PPS (pelatih pasien standar). Yang berhak menjadi PPS adalah dokter umum dan mempunyai Sertifikat PPS yang dikeluarkan oleh AIPKI.

Kemudian, Manfaat dilakukan pelatih PPS. Bagaimana standarisasi Peran Pasien Standar di Tingkat Nasional

Pelatihan yang difasilitasi oleh AIPKI memungkinkan adanya standarisasi nasional dalam pelatihan pasien standar di seluruh institusi pendidikan kedokteran di Indonesia. Dengan demikian, peran pasien standar menjadi konsisten dan seragam dalam setiap ujian OSCE.

Meningkatkan Realisme Ujian OSCE, dengan pelatihan ini, PPS dapat melatih pasien standar sehingga memerankan kondisi klinis dengan lebih realistis, baik dari segi perilaku, gejala, maupun respon klinis. Hal ini membantu menciptakan lingkungan ujian yang lebih dekat dengan situasi klinis nyata, yang sangat penting dalam evaluasi keterampilan mahasiswa.

Penjaminan Mutu OSCE

Pelatihan yang difasilitasi AIPKI memastikan bahwa setiap pelatih pasien standar memiliki kompetensi yang terverifikasi, yang berujung pada peningkatan mutu pelaksanaan OSCE secara keseluruhan. Hal ini mencakup penjaminan bahwa setiap peran yang dimainkan pasien standar memiliki tingkat kesulitan dan kompleksitas yang sesuai dengan standar evaluasi nasional.

“Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2024, diikuti 15 orang yeng merupakan tutor FK UNIBA dan dokter umum RS. HJ. Bunda Halimah Batam,” jelas dr Elvita.
Lalu, ada pelatihan penulisan soal Vignette. Yakni, soal Vignette adalah Soal vignette adalah jenis soal yang menggambarkan skenario atau situasi tertentu, biasanya dalam konteks klinis atau medis, yang dirancang untuk mengevaluasi kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan peserta ujian.

Skenario ini disajikan dalam bentuk narasi singkat yang mencakup informasi tentang kondisi pasien, gejala, hasil pemeriksaan, atau riwayat medis, yang kemudian diikuti dengan pertanyaan yang meminta peserta untuk memberikan diagnosis, rencana tindakan, atau rekomendasi pengobatan.

Pada saat sekarang ini diharapkan seluruh soal ujian di Fakultas Kedokteran menerapkan memakai soal dengan model Vignette. Manfaat pelatihan penulisan soal vignette.

Sementara, Dekan Fakultas Kedokteran Uniba, dr. Facrul Jamal mendorong semua dokter FK untuk ikut partisipasi dalam pelatihan ini selama dua hari. Acara ini katanya, bukan saja diikuti dari FK Uniba, tapi dari universitas lainnya. Ia menilai pelatihan sangat penting diadakan karena berperan penting dalam ilmu kedokteran.

“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat yang besar bagi dokter-dokter FK maupun universitas lainnya. Karena peran dokter dalam menanggani pasien dalam dunia medis sangat penting,” pesan dr Facrul Jamal.

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dikawal DPRD dan Pemerintah, Kolam Maut Perenggut Nyawa Dua Bocah di Oleana Park Resmi Ditimbun

Dikawal DPRD dan Pemerintah, Kolam Maut Perenggut Nyawa Dua Bocah di Oleana Park Resmi Ditimbun

9info.co.id | BATAM  – Pasca meninggalnya dua orang bocah yang tenggelam saat bermain di sebuah kolam di samping Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, berbagai upaya dilakukan untuk mencari solusi demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.

‎Permasalahan tersebut bahkan menjadi perhatian serius dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Kota Batam. Dari hasil pembahasan dan koordinasi lintas sektor, penimbunan kolam yang selama ini dikenal warga sebagai “kolam maut” akhirnya direalisasikan.

‎Inisiatif penimbunan kolam tersebut dipelopori oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut bersama Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kepolisian Sektor Sei Beduk, RT/RW, terkhusus Pengembang Perumahan Oleana Park PT Rexvinn.

‎Menurut Jimmi, langkah penimbunan merupakan solusi paling efektif untuk menghilangkan potensi bahaya yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎”Penimbunan kolam ini merupakan solusi terbaik demi keselamatan warga. Kita bersinergi dengan pemerintah kecamatan, kepolisian, dan seluruh pihak terkait untuk mencari jalan keluar agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Jimmi.

‎Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga Perumahan Oleana Park, Juntak, mengaku lega setelah kolam yang selama ini menjadi kekhawatiran warga akhirnya ditimbun.

‎”Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, serta khususnya Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus memantau dan mengawal hingga terlaksananya penimbunan kolam maut ini,” kata Juntak.

‎Menurutnya, keberadaan kolam tersebut selama ini menimbulkan rasa khawatir bagi warga karena lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Kekhawatiran itu semakin besar setelah tragedi yang merenggut nyawa dua anak yang tenggelam saat bermain di lokasi tersebut.

‎”Kami sebelumnya sangat khawatir dengan keberadaan kolam ini. Dengan ditimbunnya lokasi tersebut, rasa cemas warga tentu berkurang dan lingkungan menjadi lebih aman,” tambahnya.

‎Hal senada disampaikan warga lainnya, Manurung. Ia menilai penimbunan kolam telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Perumahan Oleana Park.

‎”Kami warga yang berdomisili di Perumahan Oleana Park sudah merasa lebih lega setelah kolam maut ini ditimbun. Ini merupakan langkah yang sangat baik demi keselamatan bersama,” ujarnya.

‎Tidak hanya menyambut baik penimbunan tersebut, warga juga mulai memanfaatkan lahan yang telah diratakan untuk kegiatan positif. Sejumlah warga menanam berbagai tanaman muda sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya penghijauan di kawasan tersebut.

‎”Bahkan di lokasi yang sudah ditimbun ini, kami mulai menanam beberapa tanaman muda. Selain memperindah lingkungan, lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan sementara waktu sebelum digunakan oleh pemiliknya sesuai peruntukan,” jelas Manurung.

‎Warga berharap pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya di kawasan permukiman, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

‎Penimbunan kolam yang sebelumnya menjadi sorotan publik ini dinilai sebagai bukti nyata sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi warga Kota Batam. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain