Connect with us

9Info.co.id | BATAM –   Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam bersiap menyambut peserta Munsyawarah Nasional (Munas) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) 2024.

“Menjadi suatu kehormatan Kota Batam Kepulauan Riau terpilih menjadi menjadi tuan rumah Munas ASITA 2024. Saat ini Batam bersiap dan akan menyukseskan serta akan menyambut peserta Munas,” ujar Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, Kamis (18/4/2024).

Ardiwinata optimistis, dengan Munas tersebut akan menghasilkan rekomendasi terkait kebangkitan sektor pariwisata. Bagi Ardiwinata, sektor pariwisata menjadi andalan bagi Batam dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam membangkitkan pariwisata, tentu butuh peran pelaku wisata, salah satunya ASITA,” katanya.

Ardiwinata, mengaku sangat antusias mendukung dan siap menyukseskan Munas ASITA 2024. Ia berharap, dengan diselenggarakannya Munas ASITA di Batam, bisa menjadi momentum tingginya kepercayaan nasional dan global terkait pariwisata di Batam maupun Kepri.

“Di kepemimpinan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Batam sedang gencar membangkitkan sektor pariwisata, semoga dengan berkumpulnya para pelaku pariwisata nanti bisa makin membangkitkan lagi pariwisata Batam,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kota Batam saat ini terus membenahi berbagai infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, hingga akses perkotaan.

“Bandara yang menjadi pintu masuk wisatawan sedang dibangun, termasuk akses jalannya,” ujarnya.

Ardiwinata menerangkan dengan bangganya, Batam yang menjadi salah satu pintu masuk yang mengkontribusikan jumlah kedatanagn wisatawan mancanegara ke Indonesia

Untuk diketahui, selain Munas agenda menarik lainnya juga sedang di persiapakan di Batam, agenda-agenda menarik tersebut yakni pad 14 -17 Mei 2024 akan digelar Musyawarah Nasional.

Selain itu, digelar Business to Business Forum (B to B) pada 15-18 Mei 2024. Selanjutnya, ASITA TOURIMS EXPO 2024. Kemudian, Business to Consumer Event ( B to C ) yang bertempat di Mega Mall.

Sementara itu, Ketua ASITA Kepri, Eva Betti, mengapresiasi dukungan dari 34 DPD ASITA se-Indonesia bersama Kepala Disbudpar Batam, baru-baru ini mengelar meeting persiapan Munas dan halal bi halal Idulfitri.

“Terima kasih kepada semua DPD ASITA se-Indonesia atas dukungananya serta dukungan mas Mentri Sandiaga Uno Untuk. Kami juga berharap dukungan dari semua pihak di Kepri untuk menyukseskan Munas ASITA 2024,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga sudah bertemu dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI pada Rabu 3 April 2024 di Jakarta.

“Semoga Munas ASITA nantinya berlangsung sukses dengan dukungan semua pihak,” katanya. (DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dikawal DPRD dan Pemerintah, Kolam Maut Perenggut Nyawa Dua Bocah di Oleana Park Resmi Ditimbun

Dikawal DPRD dan Pemerintah, Kolam Maut Perenggut Nyawa Dua Bocah di Oleana Park Resmi Ditimbun

9info.co.id | BATAM  – Pasca meninggalnya dua orang bocah yang tenggelam saat bermain di sebuah kolam di samping Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, berbagai upaya dilakukan untuk mencari solusi demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.

‎Permasalahan tersebut bahkan menjadi perhatian serius dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Kota Batam. Dari hasil pembahasan dan koordinasi lintas sektor, penimbunan kolam yang selama ini dikenal warga sebagai “kolam maut” akhirnya direalisasikan.

‎Inisiatif penimbunan kolam tersebut dipelopori oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut bersama Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kepolisian Sektor Sei Beduk, RT/RW, terkhusus Pengembang Perumahan Oleana Park PT Rexvinn.

‎Menurut Jimmi, langkah penimbunan merupakan solusi paling efektif untuk menghilangkan potensi bahaya yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎”Penimbunan kolam ini merupakan solusi terbaik demi keselamatan warga. Kita bersinergi dengan pemerintah kecamatan, kepolisian, dan seluruh pihak terkait untuk mencari jalan keluar agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Jimmi.

‎Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga Perumahan Oleana Park, Juntak, mengaku lega setelah kolam yang selama ini menjadi kekhawatiran warga akhirnya ditimbun.

‎”Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, serta khususnya Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus memantau dan mengawal hingga terlaksananya penimbunan kolam maut ini,” kata Juntak.

‎Menurutnya, keberadaan kolam tersebut selama ini menimbulkan rasa khawatir bagi warga karena lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Kekhawatiran itu semakin besar setelah tragedi yang merenggut nyawa dua anak yang tenggelam saat bermain di lokasi tersebut.

‎”Kami sebelumnya sangat khawatir dengan keberadaan kolam ini. Dengan ditimbunnya lokasi tersebut, rasa cemas warga tentu berkurang dan lingkungan menjadi lebih aman,” tambahnya.

‎Hal senada disampaikan warga lainnya, Manurung. Ia menilai penimbunan kolam telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Perumahan Oleana Park.

‎”Kami warga yang berdomisili di Perumahan Oleana Park sudah merasa lebih lega setelah kolam maut ini ditimbun. Ini merupakan langkah yang sangat baik demi keselamatan bersama,” ujarnya.

‎Tidak hanya menyambut baik penimbunan tersebut, warga juga mulai memanfaatkan lahan yang telah diratakan untuk kegiatan positif. Sejumlah warga menanam berbagai tanaman muda sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya penghijauan di kawasan tersebut.

‎”Bahkan di lokasi yang sudah ditimbun ini, kami mulai menanam beberapa tanaman muda. Selain memperindah lingkungan, lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan sementara waktu sebelum digunakan oleh pemiliknya sesuai peruntukan,” jelas Manurung.

‎Warga berharap pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya di kawasan permukiman, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

‎Penimbunan kolam yang sebelumnya menjadi sorotan publik ini dinilai sebagai bukti nyata sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi warga Kota Batam. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain