Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Mewakili Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro bersama seluruh Anggota Bidang di lingkungan BP Batam menerima kunjungan Ketua Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak), Amien Sunaryadi beserta beberapa Anggota Komwasjak.

Digelar di Marketing Centre pada Rabu (26/6/2024), kunjungan ini digelar dalam rangka silaturahmi sekaligus berbincang tentang pelayanan perpajakan di Batam.

Amien Sunaryadi menyampaikan pihaknya ingin mengetahui lebih banyak tentang aspirasi wajib pajak (pelaku usaha), pelayanan Bea dan Cukai di Batam serta masukan dari BP Batam untuk pelayanan perpajakan dari Direktorat Jenderal Pajak.

“Maksud kedatangan kami di BP Batam hari ini adalah untuk mendalami informasi tentang aspirasi dari para wajib pajak di Batam, informasi tentang rencana Buffer Zone Bea dan Cukai yang akan dibangun di Pelabuhan Batu Ampar, hingga kami berharap ada masukan dari BP Batam kepada kami untuk meningkatkan kualitas layanan perpajakan,” ujar Amien.

Dalam kesempatan ini, Amien turut mengapresiasi kinerja BP Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi yang telah banyak membawa perubahan dan kemajuan di Batam saat ini.

“Kami melihat Batam sangat berkembang pesat hari ini, mudah-mudahan dengan pelayanan yang baik dari BP Batam maupun dari kami (Direktorat Jenderal Pajak) kepada para investor disini dapat membuat mereka nyaman berinvestasi di Batam hingga seterusnya,” lanjut Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua KPK periode 2003 – 2007 ini.

Merespon hal ini, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diluangkan oleh Ketua Komwasjak untuk menyambangi BP Batam.

“Terima kasih atas kunjungan Bapak Amien dan jajaran hari ini, berbagai hal positif yang kita simpulkan hari ini akan kami laporkan kepada Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi,” tutur Wahjoe.

“Lewat pertemuan yang singkat ini, kita sudah saling bertukar informasi tentang pelayanan perpajakan di Batam, semoga BP Batam dengan Pemerintah Pusat dapat terus bersinergi untuk mewujudkan kemajuan Batam,” pungkas Wahjoe.

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Enoh Suharto Pranoto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam; dan Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait. (MI)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

9info.co.id | BATAM – Tragedi meninggalnya dua anak akibat tenggelam di kawasan dekat Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, memicu desakan keras kepada BP Batam untuk segera mengevaluasi alokasi lahan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

‎Tokoh masyarakat Sei Beduk, Asian Sinaga, meminta BP Batam turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap keberadaan kolam dan area bukit di sekitar perumahan yang selama ini kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.

‎Menurut Asian Sinaga, kondisi kolam yang cukup dalam sangat berisiko dan dikhawatirkan kembali memakan korban jiwa apabila tidak segera ditimbun atau diamankan. Senin (25/05/2026).

‎“Lokasi itu sangat berbahaya karena sering dijadikan tempat bermain anak-anak. Kami meminta BP Batam mengevaluasi alokasi lahan tersebut apabila memang tidak dimanfaatkan,” ujar Asian Sinaga.

‎Asian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SDN 08 Kelurahan Duriangkang menegaskan, tragedi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terlebih salah satu korban diketahui merupakan siswa di sekolah tersebut.

‎“Jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Kami berharap pemilik lahan segera menimbun kolam tersebut demi keselamatan warga,” tegasnya.

‎Persoalan itu bahkan telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Batam yang turut dihadiri pihak BP Batam, Camat Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, perwakilan warga, serta pengurus RT dan RW Perumahan Oleana Park.

‎Sementara itu, pihak pengembang Oleana Park melalui perwakilannya, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, telah turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada Jumat (15/05/2026).

‎Reevan menjelaskan, kolam tempat terjadinya musibah bukan merupakan lahan milik perusahaan maupun berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

‎“Lokasi kolam tersebut bukan lahan kami dan tidak berada dalam kawasan PL perusahaan kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya Anggota DPRD Kota Batam Jimmy Siburian, untuk memfasilitasi pemilik lahan agar lokasi kolam tersebut dapat segera ditimbun,” ujar Reevan.

‎Ia menambahkan, pihak pengembang juga akan meminta izin kepada pemilik lahan terkait rencana penimbunan kolam tersebut.

‎“Terkait kolam tersebut akan kami koordinasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan,” tambahnya.

‎Selain meninjau lokasi kejadian, pihak pengembang juga mendatangi rumah keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian serta belasungkawa.

‎“Kami hadir sebagai pengembang Perumahan Oleana Park dan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Reevan.

‎Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, juga berharap seluruh pihak segera mengambil langkah nyata demi keselamatan warga, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎“Kami meminta agar kolam tersebut segera ditimbun. Kami juga mengapresiasi niat baik dan empati pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujarnya.

‎Peristiwa tragis yang merenggut nyawa dua anak itu kini menjadi perhatian masyarakat Sei Beduk. Warga berharap pemerintah dan pemilik lahan segera mengambil tindakan cepat agar kolam berbahaya tersebut tidak kembali menjadi “jebakan maut” bagi anak-anak di kawasan Tanjung Piayu. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain