Connect with us

Bripka Desjan Siallagan, anggota Polda Kepri yang  berhasil menjuarai open turnamen Kejuaraan Atletik Master Indonesia di Yogyakarta

 

9info.co.id – Bripka Desjan Siallagan dari Direktorat Lalulintas Polda Kepri meraih prestasi. Pria asal Sumatera Utara ini pun berhasil menjuarai open turnamen Kejuaraan Atletik Master Indonesia yang digelar oleh Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) pada tanggal 28-29 Oktober 2022 di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta .

Dalam Kejuaraan tersebut, Desjan Siallagan berhasil menyabet 4 medali Sekaligus , 3 diantaranya Medali Emas dan dan satu medali Perak dan dibawa pulang ke Batam.

“Saya bangga bawa medali, tak sia-sia perjuangan saya, jauh-jauh ke Jogjakarta ikut open turnamen Kamit, dan bisa meraih 4 medali sekaligus,” kata Lagan sapaan akrabnya, Rabu, (2/11/ 2022).

Lagan mengungkapkan, ada 4 kelas yang ia ikuti pada event open turnamen Kamit ini diantaranya, kategori 800 meter jarak menengah dan keluar sebagai juara 2, kategori estafet 4×100 meter dan meraih juara 1.

Selain itu juga, kategori estafet 4×400 meter dan meraih juara 1 juga dan kategori lari jarak 1.500 meter dan kembali juara 1.
“Tidak sia-sia saya ikut turnamen ini. Memang jauh-jauh hari sudah saya persiapkan. Dan awalnya datang untuk mendaftar atas nama sendiri, tapi tiba di Jogja saya bertemu dengan teman-teman Polri disana dan diajak gabung dengan membawa nama Polri,” ujarnya

Perjuangan Bripka Desjan Siallagan tidak hanya sampai disitu saja, diawal Desember 2022 mendatang , Desjan Siallagan juga akan mengikuti perlombaan atletik di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia meminta doa dan dukungan untuk berlaga pada ajang Malaysian Master Athletic Association di stasiun University Lambat Pantai Kuala Lumpur.

“Saya akan berangkat akhir bulan November ini, pertandingannya pada tanggal 3 dan 4 Desember 2022. Saya mohon kepada semua agar saya bisa meraih lagi juara di Malaysia. Tujuannya untuk mengharumkan nama Indonesia dan juga institusi Polri ,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PD Marga Parna TNI/Polri sekota Batam, Peltu MM Simbolon memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Bripka Desjan Siallagan. Selain mengharumkan nama institusi Polri Khususnya Polda Kepri, juga menjadi kebanggaan dari perkumpulan Marga Parna di Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam.

“Kami bangga atas pencapaian saudara kami Desjan Siallagan. Dia salah satu dari keluarga besar Marga Parna yang kami bentuk terkhusus instansi TNI/Polri,” ujarnya.

Ia juga menaruh harapan besar kepada Bripka Desjan Siallagan yang juga Sekjen PD Marga Parna TNI/Polri agar bisa kembali menorehkan prestasi saat mengikuti event yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kami akan mendoakan agar saudara kita Desjan bisa kembali meraih prestasi dan juara dalam open turnamen Kamit tingkat internasiona ,” ujarnya.

” Besar harapan kami dengan prestasi yang di torehkan keluarga Besar Marga Parna ini kedepan PD Parna TNI-Polri di kota Batam semakin solid untuk saling mendukung dalam hal kegiatan yang positif,” tutupnya. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain