Connect with us
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Komitmen Dukung Investasi HDC NeutraDC Nxera Batam

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Komitmen Dukung Investasi HDC NeutraDC Nxera Batam

More Videos

9info.co.id | BATAM – Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis menerima kunjungan dari Singtel Group dan NeutraDC Nxera Batam pada Jum’at (25/4/2025) di Marketing Center.

COO NeutraDC Nxera Batam, Wong Ka Vin dalam kesempatan ini melaporkan perkembangan investasi Hyperscale Data Center (HDC) berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh NeutraDC Nxera Batam di Kawasan Industri Terpadu Kabil.

Merespon laporan dari Wong Ka Vin, Fary menyampaikan bahwa BP Batam bersedia mendukung penuh investasi HDC ini.

“Untuk mewujudkan pengembangan Digital Economy di Batam, kami siap mendukung seluruh aspek yang menjadi kebutuhan dalam proses pembangunan dan pengoperasian HDC ini ke depannya,” tegas Fary.

“Oleh karena itu jika tim NeutraDC Nxera Batam menemui kendala pada prosesnya di lapangan segera laporkan kepada kami untuk dicarikan solusi terbaik dalam penyelesaiannya,” pungkas Fary.

Menanggapi komitmen yang disampaikan oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Wong Ka Vin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan berharap HDC ini dapat segera beroperasi.

“Selain progres pembangunan, kami juga melaporkan apa yang menjadi kebutuhan kami ke depannya seperti energi listrik, air bersih, serta network yang stabil dan kami sangat senang BP Batam dalam pertemuan ini menghadirkan para pejabat yang kompeten di bidangnya,“ jelas Wong Ka Vin.

“Terima kasih atas dukungan BP Batam pada investasi HDC ini, semoga data center dengan infrastruktur AI yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan dan penggunaan energi terbarukan ini dapat segera beroperasi di Batam,” tutup Wong Ka Vin.

Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa; Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis, Fesly Abadi Paranoan; Direktur Pengelolaan Pertanahan, Ilham Eka Hartawan; Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Surya Kurniawan Suhairi; Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Harlas Buana; Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar; Staf Khusus Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Billy Mambrasar; serta beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam . (MI)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version