Connect with us

9info.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin, menyatakan dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam terhadap acara hari sepeda dunia bersempena dengan hari lingkungan hidup yang akan dilaksanakan pada Minggu 5 Juni 2022.

“Peringatan ini digelar secara serentak di seluruh kota dunia. Kita pasti dukung ditambah Kota Batam telah dinobatkan sebagai salah satu Kota Besar Ramah sepeda oleh Bike to Work,” ujar Jefridin, Kamis (2/6/2022).

Ia mengajak seluruh komunitas sepeda di Kota Batam untuk mengikuti dan meramaikan agenda ini, sementara itu seluruh OPD Pemko Batam juga akan mengirimkan utusan pesepeda dari OPD masing-masing.

“Acara ini akan dimeriahkan oleh hiburan Malaycustic,” ujarnya.

Ia juga mengimbau, bersempena dengan hari lingkungan hidup, para pesepeda diminta untuk membawa tumbler dan tidak menggunakan minuman kemasan dari plastik.

“Jadi selama bersepeda kita juga menjaga lingkungan tetap bersih,” ujarnya.

Untuk diketahui, memperingati hari bersepeda dunia itu serentak di 36 daerah yang dimulai 5 Juni pukul 07.00.

Untuk tingkat Kota Batam, semua rute dan akan finish di Kantor Wali Kota Batam.

Kemudian, titik kumpul terdapat tiga lokasi yakni Pollux Habibie, Pertokoan Grand Niaga Mas, dan area Bundaran Tuah Madani.

“Ada 63 komunitas yang sudah terkonfirmasi mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Bike to work Indonesia wilayah Batam, Haryoto, mengapresiasi kepada Pemko Batam atas dukungannya dalam pelaksanaan peringatan world bicyle days dan hari lingkungan hidup.

“Melalui Bike to Work diharapkan mampu menjadikan sepeda sebagai moda transportasi alternatif yang sehat dan ramah lingkungan,” pesan Haryoto.(Hum)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Pengembang Oleana Park Tunjukkan Empati, Siap Fasilitasi Penimbunan Kolam Pasca Tragedi Tenggelamnya Dua Anak

Pengembang Oleana Park Tunjukkan Empati, Siap Fasilitasi Penimbunan Kolam Pasca Tragedi Tenggelamnya Dua Anak

9info.co.id | BATAM – Pengembang Perumahan Oleana Park dari PT Rexvin menunjukkan kepedulian dan empati terhadap keluarga korban meninggal dunia akibat insiden tenggelamnya dua anak di kolam yang berada di dekat kawasan Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam.

‎Perwakilan manajemen pengembang, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, Jumat (15/05/2026).

‎Dalam kunjungan tersebut, Reevan menjelaskan bahwa lokasi kolam tempat terjadinya musibah bukan merupakan berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi demi keselamatan masyarakat sekitar.

‎“Lokasi kolam tersebut tidak berada dalam kawasan PL kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak pihak terkait untuk memfasilitasi pemilik lahan agar lokasi kolam tersebut dapat segera ditimbun,” ujar Reevan.

‎Ia menambahkan, pihak pengembang juga akan segera berkoordinasi dengan pemilik lahan terkait rencana penimbunan kolam tersebut guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

‎“Terkait kolam tersebut akan kami koordinasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan,” tambahnya.

‎Tidak hanya meninjau lokasi kejadian, pihak pengembang juga menyambangi rumah keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian serta ungkapan belasungkawa atas musibah yang terjadi.

‎“Kami hadir sebagai pengembang Perumahan Oleana Park dan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa warga perumahan kami. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Reevan.

 

 

Pengembang Oleana Park Tunjukkan Empati, Siap Fasilitasi Penimbunan Kolam Pasca Tragedi Tenggelamnya Dua Anak

Pengembang Oleana Park Tunjukkan Empati, Siap Fasilitasi Penimbunan Kolam Pasca Tragedi Tenggelamnya Dua Anak

Sementara itu, Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, berharap adanya langkah nyata dari seluruh pihak untuk segera menutup kolam yang dinilai membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak.

‎“Kami meminta agar pengembang dapat membantu warga supaya kolam tersebut ditimbun. Kami juga menghormati niat baik dan empati pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua warga kami,” ujar Andika.

‎Peristiwa tenggelamnya dua anak tersebut sebelumnya menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah setempat setelah lokasi kolam dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga di sekitar kawasan perumahan. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain