Connect with us

Ir Ediaman Sinaga Lantik Sappe Sinaga Ketua PPTSB Cabang Kab.Karimun

More Videos

9info.co.id – Ketua Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB ) Wilayah Kepri, Ir.Ediaman Sinaga Melantik Kepengurusan PPTSB Cabang Kabupaten Karimun, Sabtu (04/03/3023).
Kepengurusan PPTSB Cabang Kabupaten Karimun ini pun dinahkodai oleh ST. Sappe Sinaga.
Rangkaian acara pengukuhan pengurus sekaligus Perayaan pesta Bona Taon PPTSB Cabang Kabupaten Karimun ini, di selenggarakan di Ruang serbaguna HKBP Karimun.
Terlihat Ketua PPTSB DPW Kepri, Ir.Ediaman Sinaga terlebih dahulu meminta seluruh pengurus untuk mengikrarkan janji untuk membesarkan wadah PPTSB di Kabupaten Karimun serta menyerahkan petaka Kebesaran PPTSB.

Ir Ediaman Sinaga Lantik Sappe Sinaga Ketua PPTSB Cabang Kab.Karimun

Dalam sambutanya, Ketua PPTSB DPW Kepri, Ir Ediaman Sinaga menegaskan. “Kepengurusan serta wadah PPTSB Kabupaten Karimun lebih solid kedepanya , sehingga seluruh anggota bisa terayomi dalam wadah PPTSB,” tegasnya.
” Toga Sinaga harus solid dan kompak, jangan terpecah belah, apalagi menjelang pesta demokrasi yang semakin dekat. Tidak boleh Marga Sinaga, Boru,bere dan ibebere terpecah belah gara gara pesta demokrasi dan politik,” harapnya.


“Kita mendengar dan mengetahui bahwa adanya keinginan salah satu Dari keluarga besar Sinaga di Kabupaten Karimun, untuk itu sebagai ketua PPTSB DPW Kepri , Keluarga besar PPTSB di kabupaten Karimun harus menjadi garda terdepan untuk mendukung dan memilih. Sehingga kedepan Keluarga besar Sinaga memiliki perwakilan di legislatif,” pinta Ediaman.


“Kehadiran kami pengurus PPTSB DPW Kepri dan beberapa pengurus PPTSB Cabang Batam untuk memberikan support dan motivasi bagi pengurus PPTSB Cabang Kabupaten Karimun,”jelasnya.
Menyikapi hal ini, Ketua PPTSB Cabang Kabupaten Karimun, ST.Sappe Sinaga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dari Ketua PPTSB DPW Kepri dan rombongan dari Batam.
“Kita berharap dengan motivasi dari pengurus PPTSB, PPTSB Karimun semakin solid dan kompak,” jelas Sappe Sinaga.


Saat ini Jumlah anggota yang terdaftar dalam PPTSB Cabang Kabupaten karimun sebanyak 130 Kepala Keluarga, dan masih banyak lagi anggota yang belum bergabung. Dengan kepengurusan kami nantinya, kita akan membuat program sehingga anggota yang seharusnya tergabung dalam wadah ini memiliki daya tarik untuk bergabung.
“Salah satu program awal yang akan kita lakukan adalah pembenahan Kesekretariatan PPTSB Cabang Kabupaten Karimun, sekaligus mendaftarkan langsung ke Kesbangpol Pemkab Karimun. Potensi ini kita yakini dengan antusias dan semangat para anggota keluarga besar PPTSB Kabupaten Karimun untuk mewujudkan hal tersebut.” Terang Sappe Sinaga.


Acara Pengukuhan Pengurus PPTSB Cabang Kabupaten Karimun sekaligus Pesta Bona Taon ini pun disemarakkan dengan penampilan Artis Batak Enjoys Trio yang di hadirkan langsung oleh Ketua PPTSB DPW Kepri Ir. Ediaman Sinaga.


Semangat atas acara pelantikan pengurus PPTSB Cabang Kabupaten Karimun sekaligus Pesta Bona Taon. Semoga Kekompakan Keluarga Besar Toga Sinaga semakin tercipta. ( Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Mitigasi Fenomena El Nino, BP Batam Siapkan 4 Langkah Antisipatif

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memaksimalkan pengelolaan air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino dan puncak musim kemarau 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi.

Berdasarkan informasi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada periode Juli hingga September 2026, dengan puncak tertinggi diperkirakan terjadi pada Agustus. Sementara itu, berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026, sebanyak 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) pun menaruh perhatian serius terhadap potensi ini, mengingat waduk merupakan sumber utama air baku untuk mendukung kebutuhan air di Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan kondisi iklim ini harus dilakukan sejak dini.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Untuk itu, BP Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air bersih dan mengoptimalkan pengelolaan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, terutama ketika kita menghadapi periode kemarau,” ujar Denny, Selasa (11/8/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi, lanjut Denny, BP Batam menyiapkan empat langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan air baku.

Pertama, BP Batam bersama PT ABH terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air baku secara real-time. Data pemantauan level dan kondisi air tersebut menjadi salah satu dasar bagi pengelola dalam menentukan langkah operasional, termasuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan air baku, kapasitas produksi, dan kebutuhan masyarakat.

Kedua, BP Batam terus mengoptimalkan sistem interkoneksi jaringan antar waduk untuk mendukung distribusi air baku bagi wilayah yang terdampak penurunan debit air baku.

Ketiga, selain aspek teknis, BP Batam berupaya untuk memaksimalkan program reboisasi serta pelindungan dan pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA). Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kepedulian terhadap kawasan resapan, penghijauan, serta pencegahan aktivitas yang berpotensi mengurangi fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air.

Terakhir, BP Batam juga terus mendorong pengembangan infrastruktur penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Selain optimalisasi infrastruktur eksisting, BP Batam juga menyiapkan berbagai opsi pengembangan sumber air, termasuk pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai salah satu alternatif pengolahan air laut untuk memperkuat ketahanan air pada masa mendatang.

“Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena keberlanjutan air Batam sangat bergantung pada bagaimana kita menjaga alam hari ini,” pesannya.

Di sisi lain, BP Batam mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak.

Menurut Denny, upaya pemerintah dan pengelola infrastruktur air akan semakin efektif apabila diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam menghemat penggunaan air di tingkat rumah tangga.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  1. Menggunakan air sesuai kebutuhan dan mematikan keran ketika tidak digunakan;
  2. Memeriksa instalasi air secara berkala untuk memastikan tidak terjadi kebocoran;
  3. Mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder selama periode kemarau atau cuaca kering;
  4. Menjaga lingkungan dan kawasan tangkapan air, termasuk tidak membuang puntung rokok atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan vegetasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air Batam. Tidak harus dengan langkah yang besar. Menggunakan air seperlunya, memastikan tidak ada kebocoran di rumah, dan mematikan keran ketika tidak digunakan merupakan langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti apabila dilakukan bersama-sama,” pungkasnya. (DN)

 

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version