Connect with us

9info.co.id | BATAM – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat, mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM, koperasi, usaha menengah hingga perusahaan besar untuk bergabung dalam gerakan “Ayo Berkadin” sebagai upaya memperkuat ekosistem dunia usaha yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global.

‎Ajakan tersebut disampaikan Roma dalam siaran pers yang menegaskan pentingnya peran Kadin sebagai rumah bersama para pengusaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

‎Menurut Roma, dunia usaha saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan ekonomi global, percepatan transformasi digital, perubahan pola perdagangan internasional, hingga meningkatnya persaingan bisnis. Karena itu, dibutuhkan wadah yang mampu menjadi penghubung, pelindung, sekaligus penggerak bagi para pelaku usaha.

‎”Kadin adalah rumah bersama bagi seluruh pengusaha. Melalui gerakan Ayo Berkadin, kami ingin mengajak para pelaku usaha untuk bergabung dalam sebuah ekosistem yang tidak hanya memperluas jaringan bisnis, tetapi juga memberikan dukungan advokasi, akses informasi, peluang kemitraan, serta berbagai program pengembangan usaha,” ujar Roma Nasir Hutabarat.

‎Ia menjelaskan, keanggotaan Kadin memberikan berbagai manfaat strategis bagi dunia usaha. Salah satunya adalah kesempatan memperluas jejaring bisnis hingga tingkat nasional dan internasional melalui jaringan Kadin Indonesia dan berbagai mitra strategis.

‎Selain itu, Kadin juga berperan sebagai mitra pemerintah dalam menyuarakan aspirasi dunia usaha guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif. Melalui fungsi advokasi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat diperjuangkan secara kolektif melalui organisasi.

‎Kadin Kota Batam juga aktif menghadirkan berbagai program pengembangan usaha seperti business matching, forum diskusi kelompok (FGD), pelatihan peningkatan kompetensi, pameran dan expo, program sport tourism, akses pembiayaan, hingga pendampingan transformasi digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.

‎Roma menegaskan bahwa Kadin terbuka bagi seluruh pelaku usaha tanpa membedakan skala maupun sektor usaha.

‎”Baik UMKM maupun perusahaan besar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang bersama Kadin. Semakin banyak pelaku usaha yang terhubung dan berkolaborasi, maka semakin kuat pula fondasi ekonomi Kota Batam dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, ia menilai Batam memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pusat industri, perdagangan, investasi, dan logistik nasional yang berada di jalur perdagangan internasional. Potensi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal dengan memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menjadi pemain utama di pasar domestik maupun global.

‎Melalui gerakan “Ayo Berkadin”, Kadin Kota Batam menargetkan terciptanya ekosistem usaha yang semakin inovatif, adaptif, dan kompetitif sehingga mampu membuka lebih banyak peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

‎”Mari bergabung, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Kadin hadir untuk seluruh pelaku usaha. Bersama kita wujudkan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang maju, berdaya saing global, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Ayo Berkadin,” tutup Roma Nasir Hutabarat.

‎Sebagai wadah resmi dunia usaha, Kadin Kota Batam juga menyediakan berbagai layanan bagi anggotanya, antara lain informasi ekonomi, investasi dan perdagangan, fasilitasi Surat Keterangan Asal (SKA), rekomendasi APEC Business Travel Card (ABTC), sertifikasi badan usaha non-konstruksi, business matching, pelatihan, akses pembiayaan, hingga pendampingan transformasi digital bagi pelaku usaha. (Tim).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI

TITIK BANJIR

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat merespons masukan Komisi VI DPR terkait penanganan banjir dan genangan air di Kota Batam.

Hanya sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Rabu (17/6/2026), BP Batam langsung menerjunkan tim untuk mengecek 11 titik rawan banjir di wilayah tersebut.

Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto dan Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Wardhana beserta jajaran.

Guna menyelaraskan langkah, BP Batam juga menggandeng Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, serta para camat setempat.

Sebelas lokasi yang ditinjau mencakup sejumlah kawasan strategis, antara lain Orchard Park di Batam Kota, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga area depan Panbil Industrial Estate yang belakangan kerap tergenang saat hujan deras.

Langkah ini diambil setelah Anggota Komisi VI DPR Sturman Panjaitan menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas drainase dalam RDP sehari sebelumnya.

Sturman mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Batam yang pesat harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengendali banjir yang mumpuni.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto menegaskan, verifikasi faktual di lapangan ini sangat krusial untuk memetakan akar masalah secara akurat sebelum merumuskan solusi teknis.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan karena setiap lokasi memiliki karakteristik persoalan yang berbeda. Penanganannya harus terukur, tepat sasaran, dan terkoordinasi,” ujar Mouris.

Ia menambahkan, respons cepat ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Keduanya menekankan agar setiap aspirasi publik maupun legislatif segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.

“Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, selalu menegaskan bahwa persoalan masyarakat tidak boleh berhenti pada pembahasan di ruang rapat. Setiap masukan, termasuk yang disampaikan DPR RI, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata dan solusi di lapangan,” tegas Mouris.

Melalui peninjauan bersama Pemerintah Kota Batam ini, skema penanganan di setiap titik mulai disusun.

Rencana kerja tersebut meliputi normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, evaluasi pola aliran, hingga kolaborasi teknis lintas sektoral demi mewujudkan infrastruktur Batam yang andal dan berkelanjutan. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain