Connect with us

9info.co.id | BATAM – Koperasi Konsumen Karyawan (Kopkar) BP Batam menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Hotel Harmoni One, Sabtu (14/2/2026).Mengangkat tema “Memperkuat Solidaritas dan Inovasi Digital Menuju Koperasi Modern”, RAT tahun ini dibuka langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Amsakar Achmad dalam kesempatan itu, menyambut baik RAT Kopkar BP Batam dan mengapresiasi kinerja dan transformasi koperasi.

Disebutkan, ada lima tantangan dalam mengelola koperasi dan usaha mikro. Pertama, tata kelola manajemen. Kedua, kemampuan SDM. Ketiga, akses permodalan. Keempat, kemasan atau packaging. Kelima, akses pemasaran atau marketing.

Namun, menurutnya, meski di tengah eskalasi global, tantangan dan dinamika kebutuhan anggota, Kopkar BP Batam mampu beradaptasi, berinovasi dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan anggota.

“Koperasi Karyawan BP Batam sudah melampaui persoalan itu, dan sekarang sedang melakukan transformasi untuk membuat capaian-capaian yang lebih baik lagi ke depannya,” puji mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menangah Kota Batam itu.

Ia pun berpesan agar koperasi memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan nilai tambah bagi pengelolaan koperasi kedepannya. Terlebih, pemerintah tengah memberikan atensi khusus terhadap penguatan ekonomi kerakyatan salah satunya melalui koperasi merah putih.

“Mudah-mudahan Koperasi Konsumen Karyawan BP Batam ini dapat menjadi model bagi koperasi-koperasi yang lain di Kota Batam dan Kepri serta bisa memberi warna dalam perjalanan koperasi di level nasional,” ujar Amsakar.

Ketua Umum Kopkar BP Batam, Chandra Syamsir mengatakan RAT dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota, sarana evaluasi, penyusunan rencana dan program kerja di tahun berjalan.

Pihaknya berkomitmen menghadirkan inovasi dan menjadikan salah satu koperasi yang kompetitif di Indonesia melalui percepatan digitalisasi sistem aplikasi koperasi.

“Nantinya semua anggota akan dilayani secara online dan memiliki akun. Mereka bisa mengakses laporan keuangan koperasi bahkan mengajukan pinjaman hanya secara online,” ungkapnya.

Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, pihaknya akan melaksanakan pengembangan unit usaha baru yaitu Air Minum Dalam Kemasan.

“Satu lagi kita akan bangun pabrik kemasan air minum, air dalam kemasan. Kita akan pasarkan bersama-sama dan ini akan meningkatkan sangat signifikan pendapatan untuk SHU tahun berikutnya,” pungkasnya.

Adapun pembukaan RAT turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi dan mitra Kopkar BP Batam. (MT)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dikawal DPRD dan Pemerintah, Kolam Maut Perenggut Nyawa Dua Bocah di Oleana Park Resmi Ditimbun

Dikawal DPRD dan Pemerintah, Kolam Maut Perenggut Nyawa Dua Bocah di Oleana Park Resmi Ditimbun

9info.co.id | BATAM  – Pasca meninggalnya dua orang bocah yang tenggelam saat bermain di sebuah kolam di samping Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, berbagai upaya dilakukan untuk mencari solusi demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.

‎Permasalahan tersebut bahkan menjadi perhatian serius dan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Kota Batam. Dari hasil pembahasan dan koordinasi lintas sektor, penimbunan kolam yang selama ini dikenal warga sebagai “kolam maut” akhirnya direalisasikan.

‎Inisiatif penimbunan kolam tersebut dipelopori oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut bersama Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kepolisian Sektor Sei Beduk, RT/RW, terkhusus Pengembang Perumahan Oleana Park PT Rexvinn.

‎Menurut Jimmi, langkah penimbunan merupakan solusi paling efektif untuk menghilangkan potensi bahaya yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎”Penimbunan kolam ini merupakan solusi terbaik demi keselamatan warga. Kita bersinergi dengan pemerintah kecamatan, kepolisian, dan seluruh pihak terkait untuk mencari jalan keluar agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Jimmi.

‎Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga Perumahan Oleana Park, Juntak, mengaku lega setelah kolam yang selama ini menjadi kekhawatiran warga akhirnya ditimbun.

‎”Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Batam, Kecamatan Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, serta khususnya Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian, yang terus memantau dan mengawal hingga terlaksananya penimbunan kolam maut ini,” kata Juntak.

‎Menurutnya, keberadaan kolam tersebut selama ini menimbulkan rasa khawatir bagi warga karena lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman. Kekhawatiran itu semakin besar setelah tragedi yang merenggut nyawa dua anak yang tenggelam saat bermain di lokasi tersebut.

‎”Kami sebelumnya sangat khawatir dengan keberadaan kolam ini. Dengan ditimbunnya lokasi tersebut, rasa cemas warga tentu berkurang dan lingkungan menjadi lebih aman,” tambahnya.

‎Hal senada disampaikan warga lainnya, Manurung. Ia menilai penimbunan kolam telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Perumahan Oleana Park.

‎”Kami warga yang berdomisili di Perumahan Oleana Park sudah merasa lebih lega setelah kolam maut ini ditimbun. Ini merupakan langkah yang sangat baik demi keselamatan bersama,” ujarnya.

‎Tidak hanya menyambut baik penimbunan tersebut, warga juga mulai memanfaatkan lahan yang telah diratakan untuk kegiatan positif. Sejumlah warga menanam berbagai tanaman muda sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya penghijauan di kawasan tersebut.

‎”Bahkan di lokasi yang sudah ditimbun ini, kami mulai menanam beberapa tanaman muda. Selain memperindah lingkungan, lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan sementara waktu sebelum digunakan oleh pemiliknya sesuai peruntukan,” jelas Manurung.

‎Warga berharap pemerintah dan instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya di kawasan permukiman, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

‎Penimbunan kolam yang sebelumnya menjadi sorotan publik ini dinilai sebagai bukti nyata sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi warga Kota Batam. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain