Connect with us

9Info.co.id | Batam – Ketua Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boruna (PPTSB) Kepulauan Riau, Ediaman Sinaga, secara resmi meresmikan Rumah Pemenangan dan kukuhkan Tim pemenangan untuk Calon Legislatif (Caleg) DPRD Batam, Bisker Sinaga.

Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah Tokoh masyarakat, simpatisan, dan pendukung setia Bisker Sinaga. Sabtu (19/8/2023).

Rumah Pemenangan yang terletak di Bukit Ayu Lestari Blok Z No 116 Kelurahan Mangsang ini diharapkan akan menjadi pusat koordinasi dan kegiatan strategis bagi tim sukses dan relawan dalam mendukung Bisker Sinaga menuju DPRD Kota Batam

Ketua PPTSB Kepri, Ir.Ediaman Sinaga

Ketua PPTSB Kepri, Ir.Ediaman Sinaga

Dalam sambutanya , Ketua PPTSB Kepri, Ediaman Sinaga, menyampaikan keyakinannya bahwa Bisker Sinaga adalah sosok yang memiliki komitmen tinggi untuk mewakili aspirasi masyarakat dari daerah Pemilihan 3, yang meliputi Kecamatan Seibeduk, Nongsa, Bulang dan Galang di DPRD Kota Batam.

Bisker Sinaga, yang juga merupakan Ketua PPTSB Sektor Wilayah 2 Tanjung Piayu, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan yang telah diberikan oleh Ketua PPTSB Kepri Ediaman Sinaga. Bahkan Bisker juga tak lupa menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Partai Gerindra untuk mengusungnya menjadi salah satu Caleg DPRD Batam.

Ia berkomitmen untuk bekerja keras dalam mewujudkan visi dan misi partainya serta memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Batam.

Acara peresmian Rumah Pemenangan ini turut diisi dengan berbagai kegiatan sosial, dan makan bersama dengan warga sekitar.

Dalam momen ini juga dilakukan pertemuan dengan perwakilan berbagai komunitas dan sahabat pendukung Bisker.

Bisker Sinaga menyatakan bahwa ia ingin membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat dan memahami lebih dalam kebutuhan mereka.

Ketua PPTSB Kepri Ediaman Sinaga Resmikan Rumah Pemenangan Bisker Sinaga Caleg DPRD Kota Batam

Ketua PPTSB Kepri Ediaman Sinaga Resmikan Rumah Pemenangan Bisker Sinaga Caleg DPRD Kota Batam

Sementara itu Ketua Tim Bisker Sinaga, Halasan Sinaga, menyampaikan komitment dan harapannya kepada seluruh tim dan sahabat Bisker yang telah terbentuk. “Dengan Komitment dan sinergitas yang kita Bangun, harapan kita Bisker Sinaga bisa menjadi salah satu perwakilan di DPRD kota Batam untuk daerah Pemilihan 3 dalam Pemilu 2024 mendatang,” tegas Halasan Sinaga.

Dengan peresmian Rumah Pemenangan dan semangat yang menggelora, Bisker Sinaga dan tim suksesnya bersiap untuk memasuki tahap kampanye yang semakin intens menjelang pemilihan legislatif.

Rumah Pemenangan Bisker Sinaga.

Rumah Pemenangan Bisker Sinaga.

Semua mata tertuju pada bagaimana perjalanan politik Bisker Sinaga akan berlanjut dan apakah dukungan yang telah terbangun dapat membuahkan hasil di hari pemilihan nanti. (RP).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tim Peduli Isenabasa Temui Amsakar, Dugaan Pengalihan Aset 2,3 Hektare Bikin Kepala BP Batam Terkejut

Tim Peduli Isenabasa Temui Amsakar, Dugaan Pengalihan Aset 2,3 Hektare Bikin Kepala BP Batam Terkejut

9info.co.id | BATAM – Upaya memperjuangkan aset Yayasan Isenabasa Barelang terus dilakukan. Sebagai tindak lanjut penyelamatan aset yang diduga telah dialihkan kepada pihak lain, Tim Peduli Isenabasa melakukan audiensi dengan Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, pada Jumat (24/7/2026).

‎Dalam pertemuan tersebut, Tim Peduli Isenabasa memaparkan kronologi dugaan pengalihan lahan seluas sekitar 2,3 hektare di kawasan Batam Centre yang sejak awal dialokasikan Otorita Batam untuk pembangunan kawasan budaya lima sub-etnis Batak.

‎Menurut perwakilan Tim Peduli Isenabasa Jhonson Fidoli Sibuea, Amsakar Achmad mengaku terkejut setelah menerima penjelasan mengenai dugaan beralihnya aset Yayasan Isenabasa kepada yayasan lain.

‎Tim Peduli Isenabasa pun meminta Kepala BP Batam agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut serta merekomendasikan langkah-langkah administrasi untuk mengembalikan aset yang dinilai merupakan hak Yayasan Isenabasa Barelang.

‎Dalam audiensi itu, tim juga menyampaikan hasil penelusuran yang menemukan adanya perubahan data alokasi lahan yang semula tercatat atas nama Yayasan Isenabasa Barelang menjadi atas nama Yayasan Yonkenedia.

‎Perubahan tersebut dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas proses administrasi yang dilakukan.

‎”Kami mempertanyakan legalitas pengalihan lahan tersebut. Peralihannya diduga dilakukan tanpa melalui prosedur resmi dan tanpa sepengetahuan pengurus Yayasan Isenabasa,” ujar perwakilan Tim Peduli Isenabasa.

‎Berdasarkan data yang dimiliki, Yayasan Isenabasa Barelang sebelumnya memperoleh Penetapan Lokasi (PL) Nomor 2820090151.C1 yang diterbitkan pada 29 Mei 2008 dengan luas 21.928 meter persegi.

‎Namun, berdasarkan data terbaru, lahan tersebut tercatat menggunakan PL Nomor 224092123 atas nama Yayasan Yonkenedia, dengan peruntukan rumah tapak seluas 12.885 meter persegi, fasilitas sosial swasta/BUMN seluas 5.870 meter persegi, serta kawasan komersial seluas 1.996 meter persegi.

‎Perwakilan Tim Peduli Isenabasa lainya, Wirya, menjelaskan bahwa lahan yang berada di belakang Perumahan Puri Legenda, Batam Centre, sejak awal diperuntukkan sebagai kawasan perkampungan budaya lima sub-etnis Batak, yakni Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, serta Mandailing/Angkola, berikut pembangunan gedung serbaguna sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya masyarakat Batak di Batam.

‎”Ketika kami melakukan pengecekan, ternyata data kepemilikan lahan telah berubah. Kami menduga telah dialihkan kepada Yayasan Yonkenedia,” katanya.

‎Polemik semakin berkembang setelah muncul informasi bahwa Ketua Pembina Yayasan Yonkenedia diduga merupakan orang yang sama dengan Ketua Pembina Yayasan Isenabasa Barelang.

‎Wirya juga menegaskan bahwa dokumen asli alokasi lahan yang diterbitkan Otorita Batam hingga kini masih berada dalam penguasaan Sekretaris Yayasan Isenabasa Barelang, Sabar Malau.

‎Karena itu, pihaknya mempertanyakan bagaimana proses pengalihan administrasi dapat dilakukan apabila dokumen asli tidak pernah diserahkan.

‎”Bagaimana mungkin aset yayasan dialihkan tanpa sepengetahuan pembina, pengurus maupun pengawas? BP Batam perlu memberikan penjelasan kepada publik mengenai proses administrasi tersebut. Mengapa pengalihan dapat dilakukan tanpa penarikan dokumen asli yang sah dari kami,” tegasnya.

‎Sebagai bentuk keseriusan memperjuangkan aset tersebut, para tokoh dan perwakilan lima sub-etnis Batak di Kota Batam telah membentuk Tim Peduli Isenabasa.

‎Tim ini bertugas menelusuri seluruh proses administrasi dan legalitas pengalihan lahan serta menyiapkan langkah hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

‎”Langkah ini kami lakukan untuk menyelamatkan aset yang sejak awal diberikan Otorita Batam untuk kepentingan sosial masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu,” ujar Wirya.

‎Didampingi tim kuasa hukum Yayasan Isenabasa Barelang, pihaknya juga mengungkap adanya dugaan unsur mens rea atau niat jahat dalam proses penguasaan aset tersebut. Namun, mereka menyerahkan pembuktian dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak BP Batam maupun Yayasan Yonkenedia belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengalihan lahan tersebut.

‎Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (Tim)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain