Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah yang jatuh pada Senin, 17 Juni 2024, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, PT PLN Batam kembali melaksanakan program penyerahan bantuan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) hewan kurban kepada para stakeholders, masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

Bantuan secara seremonial diserahkan langsung oleh Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Zulhamdi di Rumah Potong Hewan Ruminansia Pemerintah Kota Batam, Sungai Temiang, Sekupang, Jumat (14/6). Pada tahun ini PLN Batam menyumbangkan 45 ekor hewan kurban, terdiri dari 6 sapi dan 39 kambing yang akan disalurkan kepada yang layak menerima melalui stakeholders instansi .

Mewakili Manajemen PLN Batam, Zulhamdi mengatakan, momentum Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah mengingatkan kita akan pengorbanan besar Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

“Kemudian dari pandangan korporasi perusahaan, peringatan Hari Raya Qurban tak hanya dimaknai sebatas proses kegiatan seremonial semata, tetapi juga dijadikan sebagai konteks peneguhan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat keadilan. Atas dasar nilai tersebut, PT PLN Batam secara rutin setiap tahunnya merayakan hari Idul Adha dengan memberikan bantuan hewan qurban kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Zulhamdi.

Zulhamdi berharap bantuan ini dapat diterima oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan sehingga memberikan manfaat yang berguna. Karena daging qurban dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi warga Batam yang kurang mampu. Mengingat kebutuhan gizi sangat tinggi dan tidak semua rakyat mampu merasakan manfaat daging.

“PT PLN Batam sebagai perusahaan penyediaan listrik di Pulau Batam, dalam melaksanakan tanggungjawabnya untuk melistriki dan memenuhi hajat hidup warga masyarakat. Untuk itu kami memohon dukungan Bapak/Ibu pelanggan dan stakeholders kami untuk mendukung kegiatan PLN Batam dalam menyediakan listrik yang andal bagi kota Batam ini,” tutup Zulhamdi.

Salah satu penerima hewan kurban Odit Kusuma Lubis menyatakan rasa syukur dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN Batam atas bantuan hewan kurban tersebut. Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menyambung tali silahturami antara PLN Batam dengan masyarakat.

“Kami dari panitia kurban Masjid Al-Jama’ah, bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian PLN Batam pada momen Hari Raya Idul Adha 1445 Hijirah atas pemberian daging qurban ini kepada masyarakat Kampung Agas, Sekupang. Bukan hanya fokus mengurus dan menjaga keandalan listrik, PLN Batam ternyata juga sangat peduli kepada Masyarakat sekitar. Semoga Allah SWT membalas kebaikan PLN Batam sehingga PLN Batam kedepannya semakin andal dan selalu memberikan pelayanan terbaik,” pungkas Odit.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

Yayasan Yonkenedia Dukung Pelestarian Budaya, 33 Tim Tortor Siap Berlaga di Festival Batak Batam 2026

9info.co.id | BATAM – Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain