Connect with us

9info.co.id | BATAM – Pemberian insentif bagi warga Batam yang telah lanjut usia (lansia) menjadi salah satu program prioritas kepemimpinan Amsakar – Li Claudia.

Hingga saat ini, Rabu (7/5/2025), sebanyak 1.245 lansia di sembilan kecamatan seperti Batuaji, Sagulung, Sekupang, Galang, Bulang, Batu Ampar, Bengkong, Belakangpadang dan Lubuk Baja telah menikmati bantuan senilai Rp 300 ribu tersebut.

Selain menjadi program prioritas, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan Amsakar – Li Claudia terhadap kesejahteraan masyarakat Batam.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Batam. Para orang tua yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dan tidak bisa bekerja secara maksimal, dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhannya,” ujar Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra di sela aktivitasnya.

Selain bantuan insentif terhadap warga lansia, Li Claudia menegaskan bahwa pihaknya juga akan mempercepat realisasi beberapa program strategis lainnya. Terutama penanganan terhadap banjir serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat Batam.

Ia telah menginstruksikan agar seluruh Deputi di lingkungan BP Batam dan jajaran Pemerintah Kota Batam untuk bergerak cepat menangani persoalan-persoalan yang ada sehingga tidak menyebabkan kerugian bagi masyarakat.

“Masalah banjir saat ini menjadi fokus kami, begitu juga dengan ketersediaan air bersih dan pemberian seragam bagi siswa-siswi di Batam,” tambahnya.

Ia juga mengharapkan peran aktif dari seluruh komponen daerah dan masyarakat agar penataan Batam sebagai pusat investasi dan pusat ekonomi baru di Indonesia dapat terwujud maksimal.

Dengan harapan, pesatnya kemajuan Batam dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat.

“Mari kita semua saling bersinergi untuk Batam lebih baik,” pesan Li. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain