Connect with us
Amsakar Antusias Umat Muslim Tanda Visi Misi madani Terlaksana dengan Baik di Kota Batam

Safari Ramadhan Amsakar Achmad : Antusias Umat Muslim Tanda Visi Misi madani Terlaksana dengan Baik di Kota Batam

More Videos

9info.co.id | BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad kembali melaksanakan giat Safari Ramadhan Buka Puasa Bersama di Masjid Darussalam, Perumahan Muka Kuning Indah 1, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Kamis (20/3/2025).

Kehadirannya bersama rombongan dari Pemerintah Kota Batam disambut oleh jama’ah. Tampak hadir mendampingi diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Satuan Pananggulangan Bencana, Kadis Perpustakaan dan Arsip, Kadis Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan, Kadis Kesehatan, Kadis Tenaga Kerja, Kadis Pertanahan, Kepala Badan Pendapatan Daerah, dan Camat Batu Aji, Lurah se-Kecamatan Batu Aji beserta seluruh jajarannya.

Kegiatan diawali dengan mendengarkan masukan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengurus Masjid Darussalam, Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Walikota Batam, Amsakar Achmad yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat magrib berjama’ah.

Dalam sambutannya Walikota Batam berterimakasih atas sambutan hangat dari jamaah Masjid Darussalam. Ia berharap dengan kegiatan ini dapat semakin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

“Melalui momentum safari ramadhan ini, saya berharap dapat semakin mendekatkan jalinan silaturahmi pemerintah dengan masyarakat serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan,” ujar Amsakar.

Kegiatan Safari Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan menunaikan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah bersama masyarakat Kecamatan Batu Aji di Masjid Miftahul Jannah, Perumahan Maitri Indah dan Kodim, Kelurahan Buliang.

Wali Kota mengapresiasi umat muslim Batam yang menurutnya sangat antusias dengan nilai-nilai spiritual, hal ini terbukti dengan banyaknya kehadiran masyarakat Batam saat diadakannya acara-acara keagamaan.

“Saya bersyukur bahwa semangat umat muslim Batam sangat membanggakan, kota metropolis biasanya cuek dengan nilai-nilai spiritual, tapi di Batam masyarakatnya justru sangat antusias dengan acara keagamaan yang diadakan oleh pemerintah,” ungkapnya.

“Ini menandakan bahwa visi madani yang menjadi mimpi kita bersama sudah terlaksana dengan baik,” lanjutnya menambahkan.

Pada kesempatan itu, Amsakar juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Masjid sebagai tempat untuk mengembangkan dakwah islami dan serta mengajarkan nilai spiritual terutama kepada generasi muda di Kota Batam.

“Mudah-mudahan kita bisa jadikan Masjid sebagai pusat untuk mengembangkan kehidupan spiritualitas terutama bagi generasi muda kita,” ujarnya.(DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

9info.co.id | BATAM – Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version