Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Sucinya bulan Ramadhan 1445 H/2024 M menjadi momen seluruh umat Islam untuk berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah dan berbuat kebaikan.
Hal tersebut tak luput dari perhatian Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) yang memaksimalkan momen ini untuk berbagi kepada yang membutuhkan.

Penyerahan bingkisan dan santunan Ramadhan pun dihelat pada Kamis (28/3/2024) pagi.

Kegiatan yang dikoordinir oleh Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) BP Batam, bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam ini menghadirkan ribuan penerima bantuan sembako dan ratusan anak yatim piatu yang memadati area pelataran parkir BP Batam.

Adapun bantuan beserta penerimanya adalah sebagai berikut:

1. Santunan dan paket berbuka puasa untuk 411 anak yatim piatu yang berasal dari:

– Panti Asuhan At-Taqwa Perum. Taman Seruni Indah

– Panti Asuhan Qurotal A’yun Komp. Legenda Malaka

– Panti Asuhan Miftahul Ulum Perum. Bida Asri 1

– Panti Asuhan Restu Ilahi Muhammadiyah Kav. Sambau Nongsa

– Panti Asuhan Darul Aulaad Kav. Nusa Jaya Bida

– Panti Asuhan Aini Tanjung Riau

– Panti Asuhan Ar-Risalah Patam Lestari

– Panti Asuhan Al-Huffaz Tiban 1

– Rumah Tahfidz Itihaddul Ummah Perum Delta Villa

2. Bingkisan Ramadhan:

– 1500 paket sembako dari BAZNAS Kota Batam untuk kaum duafa

– 800 paket sembako dari BKDI BP Batam untuk outsourcing BP Batam

3. Saguhati Juara MTQ Tingkat Kota Batam

– Juara 1 Cabang Tilawah Kanak-kanak Putra an. Muhammad Iqbal

– Juara 1 Cabang Tilawah Kanak-kanak Putri an. Devta Haryani

– Juara 2 Cabang 1 Juz Tilawah Putri an. Nailah Nadhirah

4. Bantuan Mualaf sebanyak 6 orang

5. Bantuan Beasiswa SD dan SMP masing-masing sebanyak 6 orang

Dalam sambutannya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, bingkisan dan santunan tersebut berasal dari zakat yang dikeluarkan oleh pegawai BP Batam dan dikumpulkan di BAZNAS Kota Batam.

“Hal ini kita lakukan karena zakat wajib kita keluarkan dan kita salurkan kembali ke masyarakat,” kata Muhammad Rudi.

Lebih dari itu, ia melanjutkan, sumbangsih dari zakat diyakini mampu menjadi alternatif untuk mengurangi tingkat kemiskinan Kota Batam yang mencapai angka 5,02 persen pada tahun 2023 silam.

“Jika seluruh karyawan Muslim di BP Batam, Pemerintah Kota Batam, dan instansi privat lainnya membayar zakat mal yang dikumpulkan dan disalurkan oleh BAZNAS kepada golongan-golongan yang wajib menerima, saya yakin kebutuhan masyarakat miskin di Kota Batam dapat terbantu,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Muhammad Rudi turut mengajak masyarakat yang hadir untuk menjaga kekompakan dan persatuan dalam mendukung program pembangunan infrastruktur yang digagas oleh pemerintah daerah.

“BP Batam adalah bagian dari masyarakat, begitu juga sebaliknya. Seluruh pembangunan yang telah dilakukan merupakan persembahan kami untuk masyarakat Kota Batam. Untuk itu mari kita jaga apa yang telah dibangun dan pupuk terus kebersamaan untuk kenyamanan dalam bermasyarakat,” tutup Muhamamad Rudi.

Hadir dalam kegiatan, Ketua Umum PIKORI BP Batam sekaligus Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Marlin Agustina; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, KH. Luqman Rifai; Ketua BAZNAS Kota Batam, Muhith; Ketua Persatuan Mubaligh Batam (PMB) Kota Batam, Ust. Suyono; para Anggota Bidang, pejabat tingkat II dan III, beserta staf di lingkungan BP Batam.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain