Connect with us

9Info.co.id | BATAM – PT PLN Batam terus mendukung tumbuh kembang anak Indonesia, khususnya di wilayah Batam. Kali ini, bertepatan dengan momen peringatan Hari Anak Nasional tahun 2024, PLN Batam melalui Srikandinya melaksanakan Program Srikandi Movement dengan tema “Membangun Energi Masa Depan dengan Penguatan Literasi Digital pada Anak” di SMPN 31 Batam, Selasa (23/7).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama antara PT PLN Batam dengan UPTD P2PMKS Nilam Suri Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam. Selain diikuti siswa/siswi SMPN 31 Batam, tampak wali murid yang juga menyempatkan waktunya untuk hadir.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Nagoya, sekaligus Ketua Srikandi PLN Batam, Euis Hermawati dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Sosial dan SMPN 31 atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Terimakasih atas kehadiran adik-adik yang tampak bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga nanti adik-adik dapat menyimak dan belajar banyak dari materi yang kita sampaikan. Begitu juga dengan orang tua atau wali murid agar mengerti maksud dan tujuan yang akan disampaikan dapat dipahami bersama” beber Euis

“Bagaimanapun juga anak-anak menerima pendidikan tidak hanya di sekolah saja tapi juga di rumah, sehingga penting untuk tetap kolaborasi baik di rumah dan sekolah karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa untuk kemajuan indoesia,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut, Euis menjelaskan bahwa Srikandi PLN Batam merupakan gugus tugas pegawai perempuan pada PLN Batam yang berperan aktif melakukan pemberdayaan perempuan atau women empowerment, baik di internal Perusahaan maupun sosial masyarakat.

“Kami berharap bahwa kedepannya adik-adik perempuan bisa menggantikan kakak-kakak Srikandi di PLN Batam, begitu juga dengan adik-adik yang lak-laki agar kedepannya dapat meneruskan perjuangan PLN Batam melayani masyarakat,” pungkas Euis.

Sejalan dengan itu, Kepala UPTD P2PMKS Nilam Suri, Efriadi turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi digital yang aman. Sebab pada era digital 4.0 ini, selain memberikan banyak manfaat, kemajuan teknologi kadang dimanfaatkan untuk hal-hal yang negative. Kami berharap sinergi antara PLN Batam dan pemerintah terus berlanjut untuk memberi dampak bagi masyarakat,” ujar Efriadi.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMPN 31 Batam, Eni Fetriana sangat mengapresiasi langkah PLN Batam yang telah memberikan ilmunya tentang kelistrikan kepada para siswanya.

“Anak-anak mendapatkan ilmu baru diluar pelajaran sekolah dengan acara yang dilaksanakan di sini khususnya dalam memperingati Hari Anak Nasional. Terima kasih, semoga ke depannya PLN Batam semakin sukses dan berjaya,” ucapnya.

Menurutnya, ilmu dasar tentang kelistrikan sangat bermanfaat dan diperlukan untuk anak-anak masa kini yang semuanya sudah menggunakan listrik.

“Saya berharap program ini dapat bermanfaat dan membuka pikiran anak-anak SMPN 31 Batam, siswa/siswi kami untuk lebih tahu mengenai kelistrikan serta memupuk semangat mereka untuk belajar lebih giat demi terwujudnya cita-cita di masa yang akan datang,” tutupnya.(DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain