Connect with us

9info.co.id | BATAM – Manajemen PLN Batam menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polsek Sungai Beduk atas respon cepat dan profesionalisme dalam mengungkap pelaku percobaan pencurian kabel listrik di wilayah hukumnya.

Ucapan apresiasi tersebut secara khusus ditujukan kepada Kapolsek Sungai Beduk, Iptu Alex Yasral, beserta seluruh personel yang dinilai sigap dalam menangani kasus yang berpotensi mengganggu infrastruktur kelistrikan sebagai objek vital pelayanan publik.

PLN Batam menilai tindakan cepat aparat kepolisian sangat membantu dalam menjaga keamanan serta keandalan sistem kelistrikan di Kota Batam. Upaya pengungkapan tersebut dinilai tidak hanya mencegah potensi kerugian material, tetapi juga menghindari gangguan pasokan listrik yang dapat berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

“Respon cepat dan profesionalisme jajaran Polsek Sungai Beduk sangat kami apresiasi. Keamanan infrastruktur kelistrikan merupakan hal yang krusial karena menyangkut pelayanan publik,” demikian pernyataan manajemen PLN Batam.

Dalam ungkapan apresiasinya, PLN Batam berharap kolaborasi dan koordinasi yang telah terjalin dengan aparat kepolisian dapat terus diperkuat. Sinergi antara penyedia layanan kelistrikan dan aparat penegak hukum dinilai penting untuk mencegah tindak kejahatan terhadap aset negara maupun fasilitas umum lainnya.

PLN Batam juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengamanan aset kelistrikan melalui pengawasan internal serta kerja sama lintas sektor, guna memastikan pasokan listrik tetap andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Batam. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI

TITIK BANJIR

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat merespons masukan Komisi VI DPR terkait penanganan banjir dan genangan air di Kota Batam.

Hanya sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Rabu (17/6/2026), BP Batam langsung menerjunkan tim untuk mengecek 11 titik rawan banjir di wilayah tersebut.

Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto dan Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Wardhana beserta jajaran.

Guna menyelaraskan langkah, BP Batam juga menggandeng Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, serta para camat setempat.

Sebelas lokasi yang ditinjau mencakup sejumlah kawasan strategis, antara lain Orchard Park di Batam Kota, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga area depan Panbil Industrial Estate yang belakangan kerap tergenang saat hujan deras.

Langkah ini diambil setelah Anggota Komisi VI DPR Sturman Panjaitan menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas drainase dalam RDP sehari sebelumnya.

Sturman mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Batam yang pesat harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengendali banjir yang mumpuni.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto menegaskan, verifikasi faktual di lapangan ini sangat krusial untuk memetakan akar masalah secara akurat sebelum merumuskan solusi teknis.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan karena setiap lokasi memiliki karakteristik persoalan yang berbeda. Penanganannya harus terukur, tepat sasaran, dan terkoordinasi,” ujar Mouris.

Ia menambahkan, respons cepat ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Keduanya menekankan agar setiap aspirasi publik maupun legislatif segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.

“Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, selalu menegaskan bahwa persoalan masyarakat tidak boleh berhenti pada pembahasan di ruang rapat. Setiap masukan, termasuk yang disampaikan DPR RI, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata dan solusi di lapangan,” tegas Mouris.

Melalui peninjauan bersama Pemerintah Kota Batam ini, skema penanganan di setiap titik mulai disusun.

Rencana kerja tersebut meliputi normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, evaluasi pola aliran, hingga kolaborasi teknis lintas sektoral demi mewujudkan infrastruktur Batam yang andal dan berkelanjutan. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain