Connect with us

9info.co.id | BATAM – Pihak pengembang Perumahan Kemuning City menegaskan bahwa pembangunan proyek telah mengantongi perizinan lengkap, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Pengembang meminta agar musibah ambruknya dinding penahan tanah (DPT) tidak dimanfaatkan untuk menyudutkan perusahaan.

‎Peristiwa runtuhnya struktur DPT milik Tekad Real Estate, terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama tiga hari berturut-turut. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan karena tertimpa material batu dan tanah.

‎Manager Operasional Tekad Real Estate, Dave, pada Jumat (27/02/2026) menyampaikan bahwa insiden tersebut merupakan musibah akibat faktor cuaca ekstrem. Meski demikian, pihak perusahaan menyatakan bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan, khususnya perbaikan bagian atap rumah warga yang terdampak.

‎“Kami telah mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan, termasuk PBG. Kejadian ini murni musibah akibat curah hujan tinggi. Namun kami tetap bertanggung jawab penuh terhadap perbaikan, terutama penggantian spandek atap yang rusak,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan perusahaan adalah memastikan keselamatan warga terdampak. Pada malam kejadian, pengembang langsung menyalurkan dana kompensasi pengungsian sementara.

‎Untuk mempercepat penanganan, perusahaan juga menambah tiga unit alat berat sehingga total empat ekskavator diterjunkan ke lokasi. Dalam waktu sekitar satu setengah hari, material longsoran berhasil dibersihkan guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan.

‎Selain pembersihan material, pengembang melakukan pembuatan trap tanah serta saluran drainase untuk mengarahkan aliran air agar tidak kembali mengarah ke permukiman warga. Atas permintaan warga yang ingin segera kembali ke rumah masing-masing, proses penanganan dilakukan secara intensif hingga pada Sabtu sore warga telah dapat kembali menempati rumah mereka.

‎“Pada hari Minggu kami tidak lagi memberikan kompensasi pengungsian karena warga sudah kembali ke rumah,” jelas Dave.

‎Saat ini, proses penguatan struktur DPT masih berlangsung di lokasi kejadian. Pengembang juga terus melakukan pendataan kerusakan, terutama pada bagian atap rumah yang terdampak longsoran.

‎Menurut pihak perusahaan, seluruh langkah penanganan telah dilakukan sesuai hasil musyawarah yang difasilitasi perangkat RT dan RW, lurah setempat, serta pihak kepolisian, dan turut dihadiri perwakilan anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam.

‎“Kami mengedepankan musyawarah dan terus berkoordinasi dengan warga serta para pemangku kepentingan,” tegasnya.

‎Sementara itu, warga berharap proses penguatan struktur dilakukan secara maksimal, transparan, dan sesuai standar teknis agar keamanan lingkungan dapat terjamin dalam jangka panjang serta mencegah terulangnya kejadian serupa.(Tim).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Wali Kota Batam Resmikan Kantor Cabang Bank Sumut, Dorong UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Wali Kota Batam Resmikan Kantor Cabang Bank Sumut, Dorong UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

9info.co.id | BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan Kantor Cabang Bank Sumut Batam serta Halte Rafflesia Bank Sumut yang berlokasi di Ruko Rafflesia, Batam Centre, Senin (27/4/2026). Peresmian tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan Pemerintah Kota Batam guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Kegiatan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Batam dan Bank Sumut, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda operasional kantor cabang baru tersebut.

‎Pada kesempatan itu, Amsakar bersama jajaran direksi Bank Sumut juga menyerahkan buku tabungan secara simbolis kepada pelajar SD dan SMP Advance sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi keuangan sejak usia dini.

‎Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi langkah Bank Sumut yang memilih Batam sebagai lokasi pengembangan usaha. Menurutnya, keputusan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Batam yang terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026.

‎“Batam merupakan salah satu daerah tujuan investasi. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi mencapai Rp17,5 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,6 triliun, atau tumbuh 102,85 persen,” ujar Amsakar.

‎Ia menegaskan pentingnya peran perbankan dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemerintah Kota Batam, kata dia, telah menyiapkan program bantuan modal usaha hingga Rp20 juta dengan bunga yang ditanggung pemerintah.

‎“Kami berharap Bank Sumut dapat membantu menyalurkan pembiayaan tersebut kepada pelaku usaha. Masyarakat cukup membayar angsuran pokok, sementara bunga menjadi tanggung jawab pemerintah,” katanya.

‎Selain itu, Amsakar juga meminta dukungan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mencari solusi atas kendala administratif, seperti BI Checking, agar masyarakat berpenghasilan rendah lebih mudah mengakses pembiayaan.

‎Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Batam. Bank Sumut, lanjutnya, siap mendukung digitalisasi layanan daerah, termasuk sistem penerimaan pajak daerah yang terintegrasi.

‎“Kami berkomitmen mendukung peningkatan pendapatan asli daerah melalui optimalisasi 11 objek pajak serta pengembangan sistem pembayaran digital yang mampu memisahkan komponen pajak secara otomatis,” ujarnya.

‎Acara peresmian tersebut turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia dan OJK Kepulauan Riau, unsur TNI, jajaran kepala OPD di lingkungan Pemko Batam, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, serta para pelaku usaha dari berbagai sektor.(Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain