Connect with us

9info.co.id | BATAM – Polemik dugaan sengketa penguasaan anak di Kota Batam kian memanas. Kantor Hukum Rio Fernando Napitupulu, S.H., M.H., memperluas langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada perempuan berinisial WF, seorang pria yang diduga warga negara asing (WNA) yang mengaku sebagai ayah kandung anak, hingga kuasa hukum keduanya.

‎Somasi tersebut diketahui dikirimkan kepada kantor hukum berinisial IA pada 22 April 2026.

‎Langkah ini disebut sebagai bentuk keseriusan tim kuasa hukum Rio Napitupulu dalam menyikapi persoalan yang dinilai telah berkembang dan berpotensi menimbulkan dampak hukum lebih luas.

‎Dalam keterangannya, pihak Kantor Hukum Rio Napitupulu menyatakan bahwa somasi kepada kuasa hukum WF dan pria yang diduga WNA tersebut berkaitan dengan dugaan tindakan maupun pernyataan yang dianggap merugikan klien mereka.

‎“Somasi ini kami layangkan sebagai peringatan hukum agar seluruh pihak menghentikan tindakan yang berpotensi melanggar hukum serta tidak memperkeruh persoalan yang sedang berjalan,” ujar Rio.

‎Rio juga menegaskan bahwa pihaknya menduga kuasa hukum WF dan pria tersebut tidak menjalankan prosedur hukum sebagaimana mestinya, karena disebut melakukan komunikasi langsung kepada kliennya tanpa didahului teguran resmi melalui somasi.

‎“Kami tegaskan, apabila somasi ini tidak diindahkan, maka langkah lanjutan baik pidana maupun perdata akan kami pertimbangkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

‎Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik karena melibatkan dugaan sengketa hak asuh anak yang cukup kompleks, termasuk adanya klaim dari seorang pria yang disebut sebagai ayah biologis anak tersebut.

‎Sementara itu, kuasa hukum pihak WF, Ilham Arrasyid, S.H., menanggapi santai somasi tersebut. Ia menilai somasi yang disampaikan Kantor Hukum Rio Napitupulu terkesan tidak tepat.

‎“Kalau merasa benar, silakan buat laporan polisi, tidak usah pakai somasi-somasi, karena ini ranahnya pidana,” ujar Ilham.

‎Dengan saling balas pernyataan dari kedua kubu, perkara ini diperkirakan akan memasuki babak baru di jalur hukum. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari WF maupun pria yang disebut WNA tersebut. (Tim).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain