Connect with us

9info.co.id | SIMALUNGUN – Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, bergerak cepat untuk menanggulangi masalah banjir yang sering melanda Pasar Bawah, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Langkah awal yang diambil Bupati adalah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kecamatan Tapian Dolok guna mengumpulkan data terkait penyebab banjir untuk bahan pembahasan dalam rapat koordinasi (rakor) dengan instansi terkait.

Kedatangan Bupati di Kecamatan Tapian Dolok pada Senin (7/4) disambut oleh Camat Tapian Dolok, Juraini Purba, beserta Sekcam Hengky Sitanggang dan sejumlah staf kecamatan serta masyarakat setempat. Di wilayah tersebut, tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan meningkatnya volume air yang menyebabkan banjir di beberapa titik, seperti di ruas jalan Siantar-Medan, simpang Dolok Ulu, dan simpang Batu Silangit.

Volume air yang tinggi mengalir deras menuju Sungai Sikkam yang melintasi Kecamatan Dolok Batu Nanggar, sehingga menyebabkan meluapnya air sungai dan membanjiri ratusan rumah penduduk di Pasar Bawah Serbalawan.

Menanggapi hal ini, Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, menegaskan bahwa sudah dua kali diadakan rapat terkait penanggulangan banjir di Pasar Bawah, namun hasilnya belum membuahkan solusi konkret. Menurutnya, diperlukan kehadiran Tim Ahli untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, meski hingga kini belum ada titik terang.

“Permasalahan banjir ini jangan dibiarkan terlalu lama, nanti bisa terlupakan. Jangan tunggu sampai banjir datang lagi baru kita bertindak. Apalagi pekerjaan rumah (PR) yang masih banyak di Kabupaten Simalungun ini,” ujar Bupati.

Meski menghadapi banyaknya tantangan, Bupati menegaskan bahwa ia justru semakin semangat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Banyaknya PR membuat kami semakin bersemangat. Untuk itu, kami akan segera melaksanakan rapat koordinasi dalam waktu dekat untuk membahas penanganan banjir di Pasar Bawah Serbalawan dengan pihak-pihak terkait,” tambahnya.

Rapat persiapan penanggulangan banjir di Pasar Bawah Serbalawan dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat di Kantor Camat Tapian Dolok. Bupati berharap langkah-langkah yang lebih konkrit dapat segera diambil untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap meresahkan warga setempat.(SG)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain