9info.co.id – Jajaran Reskrim Polsek Sekupang membekuk seorang pelaku pembobolan ATM. Uniknya , pelaku sebelumnya sudah pernah melakukan upaya pencurian itu namun gagal. Hingga akhirnya pada aksi yang ketiga kali, aksi pelaku malah ketahuan polisi. Diapun dibekuk polisi.
Pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BPR Barelang Mandiri di Tiban Center Kecamatan Sekupang, Kota Batam inipuan tak berkutik saat dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Sekupang, Rabu (27/7/2022).
Pelaku berinisial AT (25) merupakan warga Tiban Lama Nomor 29 RT 01 RW 12 Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Kompol Yudha Suryawardhana Kapolsek Sekupang mengatakan penangkapan terduga pelaku berdasarkan dua Laporan Polisi yang masuk ke Polsek Sekupang. “LP yang masuk ke kita itu ada dua yakni tanggal 26 dan 27 Juli 2022,” ungkap Yudha, pada Jumat (29/7/2022).
Dijelaskannya, kejadian berawal pada Rabu (21/7/2022) sekitar pukul 06.00 Wib di ATM BPR Barelang Mandiri yang ada di Tiban Center Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Saat itu, kepala teller PT Bank BPR Barelang Mandiri masuk kedalam kantor dan melihat mesin ATM yang berada di dalam kantor dalam keadaan Rusak dan ditemukan ada bekas congkelan.
Saat melihat rekaman CCTV dan melihat seseorang sedang mencongkel mesin ATM tersebut.
“Melihat itu, Kepala Teller langsung memberitahukannya ke Grup WA pihak menajemen BPR Barelang Mandiri. Setelah dilakukan pengecekan terhadap isi uang ATM tersebut masih utuh tidak ada yang hilang namun mesin ATM mengalami kerusakan,” jelasnya.
Kejadian ini lalu dilaporkan ke Unit Reskrim Polsek Sekupang. Menerima Informasi dari Security Tiban Center. Tak lama pelakunya telah diamankan oleh pihak security.
Unit Reskrim Polsek Sekupang yang dipimpin kanit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Muhammad Ridho beserta Patroli Batara Biru langsung mendatangi TKP, guna untuk mengamankan dan mengintrogasi terduga pelaku.
Lanjutnya ketika melakukan cek TKP dan interogasi saksi-saksi serta dokumentasi, di TKP ditemukan bahwa ATM BPR Barelang Mandiri telah dirusak dengan cara mencongkel menggunakan kunci inggris.
Namun, pelaku tidak berhasil membuka dan mengambil kotak uang yang berada di dalam mesin ATM tersebut. Dan, saat pelaku melakukan aksinya terpantau oleh Security dan langsung mengamankan pelaku.
“Selanjutnya terhadap pelaku dan barang bukti di bawa ke Polsek Sekupang guna pengusutan lebih lanjut,” sebutnya.
Bersama pelaku, polisi mengamankan 1 buah Kunci Inggris,1 buah kunci sepeda notor dan 1 unit kendaraan roda dua merek Yamaha Mio Soul warna hijau.
Diketahui, pelaku melakukan pencurian dengan menggunakan alat bantu berupa satu buah Kunci Ingris dan satu buah kunci sepeda motor untuk mencongkel mesin ATM tersebut. (lsm)
Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap
9info.co.id | BATAM – Proses perbaikan kebocoran pipa transmisi di kawasan Simpang Plamo menuju Kepri Mall akhirnya selesai dilakukan pada Jumat (12/6/2026) dini hari.
Pasokan air bersih bagi warga yang terdampak gangguan tersebut kini mulai dialirkan kembali secara bertahap.
Badan Usaha SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam bersama Tim Teknis PT. Air Batam Hilir di lapangan berhasil menyelesaikan seluruh proses pengelasan akhir pipa pada hari Jumat, 12 Juni 2026, pukul 03.30 WIB.
Sebelumnya, proses pemulihan sempat mengalami keterlambatan dari estimasi awal akibat sejumlah kendala teknis yang membutuhkan penanganan ekstra di lokasi.
“Kami memahami betul bahwa keterlambatan ini berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Ariastuty, Jumat (12/6/2026).
Ia mengatakan, di lapangan, tim harus bekerja dengan presisi tinggi karena menghadapi dua kendala utama.
Hambatan pertama, menurut Ariastuty, adalah adanya kendala teknis saat proses penyambungan pipa.
Demi memastikan ketahanan jangka panjang dan mencegah kebocoran berulang, petugas terpaksa melakukan perombakan serta penyesuaian ulang pada komponen penyambung agar terpasang secara sempurna.
Selain itu, tantangan kedua berkaitan dengan kondisi internal pipa yang masih dialiri sisa air aktif. Kondisi pipa yang basah membuat proses pengelasan akhir menjadi sangat sulit.
“Kami tidak bisa memaksakan pengelasan dalam situasi tersebut karena sangat berbahaya bagi keselamatan pekerja dan bisa mengurangi kualitas sambungan pipa itu sendiri,” tambahnya.
Setelah memastikan seluruh sambungan memenuhi standar teknis, proses normalisasi jaringan langsung berjalan.
Saat ini, pendistribusian air minum sudah mulai dilakukan kembali ke rumah pelanggan secara bertahap.
PT. Air Batam Hilir mengingatkan bahwa pemulihan tekanan air di wilayah dataran tinggi atau yang berada di ujung jalur pipa akan memakan waktu sedikit lebih lama.
Baik BP Batam dan PT. Air Batam Hilir menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan serta terganggunya pendistribusian air selama proses perbaikan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesabaran, pengertian, dan dukungan masyarakat selama tim berupaya maksimal memulihkan infrastruktur ini,” pungkas Ariastuty. (RUD)