Connect with us

9Info.co.id | BATAM  – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menghadiri Festival Nusantara Viking Bintan Island yang berlangsung di Lapangan Terminal Sei Carang, Bintan Center, Tanjungpinang, Sabtu (9/12/2023).

Kehadiran Muhammad Rudi sebagai Sesepuh Viking Provinsi Kepri pun mendapat sambutan hangat dari ratusan pengunjung dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang hadir.

Bukan tanpa alasan, keberhasilan Rudi dalam membangun Batam menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh anggota Viking Bintan Island untuk turut serta memajukan daerah.

“Saya ingin, pengembangan Batam dapat memberikan dampak terhadap perkembangan daerah lain. Khususnya kebermanfaatan ekonomi bagi Kota Tanjung Pinang dan Bintan ke depan,” ujar Rudi dalam sambutan singkatnya.

Pada kesempatan tersebut, Rudi juga mengajak seluruh pengunjung dan pelaku UMKM untuk menjaga kekompakan.

Ia tak menampik, seluruh elemen masyarakat memiliki tugas untuk bersama membangun Provinsi Kepri.

“Mari kita merawat kebudayaan yang ada. Semoga apa yang dilakukan terus membawa kebaikan untuk ke depannya,” pesan Rudi.

Di samping itu, Rudi juga mendorong pertumbuhan UMKM sebagai salah satu pilar utama dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian yang lebih besar diberikan kepada sektor UMKM sebagai salah satu sektor yang dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi tingkat pengangguran di daerah.

“Saya berharap, Kepri dapat menciptakan ekosistem yang mendukung para pelaku UMKM untuk berkembang dan berinovasi lebih baik,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Festival Nusantara Viking Bintan Island, Ceffi, berterima kasih atas kehadiran Muhammad Rudi selaku Sesepuh Viking Kepri.

Menurutnya, dukungan dari Muhammad Rudi memberikan semangat kepada seluruh anggota Viking untuk terus terlibat dalam pembangunan daerah.

“Terima kasih Bapak H. Muhammad Rudi yang sudah menyempatkan diri untuk hadir di tengah kesibukannya,” ungkapnya.

Ia menuturkan, ada sekitar 100 pelaku UMKM yang terlibat dalam agenda Festival Nusantara.

Tidak hanya mengundang artis ataupun band lokal, lanjut Ceffi, agenda ini juga menghadirkan dua penyanyi kenamaan tanah air untuk menghibur masyarakat.

“Ada Eva D’Koplo dan Fey Tiaz yang diundang untuk menghibur pengunjung. Ada juga band-band lokal dari Batam, Tanjungpinang dan Bintan,” pungkasnya. (DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain