Connect with us

9info.co.id– Barra 37 Entertaiment menjadi wadah bagi talenta-talenta muda Kota Batam mengasa bakat seni yang dimiliki serta ikut berkontribusi membangun kepariwisataan Kota Batam. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meresmikan Studio Barra 37 Entertaiment, Selasa (22/2/2022).

“Silahkan bekerjasama dengan pariwisata ok, PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) ok, Perwara (Perkumpulan Pembawa Acara) tak masalah. Semoga semakin eksis dan mewarnai pembangunan Kota Batam,” katanya.

Hadir bersama Wakil Ketua I TP-PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar, ia mengucapkan selamat atas berdirinya studio Barra 37 Entertaiment. Ia mendoakan Barra 37 Entertaiment berkiprah lebih besar lagi kedepan bagi Kota Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menjelaskan Kota Batam sedang giat membenahi infrastruktur dan pemberdayaan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini dilakukan agar ekonomi Batam terus tumbuh.

“Bapak ibu melihat infrastruktur dibenahi. Teori mengatakan membangun daerah mulai dari membangun infrastrukturnya,” ucapnya.

Ia menyampaikan ada empat proyek strategis Badan Pengusahaan (BP) Kota Batam dibawa kepemimpinan Kepala BP Kota Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, diantaranya membenahi bandara, pelabuhan Batuampar, mendirikan universitas dengan fakultas kedokteran. “Kalau bergerak sesuai kita harapkan uang akan masuk, menggerakan tenaga kerja, dan meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) pajak hotel dan restoran,” terangnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan hadirnya Barra 37 Entertaiment di Kota Batam dapat mengisi pembangunan kepariwisataan yang dilakukan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Ada tiga konsep kepariwisataan yakni aksesbilitas, amenitas, dan atraksi, dan Barra 37 Entertaiment menjadi amenitas untuk menyiapkan generasi muda Batam berkompetensi.

“Kita tunggu Barra 37 Entertaiment menciptakan event dalam konsep kepariwisataan sehingga bisa dikonsumsi wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” katanya.

Selain itu, musik, fesyen ini termasuk dari 17 sub sektor ekonomi kreatif (ekraf). Ia berharap kedepannya Barra 37 Entertaiment semakin sukses. “Batam perna menggelar Batam Jazz Festival, semoga Barra 37 Entertaiment kedepannya menggelar acara yang spektakuler,” pintanya.

Salah satu Owner Barra 37 Entertaiment, Debby Soemarwanto, mengatakan hadirnya Barra 37 Entertaiment dapat memberikan wadah terbaik para remaja yang ingin menyalurkan bakatnya. Selain itu dapat mendukung program pemerintah di bidang pendidikan nonformal.

“Kami menawarkan kelas bakat modeling, vocal, musik, dance, public speaking, dan bahasa, yang telah mempunyai izin dari LKP (Lembaga Kursus Pelatihan),” terangnya.(Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain