Connect with us

9info.co.id | BATAM – Sektor industri dan maritim di Kota Batam kembali diguncang isu serius terkait dugaan pelanggaran regulasi oleh jaringan perusahaan yang diduga terhubung dengan warga negara asing (WNA). Salah satu lokasi usaha di Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, kedapatan beroperasi tanpa memasang papan nama resmi, meskipun aktivitas operasional berlangsung aktif pada Senin (10/11/2025).

Tim investigasi SENTRALNEWS.COM yang turun langsung ke lapangan mendapati sejumlah aktivitas mencurigakan mulai dari keluar-masuknya pekerja, mobilisasi peralatan, hingga kegiatan produksi namun tanpa identitas perusahaan sebagaimana diwajibkan oleh peraturan daerah.

Padahal, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah mewajibkan setiap usaha memasang papan nama sebagai identitas legal sekaligus objek pajak reklame.

Empat Perusahaan yang Diduga Terhubung WNA India: Dua PMA dan Dua PMDN

Penelusuran lebih jauh mengungkap dugaan keterkaitan empat perusahaan berbeda di Batam dengan seorang WNA India bernama Prem Kumar Sukumar. Keempat perusahaan ini memiliki status penanaman modal berbeda dan beroperasi di sektor maritim, ketenagakerjaan, serta jasa industri.

1. PT Alpha Precision Engini
Status: PMA
Direktur: Prem Kumar Sukumar (India)
Diduga menjadi induk dari sejumlah aktivitas usaha yang digerakkan Prem di sektor jasa industri dan maritim.

2. PT Hakarima Indo Teknik
Status: PMDN
Direktur: Yunni
Sumber internal menduga perusahaan ini berfungsi sebagai nominee company untuk menyamarkan kepemilikan asing dengan mencatatkan direktur atas nama WNI.

3. PT Seiso Mandiri Sukses
Status: PMDN
Direktur: Riwi Sinaga
Bergerak di sektor penyedia tenaga kerja dan jasa pendukung industri. Diduga berada dalam satu lingkaran kendali yang sama dengan perusahaan-perusahaan terkait pihak asing.

4. PT Vyash Technology Batam
Status: PMA
Direktur: Krisnamoorthi (India)
Sumber internal menyebut perusahaan ini terlibat dalam proyek berskala besar dan memiliki hubungan erat dengan tiga perusahaan lainnya.
Dugaan Penggunaan WNI sebagai “Nama Pinjam”

Dokumen internal yang berhasil dihimpun menunjukkan indikasi kuat bahwa beberapa perusahaan berstatus PMDN tersebut dikendalikan oleh pihak asing melalui praktik nominee.

Jika terbukti, praktik ini berpotensi melanggar Pasal 33 ayat (1) UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, yang secara tegas melarang penyamaran kepemilikan asing menggunakan identitas WNI.

Dugaan ini diperkuat oleh pola operasional yang serupa antara keempat perusahaan tersebut, termasuk distribusi tenaga kerja, penggunaan fasilitas produksi, serta hubungan kontraktual dengan perusahaan industri besar seperti PT ASL dan PT SMOE.

Operasi Tanpa Papan Nama: Indikasi Penghindaran Pajak Reklame

Absennya papan nama pada salah satu lokasi usaha memperkuat dugaan penghindaran pajak reklame.
Kondisi ini memiliki dampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam.

Seorang sumber di lingkungan pemerintahan menegaskan:

“Pemasangan papan nama dan pembayaran pajak reklame adalah kewajiban. Jika dilanggar, pemerintah berhak menjatuhkan sanksi hingga pencabutan izin usaha.”

Pelanggaran administratif ini, jika dibiarkan, dapat berkembang menjadi pelanggaran tata kelola usaha yang lebih serius.

Pengawasan Lemah: Praktik Ilegal Berpotensi Menggurita

Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap perusahaan di Batam, terutama yang bergerak di sektor maritim, outsourcing tenaga kerja, dan jasa industri.

Jika praktik penyamaran kepemilikan asing, penghindaran pajak, dan pelanggaran izin terus dibiarkan, Batam terancam menjadi lahan subur bagi aktivitas usaha ilegal yang merusak iklim investasi.

Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah daerah untuk menunjukkan bahwa Batam bukan tempat bagi manipulasi legalitas usaha ataupun permainan investasi asing. (Tim) Sumber Centralnews.com

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Merdeka Trail Run Vol. 02 Sukses Digelar, Panbil Nature Reserve Tantang Peserta Taklukkan Jalur Ekstrem

Merdeka Trail Run Vol. 02 Sukses Digelar, Panbil Nature Reserve Tantang Peserta Taklukkan Jalur Ekstrem

9info.co.id | BATAM – Panbil Nature Reserve kembali sukses menggelar Merdeka Trail Run Vol. 02 pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Mengusung tema “Face Your Fear!”, ajang lari lintas alam tersebut menghadirkan tantangan lebih ekstrem dan terjal dibandingkan pelaksanaan perdana pada 2024, terutama pada kategori 20 kilometer (20K).

Ratusan peserta ambil bagian dalam kegiatan olahraga yang digelar di kawasan Panbil Nature Reserve, Batam. Selain menjadi ajang kompetisi, Merdeka Trail Run juga menjadi bagian dari momentum memperingati kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga.

Operasional Manager Panbil Nature Reserve, Metta Bayu, mengatakan penyelenggaraan tahun ini memberikan peluang lebih besar kepada peserta untuk meraih podium dengan penambahan kategori perlombaan.

“Apabila di tahun 2024 hanya ada dua kategori pemenang yaitu 10K dan 20K, tahun ini kami membuka lebih banyak kategori podium, yaitu 10K Reguler Male dan Female, 10K Master Male dan Female, serta 20K,” ujar Metta Bayu.

Menurutnya, penambahan kategori tersebut diharapkan dapat meningkatkan antusiasme peserta. Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah keikutsertaan peserta senior berusia 75 tahun yang tetap bersemangat menyelesaikan lintasan yang telah disiapkan panitia.

“Kami sangat mengapresiasi semangat beliau dalam menyelesaikan track yang kami siapkan,” katanya.
Panbil Nature Reserve juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Merdeka Trail Run Vol. 02, termasuk sponsor utama Bank Mandiri dan Bank BRI serta sejumlah sponsor lainnya, di antaranya BPR Dana Makmur, Fithub, RS Griya Medika, Kiens, Telkomsel, Burger King, Putra Padu Mitra Jaya dan Visalux Eco King.

Catatan Waktu Para Juara

Persaingan berlangsung ketat di sejumlah kategori. Pada kategori 10K Reguler Male, podium pertama berhasil diraih dengan catatan waktu 42 menit 59 detik.

Sementara pada kategori 10K Reguler Female, peraih podium pertama mencatat waktu 1 jam 19 menit.
Untuk kategori 10K Master Male, podium pertama diraih dengan catatan waktu 1 jam 45 detik, sedangkan kategori 10K Master Female mencatat waktu terbaik 1 jam 17 menit.

Persaingan semakin ketat pada kategori 20K. Podium pertama berhasil mencapai garis finis dengan catatan waktu 2 jam 11 menit 13 detik, disusul podium kedua dengan waktu 2 jam 11 menit 22 detik, dan podium ketiga dengan catatan waktu 2 jam 22 menit 52 detik.

Panitia menetapkan cut-off time (COT) untuk memastikan peserta menyelesaikan lintasan dalam batas waktu yang ditentukan. Peserta kategori 10K diberikan waktu maksimal 3 jam, sedangkan peserta kategori 20K memiliki waktu maksimal 6 jam untuk mencapai garis finis dan memperoleh medali.
Jalur Ekstrem Jadi Tantangan

Karakter lintasan yang terjal menjadi salah satu daya tarik utama Merdeka Trail Run Vol. 02. Sejumlah peserta mengaku harus mengerahkan tenaga ekstra untuk menaklukkan tanjakan dan turunan yang tersedia di sepanjang jalur.

Salah seorang peserta kategori 10K Reguler Male yang enggan disebutkan namanya menyebut lintasan tahun ini sangat menantang.

“Jalurnya ekstrem banget ini. Tanjakannya tidak ada lawan. Cuma di sini bisa menemukan tanjakan dan turunan yang luar biasa. Tapi seru,” ujarnya.

Ia mengaku baru pertama kali mengikuti Merdeka Trail Run dan merasa bangga dapat menyelesaikan lintasan yang disiapkan panitia.

“Saya tidak bisa membayangkan seberapa berat kategori 20K. Yang 10K saja sudah berhasil membuat kaki saya hampir lepas,” katanya sembari bergurau.

Dorong Gaya Hidup Sehat

Rangkaian Merdeka Trail Run Vol. 02 ditutup dengan penampilan Disco Kaki 5 yang menambah semarak suasana setelah para peserta menyelesaikan perlombaan.
Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini kembali menegaskan posisi Merdeka Trail Run sebagai salah satu kegiatan olahraga berbasis alam yang menggabungkan tantangan fisik, rekreasi dan semangat kemerdekaan.

Panbil Nature Reserve berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang kompetisi tahunan, tetapi juga mampu mendorong semakin banyak masyarakat Indonesia untuk menjalani pola hidup sehat melalui aktivitas olahraga.

Dengan mengusung semangat “Face Your Fear!”, Merdeka Trail Run Vol. 02 mengajak peserta bukan hanya beradu cepat mencapai garis finis, tetapi juga menghadapi keterbatasan diri dan menaklukkan tantangan alam yang disiapkan di kawasan Panbil Nature Reserve. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain