Connect with us

9info.co.id– Wali Kota Batam, Muhammad Rudi masih mengizinkan sekolah menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTM terbatas), meskipun jumlah kasus Covid-19 terjadi peningkatan.

Namun, Rudi menyerahkan sepenuhnya kepada setiap kepala sekolah dan orangtua untuk menentukan pilihannya apakah memilih PTM Terbatas atau Pembelajaran secara daring.

“Untuk saat ini kita serahkan kepada sekolah dan orangtua boleh PTM terbatas atau juga daring,” kata Rudi, Senin 14 Februari 2022.

Menurut Rudi, meskipun jumlah kasus Covid-19 terus menunjukan peningkatan, tapi sejauh ini menurutnya masih dapat ditangani oleh Satgas Covid-19 Kota Batam.

Karena itu pihaknya memberikan pilihan kepada orangtua untuk memilih PTM atau daring. Pihaknya yakin kepala sekolah dan guru juga telah menyiapkan sistem penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Edarannya sudah disampaikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam,” kata Rudi.

Namun ditegaskan Rudi bahwa jika perkembangan kasus Covid-19 terus meningkat kedepannya, tentu pihaknya akan mengambil kebijakan untuk pembelajaran secara daring kembali.

“Jadi kita lihat perkembangannya nanti seperti apa, mudah-mudahan Covid-19 dapat segera turun lagi,” ujarnya.(pur)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Amsakar Ajak Warga Bijak Gunakan Media Sosial, Jadikan Ruang Positif bagi Persatuan

Amsakar Ajak Warga Bijak Gunakan Media Sosial, Jadikan Ruang Positif bagi Persatuan

9info.co.id | BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial secara bijak guna memperkuat kebersamaan dan menjaga harmoni sosial. Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri Halalbihalal Kecamatan Lubukbaja di Aula Universitas Ibnu Sina, Kamis (9/4/2026) malam.

‎Di kesempatan itu, Amsakar menegaskan, cara pandang dan sikap seseorang, termasuk dalam bermedia sosial, sangat memengaruhi kualitas kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak warga menjadikan rasa syukur sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

‎“Jika kita pandai bersyukur, keterbatasan tidak akan menjadi persoalan. Namun, jika tidak, sebanyak apa pun nikmat yang diterima akan terasa kurang,” ujarnya.

‎Ia menilai, nilai-nilai tersebut penting diterapkan dalam interaksi di media sosial. Menurutnya, ruang digital seharusnya menjadi sarana menyebarkan hal positif, bukan justru memperkeruh suasana atau memicu konflik.

‎Amsakar menegaskan, pembangunan Batam tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, termasuk kedewasaan dalam berkomunikasi di ruang publik digital.

‎“Media sosial harus menjadi ruang mempererat silaturahmi, bukan sebaliknya. Gunakan untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga persatuan,” katanya.

‎Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dalam suasana Idulfitri. Ia menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang tidak luput dari kekurangan.

‎“Atas nama pribadi dan keluarga, saya bersama Ibu Li Claudia Chandra menyampaikan mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

‎Amsakar mengakui, memimpin Batam dengan jumlah penduduk yang besar merupakan tantangan tersendiri. Tingginya ekspektasi masyarakat menjadi amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

‎Ia pun mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki diri, termasuk dalam penggunaan media sosial, agar tercipta ekosistem digital yang sehat dan konstruktif.

‎“Jika sebelumnya ada kesalahan, mari kita perbaiki. Orang yang cerdas adalah yang mampu belajar dan menjadi lebih baik,” ujarnya.

‎Melalui kegiatan ini, Amsakar menegaskan bahwa kemajuan Batam tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan, baik di kehidupan nyata maupun di ruang digital. (Hum)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain